Penting! Inilah Alasan Vaksin Anak Tidak Boleh Dilewatkan

Mungkin banyak dari moms yang masih bingung dan ragu untuk memberikan vaksin ke anak. BunDok akan jelasin sedikit dulu yaa. Pemberian vaksin, baik untuk anak-anak maupun untuk dewasa, merupakan cara pencegahan penyakit yang umum dilakukan ya Moms. Vaksin yang mengandung virus atau bakteri yang telah dilemahkan, atau protein mirip bakteri yang diperoleh dari pengembangan di laboratorium, bekerja mencegah penyakit dengan cara menimbulkan reaksi imunitas tubuh dan mempersiapkan tubuh untuk melawan serangan infeksi di kemudian hari.

 


Jadi vaksin untuk anak itu penting kan Moms?

 


Pemberian vaksin penting untuk menjaga keselamatan si buah hati. Di artikel ini, BunDok akan menjelaskan secara detail tentang vaksin anak mulai dari manfaat, jenis vaksin, jadwal vaksin, dan beberapa hal penting lainnya. Pastikan Moms menyimak dengan baik ya

 


Sebenarnya, Apa itu Vaksin?

 

 

Vaksin Anak

 


Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dalam situs resminya, Vaksin adalah suatu produk yang menghasilkan kekebalan terhadap penyakit dan dapat diberikan melalui jarum suntik, kulit, atau diberikan dengan penyemprotan. Vaksinasi adalah tindakan penyuntikan organisme yang mati atau dilemahkan, yang akan menghasilkan kekebalan tubuh terhadap organisme tersebut.

 


BunDok juga mau kasih tau nih tahapan pembentukan vaksin

 

  • Tahap Preklinik: Riset dilakukan di laboratorium dan pada binatang, termasuk di dalamnya:
    • Identifikasi / penemuan antigen
    • Kreasi konsep vaksin
    • Evaluasi khasiat vaksin di laboratorium dan binatang
    • Standar pembuatan vaksin menggunakan standar Good Manufacturing Practice yang dikeluarkan oleh WHO.
  • Tahap Klinik: Diuji pada manusia
    • Dilakukan bertahun tahun dimulai dari fase I sampai dengan fase IV
    • Berdasarkan prinsip etika yang ketat, dan persetujuan relawan
    • Fokus pada keamanan dan khasiat

 


Proses produksi vaksin melalui riset yang panjang serta menggunakan standar Good Clinical Practive serta berdasar etik yang ketat sehingga vaksin dipastikan aman dan efektif untuk anak ya Moms.

 

 

Manfaat Pemberian Vaksin Anak

 

Vaksin Anak

 


Pemberian vaksin ini tidak hanya bermanfaat untuk anak saja lho Moms, tapi juga bermanfaat untuk mencegah penyebaran ke adik, kakak dan anak-anak lain disekitarnya.

 

Kenapa begitu?

 

Moms, bayi dan anak yang sejak kecil sudah mendapat imunisasi dasar lengkap akan terlindung dari beberapa penyakit berbahaya dan akan mencegah penularan ke adik, kakak dan teman-teman di sekitarnya. Pemberian vaksin ini akan meningkatkan kekebalan tubuh anak sehingga mampu melawan penyakit yang dapat dicegah dengan vaksin tersebut. Anak yang telah diimunisasi bila terinfeksi oleh kuman, maka tidak akan menularkan ke adik, kakak, atau teman-teman di sekitarnya.

 

 

Si Kecil Tidak Diberi Vaksin Anak, Apa yang Akan Terjadi?

 

Vaksin Anak

 


Moms, kalau anak tidak diberikan vaksin maka dapat membahayakan keselamatan anak dan anak-anak lain di sekitarnya. Jika anak tidak diberikan vaksin, maka tubuhnya tidak mempunyai kekebalan yang spesifik terhadap penyakit tersebut. Bila kuman berbahaya yang masuk cukup banyak maka tubuhnya tidak mampu melawan kuman tersebut sehingga bisa menyebabkan sakit berat, cacat atau meninggal.

 


Tidak hanya membahayakan diri anak, kuman-kuman tersebut juga dapat menyebar ke adik, kakak dan teman lain disekitarnya sehingga dapat menimbulkan wabah yang menyebar kemana-mana menyebabkan cacat atau kematian lebih banyak.

 

 

Kapan Vaksin Anak Harus Diberikan?

 

Moms gak perlu bingung kapan waktu yang tepat untuk memberikan vaksin kepada anak.
Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) sudah memperbarui jadwal imunisasi pada tahun 2020 lalu. Moms dapat dengan mudah mengetahui waktu pemberian vaksin yang tepat sesuai dengan usia si kecil. Berikut jadwalnya yaa Moms.

 

Jadwal Vaksin Anak

 


Jika Moms lihat pada jadwal di atas ada beberapa warna untuk membedakan waktu pemberian imunisasi pada bayi baru lahir sampai anak usia remaja.

 

  • Biru: waktu imunisasi optimal sesuai usia.
  • Kuning: imunisasi kejar (catch up) yang diberikan di luar waktu yang direkomendasikan.
  • Merah muda: unisasi penguat (booster) atau imunisasi yang perlu diulang.
  • Oranye: imunisasi pada daerah endemis.

 


Untuk membaca kolom usia, bayi usia kurang dari dua tahun hitungannya dalam bulan. Sementara itu, anak usia lebih dari dua tahun hitungannya dalam tahun.

 

 

Sumber: https://www.idai.or.id/artikel/klinik/imunisasi/melengkapimengejar-imunisasi-bagian-iv

 

 

Jenis-jenis Vaksin Anak yang Perlu Si Kecil Dapatkan

 

 

Hepatitis B

 

Vaksin diberikan pada anak untuk mencegah penyakit hepatitis B. Penyakit ini merupakan penyakit yang menyerang organ hati yang dapat menyebabkan peradangan dan kerusakan hati. Penyakit ini dapat menular melalui feses dan oral yang terbawa dalam makanan, air atau benda tertentu.

Pemberian vaksin hepatits B diberikan sebanyak 4 kali. Pertama kali adalah 12 jam setelah bayi lahir. Kemudian diberikan berturut-turut saat usia 2, 3, dan 4 bulan. Jika belum divaksin sejak lahir, wajib diberikan pada anak usia di bawah 19 tahun.

 

 

Polio

 

Vaksin yang diberikan untuk mencegah penyakit polio. Polio dapat menyebabkan kelumpuhan organ tubuh hingga terparah dapat menyebabkan kematian. Virus polio hidup di tenggorokan dan usus yang dapat disebabkan melalui kontak cairan dan tinja.

Agar optimal vaksin diberikan pada bayi baru lahir, kemudian diberikan kembali pada usia 2,3, dan 4 bulan.

 

 

BCG

 

Vaksin yang diberikan untuk mencegah penyakit tuberculosis. Vaksin ini terbuat dari baksil tuberculosis (mycrobacterium bovis) yang dilemahkan untuk merangsang system ketebalan tubuh agar dapat melawan bakteri TB nantinya.Vaksin BCG perlu diperlukan satu kali seumur hidup. Paling efektif diberikan pada bayi usia 0-2 bulan.

 

 

DTP

 

Pemberian vaksinasi ini bertujuan untuk mencegah tiga penyakit sekaligus dalam satu suntikan, yaitu difteri, pertusis (batuk rejan), dan tetanus. Ketiganya merupakan penyakit yang sangat parah dan bisa menyebabkan kematian anak.

Jadwal imunisasi DPT pertama kali diberikan pada bayi usia dua bulan dengan interval atau jeda satu bulan sehingga pemberiannya saat bayi usia 2, 3, 4 bulan.

 

 

PCV

 

Vaksin untuk mencegah penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri Streptococcus pneumoniae atau kuman pneumokokus.Penyakit yang disebabkan bakteri ini adalah radang paru (pneumonia), radang selaput otak (meningitis), dan infeksi darah (bakteremia).

Jadwal imunisasi PCV dimulai sejak bayi usia 2 bulan dan diberikan 3 kali dengan interval 4-8 minggu (usia bayi 2, 4, 6 bulan).

 

 

Rotavirus

 

Vaksin jenis ini direkomendasikan untuk bayi dan anak-anak untuk mencegah penyakit gastroenteritis atau penyakit radang pada lambung dan usus. Gejala penyakit tersebut diantaranya adalah diare, demam, muntah, sulit makan dan minum, serta sakit perut.

Pada umumnya penyakit menyerang bayi dan anak-anak dan menyebabkan dehidrasi berat. Jika dalam kondisi parah dan tidak ditangani dengan sigap bisa menyebabkan kematian. Penyebaran virus sangat mudah karena bisa ditularkan melalui tangan kotor dan kebersihan yang kurang terjaga.

Pemberian vaksin dilakukan pada saat anak usia 2 bulan, 4 bulan, dan 6 bulan.

 

 

Influenza

 

Pada musim pancaroba virus influenza seringkali menjangkit khususnya pada anak. Influenza adalah penyakit virus akut yang dapat menular dan menyerang saluran pernafasan. Penularannya sangat mudah, melalui udara, dan kontak fisik dengan penderita.

 

Vaksin Influenza diberikan untuk mencegah penyakit tersebut. Dianjurkan diberikan pada anak mulai usia 6 bulan hingga 5 tahun.

 

 

MR/MMR

 

Jenis vaksin kombinasi yang diberikan kepada anak untuk mencegah penyakit mumps (gondongan), measless (campak), dan rubella (campak jerman).

 

Gejala umum penyakit campak  diantaranya ruam merah di kulit, batuk, demak, hidung mengeluarkan ingus, dan bitnik putih di mulut. Dalam kondisi parah campak dapat menyebabkan peradangan otak yang berakibat kejang-kejang pada anak.

 

Gondongan adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus yang menjangkit kelenjar ludah. Biasanya terjadi pada anak usia 2-12 tahun. Penyebarannya melalui air liur yang tersebar melalui udara.

 

Rubella adalah infeksi virus yang menyebabkan ruam merah di kulit. Penyakit ini juga menyebabkan penyakit kelenjar getah bening leher, dan daerah belakang telinga membengkak. Gejalanya sulit dideteksi pada anak. Gejala baru akan muncul saat 2-3 minggu setelah terinfeksi

 

Pemberian vaksin dianjurkan saat anak memasuki usia 9 bulan sampai paling lambat 15 tahun. Dengan pemberian sebanyak minimal 1 kali seumur hidup.

 

 

JE

 

Vaksin ini diberikan untuk mencegah penyakit Japanese encephalitis yang diakibatkan oleh nyamuk culex tritaeniorhynchus. Nyamuk jenis ini biasa berkembang biak pada area persawahan, irigasi, dan peternakan babi. Pada musim penghujan dan malam hari pertumbuhan nyamuk meningkat.

 

Indonesia merupakan salah satu dari negara di Asia yang menjadi daerah endemik. Oleh sebab itu, pemberian vaksin ini sangat dianjurkan. Terlebih infeksi ini belum ditemukan obatnya.

 

Vaksin dapat diberikan pada bayi yang berusia 2-12 bulan. Anak dan orang dewasa yang belum divaksin juga sangat dianjurkan untuk segera diberikan vaksin.

 

 

Varisela

 

Merupakan vaksin yang diberikan untuk pencegahan penyakit cacar air yang disebabkan infeksi virus varicella zoster. Cacar air memiliki gejala demam tinggi, ruam menyerupai bintik melepuh berisi cairan, dan akan pecah pada waktunya. Pada umumnya penyakit ini sering menjangkit anak-anak, namun tidak menutup kemungkinan orang dewasa juga bisa terjangkit.

 

Pemberian vaksin varicella lebih optimal jika diberikan pada masa bayi hingga anak-anak.

 

 

Hepatitis A

 

Vaksin yang diberikan kepada anak untuk mencegah penyakit hepatitis A. Penyakit ini merupakan penyakit yang menyerang organ hati yang dapat menyebabkan peradangan dan kerusakan hati. Penyakit ini dapat menular melalui feses dan oral yang terbawa dalam makanan, air atau benda tertentu. Dalam hal ini kebersihan harus sangat dijaga.

 

Vaksin diberikan kepada anak balita yang saat mau menginjak usia 2 tahun.

 

 

Tifoid

 

Imunisasi ini bekerja untuk mencegah infeksi bakteri salmonella typhii yang menjadi penyebab penyakit tipes.

 

Kapan anak mendapatkan vaksin tifoid? Pemberian ulang imunisasi tifoid setiap tiga tahun sekali pada anak 2 tahun.

 

 

HPV

 

Infeksi virus HPV terjadi pria dan wanita pada sel kulit dan membran mukosa, salah satu yang paling sering area kelamin.

 

Pada area kelamin, kanker bisa terjadi pada leher rahim, vulva, vagina, dan penis. Sementara untuk area non-kelamin, kanker bisa terjadi pada area mulut dan saluran pernapasan atas.

 

Kapan waktu imunisasi HPV pada anak? Jadwal pemberian imunisasi HPV pada anak remaja usia 9-14 tahun, pemberiannya dua kali dengan jeda atau interval 6-12 bulan.

 

 

Dengue

 

Vaksin ini diberikan untuk mencegah penyakit demam berdarah. Vaksin berisi virus dengue yang telah dilemahkan agar merangsang tubuh membentuk kekebalan sehingga dapat melawan virus tersebut.

 

Pemberiannya diberikan sebanyak 3 kali dengan jarak 4-6 bulan dari vaksin pertama. Vaksin lebih aman diberikan untuk anak di atas usia 9 tahun.

 

 

Wah, Sudah Terlambat Vaksin Anak. Apa yang Harus Dilakukan?

 

Mungkin kadang Moms suka lupa akan jadwal vaksi anak, kalau sudah terlambat seperti ini apa bisa dikejar ya?

 

Menurut dr Piprim B. Yanuarso, SpA(K) dari Ikatan Dokter Anak Indonesia atau IDAI, pemberian imunisasi yang tidak sesuai jadwal atau belum lengkap tersebut bukan merupakan hambatan untuk melanjutkan imunisasi. Anak yang usianya sudah besar bisa mengejar tertinggalnya tersebut dengan tetap melengkapi imunisasi (catch up immunization).

 

Jadi Moms bisa tetap memberikan jenis vaksin berikutnya sesuai jadwal. Tidak peduli berapa pun jarak keterlambatannya. Satu hal yang perlu Moms garis bawahi adalah tidak ada kata terlambat untuk menyusulkan pemberian vaksin yang sudah terlewat.

 

Ingat, pemberian vaksin anak tidak hanya melindungi anak terkena berbagai penyakit berbahaya, tapi juga mencegah penularan penyakit dari orang ke orang.

 

 

Baca Juga: Pilih Pasta Gigi Yang Mana Ya? Berfluoride Atau Non Fluoride?

 

 

Moms Bisa Mendapatkan Vaksin Anak di Tempat-tempat ini ya Moms

 

  1. Posyandu
  2. Puskesman
  3. Klinik Vaksin

Pelayanan vaksin untuk anak dan dewasa

MHDC Clinic juga menyediakan pelayanan vaksinasi untuk anak dan dewasa. Vaksin yang tersedia cukup lengkap, ditunjang juga dengan suasana kliniknya  yang playful dan unik, serta sangat ramah anak

 

Yuk Moms segera berikan vaksin kepada anak sebagai langkah awal untuk pencegahan berbagai macam virus dan penyakit.

 

 

Referensi

 

Santoso, D. B. (2017, Juni 8). Artikel. Retrieved from idai.or.id: https://www.idai.or.id/artikel/klinik/imunisasi/apakah-vaksin-aman-bagi-anak

 

 

Soedjatmiko, D. (2013, Agustus 28). Artikel. Retrieved from idai.or.id: https://www.idai.or.id/artikel/klinik/imunisasi/imunisasi-penting-untuk-mencegah-penyakit-berbahaya

 

 

Rusmil, K. (2015, Mei 30). Artikel. Retrieved from idai.or.id: https://www.idai.or.id/artikel/klinik/imunisasi/melengkapimengejar-imunisasi-bagian-iv

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Ada yang bisa dibantu?