fbpx

Penting! Inilah Alasan Vaksin Anak Tidak Boleh Dilewatkan

Mungkin banyak dari moms yang masih bingung dan ragu untuk memberikan vaksin ke anak. BunDok akan jelasin sedikit dulu yaa. Pemberian vaksin, baik untuk anak-anak maupun untuk dewasa, merupakan cara pencegahan penyakit yang umum dilakukan ya Moms. Vaksin yang mengandung virus atau bakteri yang telah dilemahkan, atau protein mirip bakteri yang diperoleh dari pengembangan di laboratorium, bekerja mencegah penyakit dengan cara menimbulkan reaksi imunitas tubuh dan mempersiapkan tubuh untuk melawan serangan infeksi di kemudian hari.


 

 

Jadi vaksin untuk anak itu penting kan Moms?


 

 

Pemberian vaksin penting untuk menjaga keselamatan si buah hati. Di artikel ini, BunDok akan menjelaskan secara detail tentang vaksin anak mulai dari manfaat, jenis vaksin, jadwal vaksin, dan beberapa hal penting lainnya. Pastikan Moms menyimak dengan baik ya


 

 

 

 

Rubella adalah infeksi virus yang menyebabkan ruam merah di kulit. Penyakit ini juga menyebabkan penyakit kelenjar getah bening leher, dan daerah belakang telinga membengkak. Gejalanya sulit dideteksi pada anak. Gejala baru akan muncul saat 2-3 minggu setelah terinfeksi

 

Pemberian vaksin dianjurkan saat anak memasuki usia 9 bulan sampai paling lambat 15 tahun. Dengan pemberian sebanyak minimal 1 kali seumur hidup.

 

 

JE

 

Vaksin ini diberikan untuk mencegah penyakit Japanese encephalitis yang diakibatkan oleh nyamuk culex tritaeniorhynchus. Nyamuk jenis ini biasa berkembang biak pada area persawahan, irigasi, dan peternakan babi. Pada musim penghujan dan malam hari pertumbuhan nyamuk meningkat.

 

Indonesia merupakan salah satu dari negara di Asia yang menjadi daerah endemik. Oleh sebab itu, pemberian vaksin ini sangat dianjurkan. Terlebih infeksi ini belum ditemukan obatnya.

 

Vaksin dapat diberikan pada bayi yang berusia 2-12 bulan. Anak dan orang dewasa yang belum divaksin juga sangat dianjurkan untuk segera diberikan vaksin.

 

 

Varisela

 

Merupakan vaksin yang diberikan untuk pencegahan penyakit cacar air yang disebabkan infeksi virus varicella zoster. Cacar air memiliki gejala demam tinggi, ruam menyerupai bintik melepuh berisi cairan, dan akan pecah pada waktunya. Pada umumnya penyakit ini sering menjangkit anak-anak, namun tidak menutup kemungkinan orang dewasa juga bisa terjangkit.

 

Pemberian vaksin varicella lebih optimal jika diberikan pada masa bayi hingga anak-anak.

 

 

Hepatitis A

 

Vaksin yang diberikan kepada anak untuk mencegah penyakit hepatitis A. Penyakit ini merupakan penyakit yang menyerang organ hati yang dapat menyebabkan peradangan dan kerusakan hati. Penyakit ini dapat menular melalui feses dan oral yang terbawa dalam makanan, air atau benda tertentu. Dalam hal ini kebersihan harus sangat dijaga.

 

Vaksin diberikan kepada anak balita yang saat mau menginjak usia 2 tahun.

 

 

Tifoid

 

Imunisasi ini bekerja untuk mencegah infeksi bakteri salmonella typhii yang menjadi penyebab penyakit tipes.

 

Kapan anak mendapatkan vaksin tifoid? Pemberian ulang imunisasi tifoid setiap tiga tahun sekali pada anak 2 tahun.

 

 

HPV

 

Infeksi virus HPV terjadi pria dan wanita pada sel kulit dan membran mukosa, salah satu yang paling sering area kelamin.

 

Pada area kelamin, kanker bisa terjadi pada leher rahim, vulva, vagina, dan penis. Sementara untuk area non-kelamin, kanker bisa terjadi pada area mulut dan saluran pernapasan atas.

 

Kapan waktu imunisasi HPV pada anak? Jadwal pemberian imunisasi HPV pada anak remaja usia 9-14 tahun, pemberiannya dua kali dengan jeda atau interval 6-12 bulan.

 

 

Dengue

 

Vaksin ini diberikan untuk mencegah penyakit demam berdarah. Vaksin berisi virus dengue yang telah dilemahkan agar merangsang tubuh membentuk kekebalan sehingga dapat melawan virus tersebut.

 

Pemberiannya diberikan sebanyak 3 kali dengan jarak 4-6 bulan dari vaksin pertama. Vaksin lebih aman diberikan untuk anak di atas usia 9 tahun.

 

 

Wah, Sudah Terlambat Vaksin Anak. Apa yang Harus Dilakukan?

 

Mungkin kadang Moms suka lupa akan jadwal vaksi anak, kalau sudah terlambat seperti ini apa bisa dikejar ya?

 

Menurut dr Piprim B. Yanuarso, SpA(K) dari Ikatan Dokter Anak Indonesia atau IDAI, pemberian imunisasi yang tidak sesuai jadwal atau belum lengkap tersebut bukan merupakan hambatan untuk melanjutkan imunisasi. Anak yang usianya sudah besar bisa mengejar tertinggalnya tersebut dengan tetap melengkapi imunisasi (catch up immunization).

 

Jadi Moms bisa tetap memberikan jenis vaksin berikutnya sesuai jadwal. Tidak peduli berapa pun jarak keterlambatannya. Satu hal yang perlu Moms garis bawahi adalah tidak ada kata terlambat untuk menyusulkan pemberian vaksin yang sudah terlewat.

 

Ingat, pemberian vaksin tidak hanya melindungi anak terkena berbagai penyakit berbahaya, tapi juga mencegah penularan penyakit dari orang ke orang.

 

 

Baca Juga: Pilih Pasta Gigi Yang Mana Ya? Berfluoride Atau Non Fluoride?

 

 

Moms Bisa Mendapatkan Vaksin Anak di Tempat-tempat ini ya Moms

 

  1. Posyandu
  2. Puskesman
  3. Klinik Vaksin

Pelayanan vaksin untuk anak dan dewasa

MHDC Clinic juga menyediakan pelayanan vaksinasi untuk anak dan dewasa. Vaksin yang tersedia cukup lengkap, ditunjang juga dengan suasana kliniknya  yang playful dan unik, serta sangat ramah anak

 

Yuk Moms segera berikan vaksin kepada anak sebagai langkah awal untuk pencegahan berbagai macam virus dan penyakit.

 

 

Referensi

 

Santoso, D. B. (2017, Juni 8). Artikel. Retrieved from idai.or.id: https://www.idai.or.id/artikel/klinik/imunisasi/apakah-vaksin-aman-bagi-anak

 

 

Soedjatmiko, D. (2013, Agustus 28). Artikel. Retrieved from idai.or.id: https://www.idai.or.id/artikel/klinik/imunisasi/imunisasi-penting-untuk-mencegah-penyakit-berbahaya

 

 

Rusmil, K. (2015, Mei 30). Artikel. Retrieved from idai.or.id: https://www.idai.or.id/artikel/klinik/imunisasi/melengkapimengejar-imunisasi-bagian-iv

 

× Ada yang bisa dibantu?