Fakta Penting Perawatan Orthodonti

Kasus gigi berjejal dialami oleh banyak orang, dan tidak sedikit yang terganggu dengan kondisi tersebut karena mengganggu estetika senyuman, membuat makanan sering terselip, mudah terbentuk lubang dan karang gigi, gangguan pengunyahan, hingga gangguan sendi rahang. Perawatan orthodonti pun sudah mulai umum diketahui masyarakat sebagai solusi untuk meratakan gigi berjejal tersebut. Berikut beberapa fakta penting seputar perawatan orthodonti.

  1. Asal kata
    Penambalan gigi jika diperlukan. Terkadang lubang pada gigi atau tambalan yang kurang baik dapat menyebabkan makanan yang terjebak pada lubang menumpuk, memicu perkembangan bakteri, hingga akhirnya mengiritasi gusi, maka dalam hal ini penambalan gigi atau perbaikan tambalan diperlukan agar makanan tidak terjebak lagi serta mudah dibersihkan

  2. Jenis –jenis perawatan orthodonti

    Kasus gigi berjejal bermacam-macam tingkat kesulitannya, bahkan bisa menyebabkan gigi tidak dapat berfungsi optimal untuk pengunyahan (maloklusi). Penyebab maloklusi juga tergantung pada kelainan yang terjadi, apakah hanya pada gigi geligi, atau sudah melibatkan kelainan tulang rahang (skeletal) atau kombinasi keduanya. Hal ini menyebabkan perawatan orthodonti bermacam-macam kompleksitasnya.2

    Berdasarkan jenis alat yang digunakan, perawatan orthodonti dibagi menjadi perawtaan yang menggunakan alat orthodonti lepasan dan alat orthodonti cekat.2

    Alat orthodonti lepasan

    Alat orthodonti yang digunakan untuk meratakan gigi adalah alat orthodonti yang bisa dilepas pasang oleh pasien. Secara umum, alat orthodonti ini digunakan untuk pergerakan gigi yang sederhana dan paling baik digunakan pada usia tumbuh kembang anak-anak. Alat ini membutuhkan kepatuhan pasien dalam memakai alat orthodonti dan kontrol berkala ke dokter gigi.2


    Contoh alat orthodonti lepasan

    Sumber : https://ennisbraces.com/removable-appliance/

    Alat orthodonti cekat

    Alat ini menempel pada mahkota gigi dan tidak bisa dilepas pasang oleh pasien, hanya dokter gigi yang dapat memasang dan melepas alat orthodonti cekat ini. Alat ini dapat memberikan pergerakan gigi yang cukup kompleks utnuk menangani kasus-kasus sulit.2


    Contoh alat orthodonti cekat

    Sumber : http://www.dentoart.com/en/dentistry/orthodontics-fixed-orthodontic-appliances/

  3.  Yang berwenang melakukan perawatan orthodonti

    Perawatan orthodonti dapat dilakukan oleh dokter gigi umum dan dokter gigi spesialis orthodonti. Dokter gigi umum hanya dapat melakukan beberapa perawatan yang sederhana yaitu kasus kelainan gigi geligi yang tidak meliputi kelainan skeletal. Alat yang digunakan umumnya adalah alat orthodonti lepasan dengan menggunakan kawat. Sementara Dokter gigi spesialis orthodonti dapat mengerjalan kasus kompleks yang memiliki kelainan berasal dari gigi geligi, skeletal, maupun kombinasi keduanya. Alat yang digunakan meliputi alat orthodonti lepasan maupun cekat.3
  4. Kesuksesan perawatan orthodonti ada pada kerjasama antara dokter gigi dan pasien.

    Perawatan orthodonti adalah kerjasama antara pasien dan dokter gigi. Dokter gigi menyediakan keahlian, rencana perawatan, dan alat orthodonti, namun kunci kesuksesan hasil perawatanya ditentukan oleh pasien itu sendiri.1

    Pasien berkomitmen untuk mengikuti instruksi dari dokter gigi dalam menjaga kebersihan gigi dan mulut (sikat gigi dan flossing), memerhatikan makanan dan minuman yang dikonsumsi, menggunakan elastic (jika diperlukan), dan paling penting adalah pasien harus berkomitmen dengan jadwal kontrol berkala dengan dokter gigi. Gigi geligi dan rahang dapat bergerak pada arah yang benar hanya jika pasien ikut aktif dalam perawatan tersebut.1

  5. Perawatan orthodontic dapat menyebabkan bercak putih pada gigi setelah perawatan, namun dapat dicegah.

    Ketika memakai alat orthodonti, pasien dituntut untuk membersihkan gigi lebih ekstra dan memerhatikan makanan dan minuman yang dikonsumsinya. Hal itu semata-mata untuk melindungi gigi dari sisa makanan yang terjebak pada alat orthodonti yang dapat menimbulkan lubang pada gigi. Bercak putih yang terbentuk setelah pemakaian alat orthodontic adalah bercak yang disebabkan karena demineralisasi struktur gigi oleh plak, yang merupakan proses awal gigi berlubang. Jika dibiarkan terus menerus, bercak putih tersebut dapat berubah menjadi lubang pada gigi.4

    Yang harus pasien ketahui, bercak putih tersebut bisa dicegah dengan cara :4

    1.    Menyikat gigi : Lakukan sesuai dengan rekomendasi dokter gigi anda, termasuk setelah makan meskipun berada di sekolah, tempat kerja, atau di rumah. Menyikat gigi dapat dibantu dengan sikat gigi interdental untuk membersihkan bagian yang sulit dijangkau dengan sikat gigi biasa.

    2.    Flossing / pembersihan menggunakan benang gigi : dilakukan paling tidak satu kali sehari

    3.    Menjauhi atau membatasi makanan dan minuman yang mengandung asam (soda, air berkarbonasi, teh manis, minuman isotonic, dll) selama durasi perawatan.

    4.    Kontrol ke dokter gigi umum paling tidak empat sampai enam bulan sekali (atau lebih sering jika direkomendasikan) untuk memeriksa kondisi kebersihan gigi geligi.

    Bercak putih setelah perawatan orthodonti

    Sumber : https://www.kvobraces.com/blog/2016/07/what-are-these-white-spots-on-my-teeth

    Plak yang menumpuk pada braces yang akan menyebabkan bercak putih setelah perawatan orthodonti

    Sumber : https://askanorthodontist.com/braces/how-do-you-treat-white-spots-after-braces/

    Flossing / membersihkan gigi dengan benang gigi

    Sumber : https://www.kvobraces.com/blog/2016/07/what-are-these-white-spots-on-my-teeth

    Membersihkan gigi dengan sikat gigi interdental

    Sumber : https://www.deardoctor.com/images/website-content/brushing-and-flossing-with-braces/interdental-toothbrush.jpg

  6. Retainer bersifat wajib digunakan setelah perawatan

    Proses meratakan gigi hanya merupakan setengah perjalanan, setengahnya lagi adalah mempertahankan gigi tersebut tetap berada pada posisi ideal yang telah dicapai setelah perawatan, maka dari itu pemakaian retainer setelah perawatan gigi bersifat wajib. Hal ini disebabkan karena perubahan posisi gigi terjadi secara natural dan seumur hidup oleh karena pergerakan dari gigi dan rahang, untuk menjaga agar gigi tersebut tidak kembali ke posisi awalnya maka diperlukan memakai alat yang disebut dengan retainer.5

    Secara umum, terdapat dua jenis retainer yaitu removable (dapat dilepas pasang oleh pasien) dan fixed (dipasang dan dilepas oleh dokter gigi).5

    Removable retainer – clear retainers           


    Removable retainer – wire retainers


    Fixed retainer

    Sumber :

    Orthodontic Retention

    https://www.theorthodonticclinic.co.uk/retainers

  7.  Anak-anak tidak perlu menunggu semua gigi permanennya lengkap untuk datang ke spesialis orthodonti

    Pada saat umur anak 6 tahun, semua bagian tubuhnya bertumbuh, termasuk tulang rahang dan wajah. Gigi permanen pertama juga mulai muncul pada umur tersebut. Gigi susu anak kemungkinan sudah mengalami berbagai macam kondisi. Jika terdapat gigi susu yang tanggal sebelum waktunya, maka hal tersebut dapat menjadi sinyal masalah dalam susunan gigi geligi permanen yang akan datang. Terlebih jika anak memiliki kebiasaan buruk seperti menghisap ibu jari, menjulur-julurkan lidah, menggigit-gigit jari, bernapas melewati mulut, dll, hal tersebut dapat menyebabkan anak memiliki gangguan dalam pengunyahan, berbicara, estetika, dll.6

    Jika anda melihat anak anda memiliki kondisi diatas, maka segeralah datang ke dokter gigi spesialis orthodonti untuk memperbaiki kondisi tersebut, biasanya dokter gigi spesialis orthodonti akan mendapatkan rujukan dari dokter gigi umum atau dokter gigi spesialis anak.6

Sekian pembahasan mengenai fakta—fakta penting seputar orthodonti. Apabila masih ada yang kurang jelas silahkan konsultasikan lebih lanjut masalah kesehatan gigi anda di MHDC Clinic dan Medikids Clinic terdekat yaa. Terima kasih semoga bermanfaat. Gigi sehat, senyum indah!

Artikel ditulis oleh: drg. Natasya Hillary dan drg. Laila Novpriati

Referensi

1.    7 Facts About Orthodontics

Sumber : https://www.aaoinfo.org/blog/7-facts-about-orthodontics/

2.    Orthodontics. Part % : Appliance choices

Sumber : https://www.nature.com/articles/4810872

3.    Identifikasi Perawatan Orthodontik spesialistik dan Umum

Sumber ; https://jurnal.ugm.ac.id/mkgi/article/view/8193/6356

4.    Will Orthodontic Treatment Cause White Marks on My Teeth?

Sumber : https://www.aaoinfo.org/blog/will-treatment-cause-white-marks-on-teeth//

5.    Will I need to wear retainers after treatment?

Sumber : https://www.aaoinfo.org/blog/will-i-need-to-wear-retainers//

6.    Does my child need to wait untul they have all of their permanent teeth to see an orthodontist?

Sumber : https://www.aaoinfo.org/blog/does-my-child-need-to-wait-to-see-an-orthodontist//

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *