Beberapa orang sering mengeluhkan mulut terasa asam dan pahit yang muncul tiba-tiba. Biasanya timbul setelah bangun tidur atau setelah makan. Namun, tak jarang juga orang yang menyepelekan kondisi tersebut karena mereka menganggap keluhan ini bisa hilang sendiri. Padahal, ini bisa jadi pertanda bahwa terdapat gangguan kesehatan pada tubuh kamu loh.
Kenapa Rasa Asam dan Pahit pada Mulut Bisa Tiba-Tiba Muncul?
Secara medis, rasa asam di mulut disebut sebagai dysgeusia asam. Hal ini terjadi karena terdapat perubahan komposisi zat atau cairan di dalam rongga mulut. Rasa asam muncul karena zat asam yang diproduksi lambung naik ke atas dan sampai ke mulut. Sedangkan untuk rasa pahit disebabkan oleh cairan empedu yang ikut terbawa ketika asam lambung naik. Proses ini disebut dengan regurgitasi. Umumnya, kondisi ini bisa bersifat sementara dan tidak berlangsung lama, tetapi jika berlangsung terus-menerus, ini merupakan sinyal dari tubuh yang patut kamu waspadai.
Apa Penyebab Mulut Terasa Asam dan Pahit?

Menurut beberapa penelitian, penyebab utama munculnya rasa asam dan pahit pada mulut adalah GERD (Gastroesophageal Reflux Disease). Dalam istilah sehari-hari kondisi ini disebut dengan penyakit asam lambung kronis.
GERD terjadi ketika Lower Esophageal Sphincter (katup pemisah antara lambung dan kerongkongan) melemah. Akibatnya, asam lambung dengan tingkat keasaman tinggi (pH 1,5–3,5) naik hingga ke rongga mulut.

Apabila asam lambung naik dan tidak segera ditangani, akan terjadi kerusakan pada kerongkongan. Jika dibiarkan dalam jangka panjang, akan menyebabkan kondisi serius seperti Barrett’s esophagus (prakanker) hingga kanker esofagus. Selain itu, asam yang naik hingga ke rongga mulut akan menggerus enamel gigi yang menyebabkan gigi menjadi lebih sensitif.
Supaya selalu terjaga dari bahaya GERD, yuk ketahui apa saja yang menjadi faktor penyebabnya:
1. Pola makan yang buruk.
Contoh kebiasaan buruk yang tanpa sadar sering kita lakukan adalah mengonsumsi makanan pedas berlemak, kopi, minuman soda, dan makan larut malam.
2. Stres berlebihan
Stres dapat meningkatkan hormon kortisol. Peningkatan ini bisa menyebabkan katup lambung melemah dan kerongkongan lebih sensitif terhadap asam.
3. Efek samping obat
Antibiotik, antidepresan, dan beberapa jenis obat dapat mengubah persepsi rasa atau mengurangi produksi air liur sehingga timbul rasa asam serta pahit di mulut.
4. Kurang minum air putih
Dehidrasi mengurangi produksi air liur yang berfungsi menetralkan asam secara alami di mulut. Inilah kenapa rasa asam dan pahit bisa muncul di mulut.
Cara Mengatasi Keluhan Asam dan Pahit di Mulut karena GERD
Kalau kamu punya keluhan ini dan ingin segera mengetasinya, yuk coba langkah-langkah berikut ini:
Terapkan Pola Hidup Sehat
Kurangi makanan pemicu seperti makanan pedas, berlemak, kopi, dan soda. Terapkan makan dengan porsi kecil tapi sering setiap 3–4 jam. Hindari tidur setelah makan karena akan menaikkan asam dari lambung ke kerongkongan. Tunggu minimal 30 menit. Apabila kamu sering mengalami refluks saat tidur, posisikan kepala lebih tinggi dari tubuhmu.
Konsumsi Obat yang Sesuai
Jika kamu memang memiliki GERD, ada tiga pilihan obat yang bisa dikonsumsi saat keluhan asam lambung menyerang. pertama adalah antasida untuk meredekan gejala dengan cepat. Kedua adalah H2 blocker seperti famotidine untuk mengurangi produksi asam hingga 12 jam. Ketiga adalah Proton Pump Inhibitor (PPI) seperti omeprazole yang efektif untuk jangka panjang.
Kalau gejalanya tidak segera hilang dan disertai tand-tanda seperti nyeri dada hebat, kesulitan menelan, muntah darah, atau berat badan turun drastis tanpa sebab, segeralah ke dokter agar tidak terjadi risiko komplikasi yang parah.
Kelola Stres
Stres juga merupakan penyebab terjadinya gangguan pada lambung. Luangkan waktu untuk meditasi, yoga, olahraga ringan, atau sekadar tidur yang cukup dan berkualitas agar fungsi katup lambungmu bekerja lebih optimal.
Jaga Kebersihan Mulut
Berkumur dengan air garam hangat dapat membantu menetralkan asam di mulut. Mengunyah permen karet dengan kandungan xylitol juga dapat merangsang produksi air liur, sehingga rasa asam dapat ternetralisir. Kandungan xylitol pada permen karet juga membantu memberi perlindungan pada gigi dari kuman penyebab masalah pada gigi. Jangan lupa untuk tetap menyikat gigi 2 kali sehari, pagi setelah sarapan dan malam sebelum tidur, serta membersihkan lidah. Pastikan juga kamu minum air putih minimal 8 gelas sehari.

Perlukah Periksa Ke Dokter Gigi?
Kalau semua langkah di atas sudah kamu lakukan dan masih belum ada perubahan, bisa jadi masalahnya justru ada pada gigimu. Oleh karena itu, jangan ragu untuk segera berkonsultasi ke dokter gigi.
Lakukan pengecekan gigi rutin setiap 6 bulan sekali di klinik gigi terdekat seperti Medikids Klinik. Ini penting dilakukan agar keluhan atau rasa tidak nyaman pada gigi dan mulut bisa segera diatasi.

Ditulis oleh: drg. Shalma Maulidya
Ditinjau oleh: drg. Rizky Aditiya Irwandi, MSc., Ph.D
Referensi:
- Ardhan, F. R., Budyono, C., & Cholidah, R. (2022). Hubungan pola makan dengan terjadinya GERD pada mahasiswa. Unram Medical Journal.
- Dewi, D. K., dkk. (2024). Relevansi antara puasa dan kejadian GERD. Jurnal Riset Pangan dan Gizi, 4(2), 1–8.
- El-Serag, H. B., et al. (2014). Update on the epidemiology of gastro-oesophageal reflux disease: A systematic review. Gut, 63(6), 871–880.
- Hariyani, N., dkk. (2024). Evaluasi penggunaan obat pada pasien GERD rawat jalan. Jurnal Pharma Bhakta, 4(1).
- Kaur, K., et al. (2021). Bitter and sweet taste perception and oral health. BMC Oral Health, 21, 553.
- Khasanah, T. A., & Safilah, F. (2023). Hubungan stres dengan kekambuhan GERD pada mahasiswa. Medika Respati, 13(20), 59–70.
- Maradjabessy, N. F. R., dkk. (2023). Kejadian GERD dan faktor-faktor yang berhubungan. HealthCare Nursing Journal, 6(2), 251–261.
- Radjamin, I. S. P., dkk. (2024). Karakteristik pasien GERD di RS Ibnu Sina Makassar. Fakumi Medical Journal, 4(5).
- Supriatiningrum, D. N., dkk. (2024). Asupan gizi pada pasien GERD selama bulan puasa. Jurnal Gizi dan Kesehatan, Poltekkes Aceh.
- Waluyo, S. J., & Solikah, S. N. (2023). Edukasi kesehatan penyakit asam lambung pada remaja. Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat.
- Zhang, D., et al. (2022). Global burden of gastroesophageal reflux disease. Journal of Gastroenterology and Hepatology.





