Anti Panik Menjaga Kesehatan Gigi Anak 0-6 Tahun

Hallo parents, pernah tidak merasa kesulitan menjaga kesehatan gigi anak? Atau merasa bingung bagaimana caranya supaya anak mau dibersihkan giginya. Kapan anak harus mulai menyikat gigi? Bagaimana dengan bayi yang belum tumbuh gigi? Bagaimana tips mengajak anak yang sulit sikat gigi? Kapan anak-anak perlu ke dokter gigi? Kita akan bahas semuanya di artikel kali ini, ya!

Parents, menjaga kesehatan dan kebersihan mulut harus dimulai sejak bayi bahkan sebelum gigi susunya tumbuh, ya, bukan baru dimulai saat gigi susu anak sudah lengkap yaitu sekitar usia 2 tahun. Berikut tipsnya.

Tips menyikat gigi anak-anak:

  1. Usia 0-3 tahun:
  • Pada bayi yang giginya belum tumbuh, gunakan kassa yang dibasahi air matang untuk mengusap gusi bayi terutama setelah menyusu.
  • Pada bayi di bawah 6 bulan yang gigi pertamanya sudah tumbuh, mulai bersihkan menggunakan sikat gigi dan pasta gigi. Gunakan pasta gigi hanya seoles tipis atau seukuran sebutir beras.
  • Orang tua yang menyikatkan gigi anak bayi dan batita.
  • Posisi sikat gigi: Anda duduk di kursi menghadap orang dewasa lain yang bisa ikut mendampingi dalam menyikatkan gigi anak ( seperti foto di bawah) , lutut menyentuh satu sama lain (knee-to-knee), rebahkan anak di pangkuan Anda, anda menyikatkan gigi anak. Cara lain: rebahkan anak di lantai, posisikan kepala anak di antara paha kaki Anda dan tangan anak di bawah kaki Anda.


Pasta gigi seoles/sebutir beras untuk usia <3 tahun.

Sumber: https://www.nhs.uk/live-well/healthy-body/taking-care-of-childrens-teeth/


Posisi menyikatkan gigi anak 0-3 tahun. Sumber: https://shelbypediatricdentistry.com/brushing/

 

Usia 3-6 tahun:

  • Anak sudah mulai bisa menyikat giginya sendiri namun harus dengan pengawasan orang tua. Setelah anak selesai menyikat giginya, sebaiknya Anda sikat kembali seluruh giginya untuk memastikan benar-benar bersih.
  • Posisi sikat gigi: orang tua berdiri/lutut bersimpuh di belakang anak (lebih mudah dari pada berdiri di depan anak), kepala anak agak mendongak ke atas dan bersandar di bahu Anda, tangan kanan menyikat gigi anak, tangan kiri membuka bibir atau pipi anak.
  • Gunakan pasta gigi hanya sebiji jagung/kacang polong.


Pasta gigi sebiji jagung untuk usia >3 tahun

Sumber: https://www.nhs.uk/live-well/healthy-body/taking-care-of-childrens-teeth/


Posisi sikat gigi anak 3-6 tahun. Sumber: https://www.dentalhygienecanada.ca/DHCanada/For_Kids/Fun_Stuff/DHCanada/Kids/Brushing_Your_Childs_Teeth.aspx

  1. Gunakan sikat gigi dengan bulu halus dan berukuran kecil sesuai dengan mulut anak.
  2. American Dental Association dan American Academy of Pediatrics merekomendasikan penggunaan pasta gigi berfluoride untuk anak-anak sejak gigi pertamanya muncul. Gunakan pasta gigi sebesar ukuran biji jagung untuk anak > 3 tahun. Anda dapat memilih pasta gigi anak dengan rasa yang disukai anak.
  3. Sikat gigi 2 kali sehari pada pagi hari dan malam sebelum tidur. Sikat gigi selama setidaknya 2 menit dengan gerakan memutar. Ada 6 permukaan gigi-geligi yang tidak boleh terlewat yaitu sisi depan, sisi kanan, sisi kiri, permukaan kunyah, sisi dekat lidah, dan sisi dekat langi-langit. Pastikan perbatasan gigi-gusi dan gigi belakang juga tersikat sampai bersih, ya. Jangan lupa sikat juga lidahnya karena sisa makanan bisa menumpuk pada lidah.

** Di bawah ini ada foto yang membedakan gigi bersih dan gigi yang masih kotor dengan plak. Plak adalah lapisan bakteri yang menempel pada gigi dan selalu terbentuk setiap hari, jika tidak dibersihkan akan semakin tebal lapisannya. Gigi yang sehat dan bersih permukaannya halus, licin, dan berwarna putih mengkilap. Apabila gigi terlihat berwarna pucat kekuningan terutama di perbatasan gigi-gusi, tidak licin, atau terlihat kusam tidak mengkilap, maka gigi belum bersih dan masih banyak plak yang menempel.


Kiri: Gigi dan gusi bersih. Kanan: Gigi dengan plak yang menempel.

Sumber: https://www.mchoralhealth.org/flvarnish/mod3_2_2.html

  1. Ganti sikat gigi tiap 3 bulan atau apabila bulu sikat sudah mengembang. Jangan bergantian sikat gigi dengan siapa pun.
  2. Mulai flossing ketika gigi anak sudah menyentuh dengan gigi sebelahnya, agar tidak ada sisa makanan atau plak yang menumpuk pada celah sempit di antara 2 gigi. Apabila gusi sedikit berdarah saat flossing, jangan khawatir karena hal itu wajar.


Gambar ibu membersihkan gigi anaknya dengan benang floss. Sumber: https://www.dentalhygienecanada.ca/DHCanada/For_Kids/Fun_Stuff/DHCanada/Kids/Brushing_Your_Childs_Teeth.aspx


Gambar anak menggunakan floss stick untuk membersihkan celah antara 2 gigi.
Sumber: https://www.kids4everpediatricdentistry.com/oral-hygiene-for-kids/

 

Untuk anak yang sulit saat diajak menyikat gigi, coba gunakan cara berikut:

  • Perlihatkan video atau bacakan buku cerita seputar kesehatan gigi.
  • Bantu anak memegang sikat giginya agar ia bisa merasakan gerakan menyikat gigi yang benar.
  • Sikat gigi sambil mengaca di cermin agar anak lebih mudah mengetahui posisi sikatnya.
  • Bisa juga memberikan anak cermin untuk melihat keadaan giginya, apabila ada giginya yang berlubang anak akan jauh lebih aware jika ia melihat langsung pada cermin.
  • Menciptakan rutinitas sikat gigi bersama Ibu dan Ayah. Dengan begitu, anak akan terbiasa karena mereka adalah peniru yang ulung.
  • Tetap dispilin dan konsisten agar terbentuk kebiasaan menyikat gigi pada anak.
  • Berikan reward apabila anak kooperatif menyikat gigi 2 kali sehari.
  • Mulailah membersihkan gigi dan mulut anak sejak giginya belum tumbuh sehingga anak akan terbiasa dengan mulut yang bersih dan tidak nyaman jika mulutnya kotor.

Kurangi makanan manis dan lengket, sebaiknya orang tua perlu mengontrol konsumsi anak pada makanan yang manis dan lengket seperti permen, coklat ataupun biscuit. Apabila anak mengonsumsinya diusahakan pada jam makan bukan diantara waktu makan. Setelah makan permen/coklat/biscuit pastikan anak banyak mengonsumsi air putih dan bila memungkinkan sikat gigi anak anda.

Periksa ke dokter gigi mulai saat usia anak +/- 1 tahun atau 6 bulan sejak gigi pertamanya tumbuh. Dokter gigi akan memeriksa apakah jumlah gigi yang sudah tumbuh sesuai dengan usia anak Anda, kapan gigi berikutnya akan tumbuh, apakah gigi dan mulut anak Anda sehat atau memerlukan perawatan pencegahan seperti aplikasi fluoride tambahan (dapat berupa gel, varnish, kumur) atau sealant. Selain itu, ada kasus gigi berlubang yang tidak dapat terlihat kecuali dengan alat dokter gigi. Jadi, penting untuk mengajak anak ke dokter gigi walaupun tidak ada keluhan yang dirasakan. Anak akan lebih nyaman dan akrab dengan suasana ruangan serta alat-alat dokter gigi. Selain itu apabila ada karies, akan terdeteksi lebih awal dan perawatannya tidak sekompleks jika lubangnya sudah dalam.

Nah parents, sekian pembahasannya ya. Apabila masih ada yang kurang jelas silahkan konsultasikan lebih lanjut masalah kesehatan gigi anak anda di MHDC Clinic dan Medikids Clinic terdekat yaa. Terima kasih semoga bermanfaat. Yuk jadi orang tua yang anti panik menjaga kesehatan gigi anak 0 – 6 tahun!

 

Artikel ditulis oleh: drg. Nadia Fadila Irfani dan drg. Laila Novpriati

 

REFERENSI:

  1. Brushing And Flossing Children’s Teeth. From https://www.webmd.com/oral-health/guide/brushing-flossing-child-teeth#2-2
  2. Children’s Teeth. From https://www.nhs.uk/live-well/healthy-body/taking-care-of-childrens-teeth/
  3. Brushing Your Child’s Teeth. From https://www.dentalhygienecanada.ca/DHCanada/For_Kids/Fun_Stuff/DHCanada/Kids/Brushing_Your_Childs_Teeth.aspx
  4. FAQ: “How should I brush my child’s teeth?” From https://shelbypediatricdentistry.com/brushing/
  5. Brushing Tips From Your Pediatric Dentist. From https://www.kids4everpediatricdentistry.com/oral-hygiene-for-kids/
  6. Fluoride Varnish and Oral Health Screening Program for Kids: “Caries risk assessment”. From https://www.mchoralhealth.org/flvarnish/mod3_2_2.html

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *