Mengenal Macam – Macam Bahan Tambal Gigi

Halo sahabat MHDC, sudah tau belum bahwa terdapat beberapa jenis bahan yang digunakan dalam menambal gigi, jenis bahan tambal yang digunakan tergantung dari kondisi gigi yang perlu ditambal. Kita coba baca lebih lanjut yuk beberapa jenis bahan tambal yang digunakan dalam kedokteran gigi.

Sebelumnya, dibahas dulu kondisi gigi yang seperti apa yang perlu ditambal?

Tambalan gigi digunakan untuk memperbaiki gigi yang berlubang dan kerusakan lain seperti patah, aus, atau kondisi gigi yang terkikis.

Gigi patah

Kerusakan gigi non karies. Sumber: https://www.carsondds.com/dental-services/common-dental-problems.html

 

Lalu bagaimana prosedur tambal gigi?

Dokter gigi akan membersihkan area gigi yang berlubang hingga semua jaringan karies yang mengandung bakteri terangkat, sehingga hanya menyisakan area yang bersih dan permukaannya keras. Setelah itu, dokter gigi akan menutup lubang dengan bahan tambal hingga bentuk gigi kembali seperti semula. Terakhir, tambalan akan dipoles hingga permukaannya halus dan mengkilap agar sisa makanan tidak mudah menempel pada pemukaan tambalan.

 

Apa saja jenis bahan tambal yang bisa dipilih?

Ketika ingin menambal gigi yang berlubang, aus, atau patah, anda sebagai pasien  berhak untuk menentukan perawatan dan bahan yang digunakan untuk perawatan gigi anda, tentunya setelah konsultasi dengan dokter gigi. Dokter gigi akan memberikan pilihan perawatan yang sesuai dengan kasus gigi, tergantung seberapa luas dan dalamnya kerusakan gigi serta lokasi gigi yang akan ditambal.

Faktor pertimbangan dalam memilih bahan tambal di antaranya (1) pertimbangan kosmetik/bahan tambal yang sewarna dengan gigi, (2) perkiraan ketahanan/berapa lama tambalan dapat bertahan, dan (3) biaya yang perlu dikeluarkan.

Ada beberapa faktor mempengaruhi performa, ketahanan, dan biaya sebuah tambalan yaitu: (1) komponen dari bahan tambal, (2) dimana dan bagaimana tambalan ditempatkan, (3) tekanan kunyah yang diterima gigi, serta (4) banyaknya dan lamanya kunjungan yang dibutuhkan sampai prosedur tambal gigi selesai.

Berikut beberapa pilihan bahan tambal gigi yang umum digunakan:

 

  1. Tambalan sewarna gigi: Komposit, Porselen, Ionomer

Seiring perkembangan ilmu pengetahuan dan penelitian, bahan dan teknik penambalan gigi juga berkembang salah satunya bahan yang estetis seperti porselen dan bahan plastis yang dapat meniru tampilan asli gigi.  Ada beberapa jenis tambalan sewarna gigi, yaitu:

1) Resin Komposit.

Tambalan resin komposit sering juga disebut dengan tambalan sinar karena prosedurnya memerlukan penyinaran agar tambalan mengeras. Bahan komposit merupakan campuran dari resin akrilik dan partikel halus menyerupai kaca sehingga menghasilkan tambalan sewarna gigi. Tambalan komposit tahan lama dan tidak mudah patah jika diaplikasikan pada (1) area berukuran kecil hingga sedang dan (2) pada area yang menerima tekanan kunyah sedang (tidak terlalu berat). Tambalan komposit dapat digunakan untuk gigi depan maupun gigi belakang.

Warna tambalan komposit akan menyatu dengan gigi asli sehingga tidak terlihat seperti “tambalan”, biasanya dokter gigi akan menyarankan menggunakan tambalan komposit untuk gigi depan yang terlihat saat Anda senyum. Tambalan komposit hanya memerlukan 1 kali kunjungan mulai dari pembersihan gigi karies hingga penambalan. Keuntungan lainnya jika dibandingkan dengan jenis bahan tambal lain, jaringan gigi Anda yang sehat hanya akan dibuang sedikit. Namun tambalan komposit juga memiliki kekurangan, walaupun dapat selesai hanya dalam 1 kunjungan, prosedurnya cukup lama karena setelah gigi dibersihkan dan siap untuk ditambal, akan ada beberapa lapisan tipis yang akan diaplikasikan ke gigi dan tiap lapisan tersebut akan disinar agar mengeras. Selain itu, gigi harus benar-benar kering dan bebas dari air liur. Prosedur tambalan komposit perlu dilakukan dengan lebih hati-hati dibanding bahan tambal lain. Dengan kelebihan dan tingkat kesulitan penambalannya, tambalan komposit biasanya relatif lebih mahal dibandingkan beberapa jenis bahan tambal lain seperti semen ionomer maupun tambalan berbahan logam.

Seperti sudah disebutkan, bahan komposit dan porselen dipilih untuk gigi yang memerlukan estetik seperti gigi depan. Apabila lubang pada gigi cukup besar atau areanya terkena tekanan kunyah yang berat, disarankan menggunakan bahan tambal lain.

2) Porselen (restorasi indirek)

Bahan tambal sewarna gigi ada pula yang dinamakan tambalan/restorasi indirek yang memerlukan setidaknya 2 kali kunjungan karena perlu proses pembuatan di laboratorium baru kemudian dipasang ke area gigi berlubang yang sudah bersih dan sudah dibentuk sedemikian rupa agar dapat dipasangkan restorasi indirek tersebut. Restorasi indirek bisa berupa inlay, onlay, dan mahkota jaket. Bahan yang bisa digunakan untuk restorasi indirek yaitu komposit, porselen, dan logam.


Perbedaan inlay, onlay, mahkota jaket. (Sumber: http://www.besslerkang.com/inlays-onlays)

Restorasi indirek biasanya digunakan pada kasus gigi yang kerusakannya luas, bisa disebabkan oleh karies, aus/terkikis, atau patah. Sebagai gambaran, inlay dan onlay komposit biasanya digunakan untuk gigi belakang yang mendapat tekanan kunyah berat namun juga memerlukan estetik.

3) Semen ionomer. Tambalan ionomer (glass ionomer cement) adalah bahan sewarna gigi yang terbuat dari campuran bubuk kaca/silica yang mengandung fluoride dan cairan asam organik yang membentuk tambalan yang solid dan mampu melepaskan fluoride sehingga bisa mencegah terjadinya karies baru. Tambalan ionomer biasanya digunakan untuk (1) tambalan di area dekat gusi atau di bawah gusi dan (2) pada anak-anak karena prosedurnya lebih cepat dan mudah dibanding jenis tambalan lain. Kekurangan bahan ini yaitu lebih rapuh dibanding bahan lain dan lebih mudah aus/terkikis/pecah.

4) Modifikasi komposit-ionomer

Untuk menggabungkan keunggulan antara bahan komposit dan bahan ionomer, penelitian dan teknologi sudah menghasilkan bahan tambal jenis lain yang mengombinasikan kedua bahan tersebut yaitu:

  • Kompomer
  • Resin modified glass ionomer cement

 

Apa itu “tambalan sementara”?

Tambalan sementara biasanya digunakan pada:

  1. Kasus yang memerlukan lebih dari 1 kali kunjungan
  2. Perawatan saluran akar (untuk tambalan antar kunjungan, bukan tambalan final)
  3. Kasus darurat misalnya gigi sangat nyeri sehingga perlu penanganan segera namun gigi belum dapat langsung ditambal permanen.

Seperti namanya, tambalan sementara hanya digunakan untuk sementara, tidak dapat digunakan sebagai tambalan final atau tambalan permanen. Tambalan sementara hanya dapat bertahan paling lama sekitar 1 bulan. Tambalan sementara sifatnya “berpori-pori” sehingga mudah lepas, terkikis, dan tidak dapat melindungi jaringan di bawahnya dengan maksimal. Apabila tambalan sementara dibiarkan terus menerus dan tidak segera diganti dengan tambalan permanen, maka gigi bisa terkena infeksi kembali seperti sebelum dibersihkan oleh dokter gigi atau mungkin terjadi hal lain yang tidak diinginkan.

 

Bagaimana cara merawat gigi yang sudah ditambal?

  1. Menjaga kebersihan gigi dan mulut seperti biasa yaitu menyikat gigi dengan pasta gigi berfluoride dan flossing menggunakan benang gigi. Flossing sangat penting terutama jika tambalan Anda berada di permukaan gigi yang menyentuh gigi sebelahnya.
  2. Check-up rutin ke dokter gigi tiap 6 bulan sekali. Apabila ada gigi lain yang berlubang ataupun masalah gigi dan mulut lainnya, dokter gigi bisa segera melakukan tindakan saat masalahnya belum parah.
  3. Saat check-up ke dokter gigi, tanyakan apakah tambalan di gigi Anda masih baik. Tambalan dapat bertahan hingga bertahun-tahun. Namun akan tiba saatnya tambalan perlu diganti. Jika tepi tambalan terkikis, menghitam, atau sudah tidak rapat dengan gigi, bakteri dapat masuk ke celah antara tambalan dengan gigi yang sehat. Akibatnya, masalah gigi berlubang dapat timbul kembali. Bakteri yang masuk ke celah antara tambalan-gigi tidak dapat dibersihkan hanya dengan sikat gigi. Proses gigi berlubang akan kembali berkembang di sepanjang tepi tambalan atau di bawah tambalan. Jika tambalan tidak diganti, karies akan berlanjut menjadi infeksi pulpa gigi sehingga memerlukan perawatan yang lebih kompleks seperti perawatan saluran akar.

 

Nah demikian penjelasannya ya sahabat MHDC, bila ada hal yang perlu dikonsultasikan lebih lanjut, silahkan berkonsultasi dengan tim dokter gigi di klinik MHDC atau klinik Medikids terdekat yaa. Terima kasih, semoga bermanfaat.

 

Artikel ditulis oleh drg. Nadia Fadila Irfani dan drg. Laila Novpriati

 

REFERENSI:

Tooth-colored fillings. From “For the Dental Patients”. Journal of the American Dental Association. 2002 August Vol.133 p.1143

When a filling needs to be replaced.  From “For the Dental Patients”. Journal of the American Dental Association. 2005 July Vol.136 p.1062

Dental Filling Options. 2019. Mouth Healthy by the American Dental Association. From https://www.mouthhealthy.org/en/az-topics/d/dental-filling-options

Dental Fillings. WebMD. From https://www.webmd.com/oral-health/guide/dental-health-fillings#1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *