Home

Klinik Vaksinasi

Klinik Vaksinasi MHDC

MHDC Group merupakan salah satu klinik dengan pelayanan paling lengkap. MHDC klinik juga melayani vaksinasi untuk anak dan dewasa. Vaksin yang tersedia cukup lengkap, ditunjang juga dengan suasana kliniknya  yang playful dan unik, serta sangat ramah anak.

Vaksinasi merupakan langkah awal untuk pencegahan berbagai macam virus dan penyakit. Beberapa vaksin menjadi optimal jika diberikan sejak usia dini. Berikut ini adalah layanan vaksinasi yang tersedia di klinik MHDC.

 

Vaksinasi Anak

 

Vaksin yang diberikan untuk mencegah penyakit tuberculosis. Vaksin ini terbuat dari baksil tuberculosis (mycrobacterium bovis) yang dilemahkan untuk merangsang system ketebalan tubuh agar dapat melawan bakteri TB nantinya.

Vaksin BCG perlu diperlukan satu kali seumur hidup. Paling efektif diberikan pada bayi usia 0-2 bulan.

Vaksin yang diberikan untuk mencegah penyakit polio. Polio dapat menyebabkan kelumpuhan organ tubuh hingga terparah dapat menyebabkan kematian. Virus polio hidup di tenggorokan dan usus yang dapat disebabkan melalui kontak cairan dan tinja.

Vaksin Polio Injeksi diberikan melalui suntikan di lengan atau tungkai. Agar optimal vaksin diberikan pada bayi baru lahir, kemudian diberikan kembali pada usia 2,3, dan 4 bulan

Vaksin yang diberikan untuk menekan risiko terjangkit penyakit tetanus dan difteri. Difteri adalah penyakit yang dapat menular. Penyakit ini memiliki gejala sesak napas, pneumonia, kerusakan saraf, jantung, bahkan tingkat terparah dapat menyebabkan kematian. Sedangkan tetanus penderitanya dapat mengalami kejang dan kaku otot. Penyakit ini disebabkan bakteri yang masuk ke dalam tubuh melalui luka.

Vaksin difteri dapat diberikan dengan vaksin penyakit lain seperti tetanus. Vaksin jenis ini adalah vaksin Td. Vaksini ini dianjurkan pada anak usia remaja  atau dewasa. Jangka waktunya adalah setiap 10 tahun sekali.

Vaksin ini diberikan pada anak untuk mencegah penyakit campak. Vaksin campak termasuk salah satu program imunisasi lengkap yang telah dianjurkan pemerintah Indonesia melalui Kementrian Kesehatan.

Vaksin campak diberikan pada anak usia 9 bulan. Agar lebih optimal kerjanya, dianjurkan untuk menerima lagi 2 dosis  booster pada usia 18 bulan atau usia 15 bulan. Kemudian vaksin booster kedua diberikan saat anak berusia 5-7 tahun.

Termasuk salah satu vaksin kombinsi. Vaksin ini juga dikenal dengan nama vaksin pentabio. Vaksin DPT HEB B, HIB diberikan untuk mencegah penyakit difeteri, tetanus, pertussis, hepatitis B, dan haemophilus influenza tipe B.

Pentabio merupakan suspense homogen yang mengandung toksoid difteri dan tetanus murni, bakteri pertussis (batuk rejan) inaktif, antigen permukaan hepatitis B, murni yang tidak infeksius, dan komponen Hib yang tidak infeksius

Vaksin ini diberikan untuk mencegah penyakit Japanese encephalitis yang diakibatkan oleh nyamuk culex tritaeniorhynchus. Nyamuk jenis ini biasa berkembang biak pada area persawahan, irigasi, dan peternakan babi. Pada musim penghujan dan malam hari pertumbuhan nyamuk meningkat.

Indonesia merupakan salah satu dari negara di Asia yang menjadi daerah endemik. Oleh sebab itu, pemberian vaksin ini sangat dianjurkan. Terlebih infeksi ini belum ditemukan obatnya. Gejala infeksi Japanese encephalitis seperti demam, lemah, sakit kepala, mual, dan muntah.

Dalam kondisi parah penderita akan merasakan demam tinggi secara mendadak, disorientasi atau linglung, sakit kepala, kejang, koma, hingga kelumpuhan. Tingkat kematian akibat infeksi ini juga cukup tinggi yakni 20-30% dari penderita.

Vaksin dapat diberikan pada bayi yang berusia 2-12 bulan. Anak dan orang dewasa yang belum divaksin juga sangat dianjurkan untuk segera diberikan vaksin.

Vaksin ini diberikan untuk melindungi anak dari penyakit difteri, tetanus, whooping cough, dan polio.Vaksin diberikan dengan metode injeksi atau suntik. Pemberian vaksin dilakukan saat bayi berusia 8 minggu dan 16 minggu. Agar lebih optimal, berikan juga vaksin saat anak berusia 4-5 tahun dan 13-18 tahun. Bahan yang digunakan adalah pediacel.

Vaksin ini diberikan untuk melindungi anak dari penyakit difteri, tetanus, whooping cough, dan polio.Vaksin diberikan dengan metode injeksi atau suntik. Pemberian vaksin dilakukan saat bayi berusia 8 minggu dan 16 minggu. Agar lebih optimal, berikan juga vaksin saat anak berusia 4-5 tahun dan 13-18 tahun. Bahan yang digunakan adalah Infanrix IPV-HIB, merupakan salah satu jenis vaksin kombinasi.

Vaksin yang diberikan kepada anak untuk mencegah penyakit hepatitis A. Penyakit ini merupakan penyakit yang menyerang organ hati yang dapat menyebabkan peradangan dan kerusakan hati. Penyakit ini dapat menular melalui feses dan oral yang terbawa dalam makanan, air atau benda tertentu. Dalam hal ini kebersihan harus sangat dijaga.

Gejala yang muncul jika terjangkit hepatitis A adalah sakit kuning, sakit perut kronis dan diare, Lelah, demam, mual, muntah, dan nyeri sendi.

Vaksin diberikan kepada anak balita yang saat mau menginjak usia 2 tahun. Diberikan  sebanyak dua kali dengan jeda waktunya antara 6-12 bulan sejak diberikan pertama kali. Jenis yang digunakan untuk vaksin ini menggunakan jenis bahan havrix,

Vaksin yang diberikan kepada anak untuk mencegah penyakit hepatitis A. Penyakit ini merupakan penyakit yang menyerang organ hati yang dapat menyebabkan peradangan dan kerusakan hati. Penyakit ini dapat menular melalui feses dan oral yang terbawa dalam makanan, air atau benda tertentu. Dalam hal ini kebersihan harus sangat dijaga.

Gejala yang muncul jika terjangkit hepatitis A adalah sakit kuning, sakit perut kronis dan diare, Lelah, demam, mual, muntah, dan nyeri sendi.

Vaksin diberikan kepada anak balita yang saat mau menginjak usia 2 tahun. Diberikan  sebanyak dua kali dengan jeda waktunya antara 6-12 bulan sejak diberikan pertama kali. Jenis yang digunakan untuk vaksin ini menggunakan jenis bahan Avaxim 80. Konsultasikan dengan dokter terkait jenis bahan yang mana sebaiknya digunakan untuk anak.

 

Vaksin diberikan pada anak untuk mencegah penyakit hepatitis B. Penyakit ini merupakan penyakit yang menyerang organ hati yang dapat menyebabkan peradangan dan kerusakan hati. Penyakit ini dapat menular melalui feses dan oral yang terbawa dalam makanan, air atau benda tertentu. Dalam hal ini kebersihan harus sangat dijaga.

Perbedaan dengan hepatitis A, adalah pada perbedaan virus yang meninfeksi. Hepatitis A lebih mudah disembuhkan namun leih mudah untuk tertular, seperti dari kontak keringat. Sementara hepatitis B biasanya menular akibat sanitasi yang kotor dan lebih sulit untuk sembuh.

Gejala yang muncul jika terjangkit hepatitis B adalah sakit kuning, sakit perut kronis dan diare, Lelah, demam, mual, muntah, dan nyeri sendi.

Pemberian vaksin hepatits B diberikan sebanyak 4 kali. Pertama kali adalah 12 jam setelah bayi lahir. Kemudian diberikan berturut-turut saat usia 2, 3, dan 4 bulan. Jika belum divaksin sejak lahir, wajib diberikan pada anak usia di bawah 19 tahun. Bahan yang digunakan adalah Engerix 0.5.

Vaksin diberikan pada anak untuk mencegah penyakit hepatitis B. Penyakit ini merupakan penyakit yang menyerang organ hati yang dapat menyebabkan peradangan dan kerusakan hati. Penyakit ini dapat menular melalui feses dan oral yang terbawa dalam makanan, air atau benda tertentu. Dalam hal ini kebersihan harus sangat dijaga.

Perbedaan dengan hepatitis A, adalah pada perbedaan virus yang meninfeksi. Hepatitis A lebih mudah disembuhkan namun leih mudah untuk tertular, seperti dari kontak keringat. Sementara hepatitis B biasanya menular akibat sanitasi yang kotor dan lebih sulit untuk sembuh.

Gejala yang muncul jika terjangkit hepatitis B adalah sakit kuning, sakit perut kronis dan diare, Lelah, demam, mual, muntah, dan nyeri sendi.

Pemberian vaksin hepatits B diberikan sebanyak 4 kali. Pertama kali adalah 12 jam setelah bayi lahir. Kemudian diberikan berturut-turut saat usia 2, 3, dan 4 bulan. Jika belum divaksin sejak lahir, wajib diberikan pada anak usia di bawah 19 tahun. Bahan yang digunakan adalah Euvax B Pediatric.

Vaksin ini diberikan untuk mencegah penyakit demam berdarah. Vaksin berisi virus dengue yang telah dilemahkan agar merangsang tubuh membentuk kekebalan sehingga dapat melawan virus tersebut.

Indonesia merupakan salah satu daerah endemic demam berdarah, sehingga pemberian vaksin dengue sangat dianjurkan untuk anak. Pemberiannya diberikan sebanyak 3 kali dengan jarak 4-6 bulan dari vaksin pertama. Vaksin lebih aman diberikan untuk anak di atas usia 9 tahun.

Vaksin jenis ini direkomendasikan untuk bayi dan anak-anak untuk mencegah penyakit gastroenteritis atau penyakit radang pada lambung dan usus. Gejala penyakit tersebut diantaranya adalah diare, demam, muntah, sulit makan dan minum, serta sakit perut.

Pada umumnya penyakit menyerang bayi dan anak-anak dan menyebabkan dehidrasi berat. Jika dalam kondisi parah dan tidak ditangani dengan sigap bisa menyebabkan kematian. Penyebaran virus sangat mudah karena bisa ditularkan melalui tangan kotor dan kebersihan yang kurang terjaga.

Pemberian vaksin dilakukan pada saat anak usia 2 bulan, 4 bulan, dan 6 bulan. Pemberiannya dilakukan dengan melalu mulut atau oral.

Jenis vaksin kombinasi yang diberikan kepada anak untuk mencegah penyakit mumps (gondongan), measless (campak), dan rubella (campak jerman).

Gejala umum penyakit campak  diantaranya ruam merah di kulit, batuk, demak, hidung mengeluarkan ingus, dan bitnik putih di mulut. Dalam kondisi parah campak dapat menyebabkan peradangan otak yang berakibat kejang-kejang pada anak.

Gondongan adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus yang menjangkit kelenjar ludah. Biasanya terjadi pada anak usia 2-12 tahun. Penyebarannya melalui air liur yang tersebar melalui udara.

Rubella adalah infeksi virus yang menyebabkan ruam merah di kulit. Penyakit ini juga menyebabkan penyakit kelenjar getah bening leher, dan daerah belakang telinga membengkak. Gejalanya sulit dideteksi pada anak. Gejala baru akan muncul saat 2-3 minggu setelah terinfeksi

Pemberian vaksin dianjurkan saat anak memasuki usia 9 bulan sampai paling lambat 15 tahun. Dengan pemberian sebanyak minimal 1 kali seumur hidup.

Pada musim pancaroba virus influenza seringkali menjangkit khususnya pada anak. Influenza adalah penyakit virus akut yang dapat menular dan menyerang saluran pernafasan. Penularannya sangat mudah, melalui udara, dan kontak fisik dengan penderita.

Vaksin Influenza diberikan untuk mencegah penyakit tersebut. Dianjurkan diberikan pada anak mulai usia 6 bulan hingga 5 tahun. Pemeberiannya melalui semprotan yang diarahkan ke hidung pada orang sehat.

Vaksin ini diberikan untuk mencegah penyakit pneumonia dan meningitis yang disebabkan akibat bakteri pneumoiae streptococcus. Bakteri ini tinggal di dinding hidung dan bagian belakang tenggorokan. Dalam jumlah bakteri ini dapat menyebabkan infeksi pada saluran telinga tengah, saluran pernafasan, infeksi rongga sinus, dan meningitis.

Penyakit dapat tertular melalui kontak fisik, bersin, dan juga batuk. Oleh sebab itu sangat dianjurkan anak untuk mendapatkan vaksin ini. Vaksin ini dapat melindungi anak dari 13 jenis bakteri pneumococus.

Pemberiannya dianjurkan untuk bayi sebelum usia 2 tahun. Direkomendasikan saat usia 2,4, dan 6 bulan dengan booster 12-15 bulan.

Vaksi ini dapat melindungi anak dari 10 jenis bakteri pnemonia. Penyakit pneumonia dan meningitis disebabkan akibat bakteri pneumoiae streptococcus. Bakteri ini tinggal di dinding hidung dan bagian belakang tenggorokan. Dalam jumlah bakteri ini dapat menyebabkan infeksi pada saluran telinga tengah, saluran pernafasan, infeksi rongga sinus, dan meningitis.

Penyakit dapat tertular melalui kontak fisik, bersin, dan juga batuk. Oleh sebab itu sangat dianjurkan anak untuk mendapatkan vaksin ini. Vaksin ini dapat melindungi anak dari 13 jenis bakteri pneumococus.

Pemberiannya dianjurkan untuk bayi sebelum usia 2 tahun. Direkomendasikan saat usia 2,4, dan 6 bulan dengan booster 12-15 bulan.

Perbedaan dengan vaksin sebelumnya hanya pada jumlah strain atau serotype bakterinya saja.

Merupakan salah satu jenis vaksin kombinasi yang mengandung DPaT agar anak tidak mengalami demam terlalu tinggi dibanding dengan vaksin DPT biasa. Sesuai Namanya vaksin ini mencegah penyakit polio, demam, Tuberkulosis, dan hepatitis B. Pemberiannya dianjurkan untuk bayi usia 2 bulan sebanyak 1 kali suntik.

Vaksin jenis ini merupakan vaksin kombinasi yang tidak menggunakan bahan pengawet di dalamnya. Sama dengan sebelumnya vaksin ini mencegah penyakit polio, demam, Tuberkulosis, dan hepatitis B. Kelebih lain dari vaksini adalah lebih terjaga kesterilannya karena bisa langsung disuntikan. Pemberiannya dianjurkan untuk bayi usia 2 bulan sebanyak 1 kali suntik.

 

Jenis yang diberikan untuk booster aktif yang berfungsi mencegah tetanus, difteri dan batuk rejan. Pemberiaanya tidak diperbolehkan untuk anak di bawah 4 tahun. Rekomendasi diberikan saat anak sudah masuk usia lebih dari 7 tahun dengan pemberian 1 kali suntik.

 

Merupakan salah satu vaksin yang mengandung kombinasi difteri, tetanus, dan batuk rejan. Vaksin jenis ini merupakan vaksin tambahan terhadap vaksin Tdap. Vaksin ini diberikan setelah anak berusia di atas 7 tahun dengan jarak pengulangan umumnya 10 tahun.

Merupakan vaksin yang diberikan untuk pencegahan penyakit cacar air yang disebabkan infeksi virus varicella zoster. Cacar air memiliki gejala demam tinggi, ruam menyerupai bintik melepuh berisi cairan, dan akan pecah pada waktunya. Pada umumnya penyakit ini sering menjangkit anak-anak, namun tidak menutup kemungkinan orang dewasa juga bisa terjangkit.

Pemberian vaksin varicella lebih optimal jika diberikan pada masa bayi hingga anak-anak. Rekomendasi dari IDAI (Ikatan Dokter  Anak Indonesia) diberikan untuk anak usia 1 tahun ke atas sebanyak 1 kali.

Vaksin ini diberikan untuk mencegah penyakit yang disebabkan virus papilloma. Virus ini dapat menyebabkan penyakit kanker serviks, kanker dubur, dan kanker vagina. Vaksin jenis ini memberikan pelindungan setidaknya selama 5-10 tahun.  Pemberian vaksin dilakukan dengan injeksi. Agar optimal vaksin diberikan pada rentang usia 9 – 25 tahun.  Vaksin ini hanya diperuntukkan bagi perempuan.

Vaksin jenis ini sama dengan jenis sebelumnya (cervarix) namun dilengkapi agar bisa mencegah penyakit kutil kelamin. Tentunya vaksin ini juga melindungi dari kanker serviks, kanker dubur, dan kanker vagina. Selain untuk perempuan, vaksin ini bisa diberikan untuk laki-laki.

Agar optimal pemberian vaksin untuk perempuan di rentang usia 11 – 26 tahun sedangkan untuk laki-laki di rentang usia 11 – 21 tahun. Namun khusus untuk laki-laki bisa diberikan saat usia 9 tahun.

 

Vaksin yang diberikan untuk mencegah penyakit polio. Polio dapat menyebabkan kelumpuhan organ tubuh hingga terparah dapat menyebabkan kematian. Virus polio hidup di tenggorokan dan usus yang dapat disebabkan melalui kontak cairan dan tinja.

Vaksin polio oral atau oral polio vaccine (OPV) diberikan melalui system oral. OPV mengandung virus polio hidup yang dilemahkan agar nantinya tubuh memiliki daya tahan tubuh melawan virus tersebut.

Vaksinasi Dewasa

 

Vaksin ini diberikan untuk mencegah penyakit Japanese encephalitis yang diakibatkan oleh nyamuk culex tritaeniorhynchus. Nyamuk jenis ini biasa berkembang biak pada area persawahan, irigasi, dan peternakan babi. Pada musim penghujan dan malam hari pertumbuhan nyamuk meningkat.

Indonesia merupakan salah satu dari negara di Asia yang menjadi daerah endemik. Oleh sebab itu, pemberian vaksin ini sangat dianjurkan. Terlebih infeksi ini belum ditemukan obatnya. Gejala infeksi Japanese encephalitis seperti demam, lemah, sakit kepala, mual, dan muntah.

Dalam kondisi parah penderita akan merasakan demam tinggi secara mendadak, disorientasi atau linglung, sakit kepala, kejang, koma, hingga kelumpuhan. Tingkat kematian akibat infeksi ini juga cukup tinggi yakni 20-30% dari penderita.

Vaksin imojev untuk dewasa diberikan pada usia minimal 17 tahun dengan metode suntik.

Termasuk salah satu vaksin jenis booster. Vaksin ini mampu mencegah penyakit difteri, pertussis, dan tetanus untuk orang dewasa. Agar bekerja optimal, pemberian vaksin dianjurkan untuk usia orang dewasa.

Vaksin yang diberikan kepada anak untuk mencegah penyakit hepatitis A. Penyakit ini merupakan penyakit yang menyerang organ hati yang dapat menyebabkan peradangan dan kerusakan hati. Penyakit ini dapat menular melalui feses dan oral yang terbawa dalam makanan, air atau benda tertentu. Dalam hal ini kebersihan harus sangat dijaga.

Gejala yang muncul jika terjangkit hepatitis A adalah sakit kuning, sakit perut kronis dan diare, Lelah, demam, mual, muntah, dan nyeri sendi.

Jenis yang digunakan untuk vaksin ini menggunakan jenis bahan havrix dengan dosis dewasa. Pemberian dianjurkan untuk diberikan 10 tahun sekali.

Vaksin ini mengandung 160 U virus Hepatitis A inactive.Fungsinya adalah pencegahan penyakit hepatitis A. Penyakit ini merupakan penyakit yang menyerang organ hati yang dapat menyebabkan peradangan dan kerusakan hati. Penyakit ini dapat menular melalui feses dan oral yang terbawa dalam makanan, air atau benda tertentu. Dalam hal ini kebersihan harus sangat dijaga.

Gejala yang muncul jika terjangkit hepatitis A adalah sakit kuning, sakit perut kronis dan diare, Lelah, demam, mual, muntah, dan nyeri sendi. Pemberian vaksin diberikan pada saat usia remaja atau minimal 17 tahun.

Vaksin yang diberikan untuk mencegah penyakit hepatitis B. Penyakit ini merupakan penyakit yang menyerang organ hati yang dapat menyebabkan peradangan dan kerusakan hati. Penyakit ini dapat menular melalui feses dan oral yang terbawa dalam makanan, air atau benda tertentu. Dalam hal ini kebersihan harus sangat dijaga.

Perbedaan dengan hepatitis A, adalah pada perbedaan virus yang meninfeksi. Hepatitis A lebih mudah disembuhkan namun leih mudah untuk tertular, seperti dari kontak keringat. Sementara hepatitis B biasanya menular akibat sanitasi yang kotor dan lebih sulit untuk sembuh.

Gejala yang muncul jika terjangkit hepatitis B adalah sakit kuning, sakit perut kronis dan diare, Lelah, demam, mual, muntah, dan nyeri sendi.

Pemberian vaksin hepatits B dewasa dianjurkan diberikan sebelum memasuki usia 19 tahun. Namun orang dewasa yang berpotensi terjangkit virus ini juga dianjurkan untuk vaksin. Jenis vaksin  yang digunakan adalah Engerix 1.0 atau dengan dosis 1 mili.

Influenza adalah penyakit virus akut yang dapat menular dan menyerang saluran pernafasan. Penularannya sangat mudah, melalui udara, dan kontak fisik dengan penderita.

Vaksin Influenza  Dewasa diberikan untuk orang dewasa dengan usia minimal 16 tahun. Orang lanjut usia, pekerja medis, wanita hamil juga dianjurkan menurut WHO untuk diberikan vaksin influenza.

Vaksin ini diberikan untuk mencegah penyakit yang disebabkan virus papilloma. Virus ini dapat menyebabkan penyakit kanker serviks, kanker dubur, dan kanker vagina. Vaksin jenis ini memberikan pelindungan setidaknya selama 5-10 tahun.  Pemberian vaksin dilakukan dengan injeksi. Untuk usia remaja akhir 16-18 tahun dosis diberikan sebanyak 3 kali dengan rentang 1-6 bulan.  Vaksin ini hanya diperuntukkan bagi perempuan.

Vaksin jenis ini sama dengan jenis sebelumnya (cervarix) namun dilengkapi agar bisa mencegah penyakit kutil kelamin. Tentunya vaksin ini juga melindungi dari kanker serviks, kanker dubur, dan kanker vagina. Selain untuk perempuan, vaksin ini bisa diberikan untuk laki-laki.

Agar optimal pemberian vaksin untuk perempuan di rentang usia 11 – 26 tahun sedangkan untuk laki-laki di rentang usia 11 – 21 tahun.

 

Segera proteksi diri Anda dan buah hati dari berbagai macam penyakit dengan vaksin. Klinik Vaksin MHDC siap memberikan pelayanan vaksinasi terbaik untuk Anda!