fbpx

Apa Saja Sih Jenis Gigi dan Jumlah Gigi Anak?

Bagikan :

jenis gigi dan jumlahnya

Table of Contents

Sepanjang hidupnya, manusia memiliki 2 set gigi, yaitu gigi susu/sulung dan gigi tetap/permanen. Di masa kanak-kanak, gigi yang ada di dalam mulut adalah gigi susu. Gigi susu berperan penting dalam proses tumbuh kembang anak, karena dengan bantuan gigi makanan dapat dikunyah dengan baik sehingga penyerapan nutrisi menjadi optimal. Selain itu, gigi juga mendukung pelafalan yang jelas saat berbicara. Gigi susu terdiri dari 20 buah gigi dengan 10 gigi di tiap rahangnya.

Secara umum, gigi susu terbagi menjadi 3 jenis, yaitu:

1. Gigi seri (Incisor)

Gigi seri adalah gigi susu yang terletak di depan dan terlihat jelas ketika tersenyum. Bentuk mahkotanya menyerupai segi empat, berfungsi untuk menggigit makanan. Terdapat 2 jenis gigi seri, yaitu gigi seri tengah (sentral) dan samping (lateral). Gigi seri merupakan gigi-gigi pertama yang muncul dalam rongga mulut anak, umumnya sejak usia 6-12 bulan. 

Gigi geraham susu bawah
Gigi geraham susu bawah

2. Gigi taring (Canine)

Gigi taring terletak di samping gigi seri dengan bentuk mahkota yang lebih meruncing untuk menyobek makanan. Pertumbuhan gigi ini dalam rongga mulut umumnya sejak usia 16-24 bulan. 

gigi taring anak
Gigi taring susu

 

3. Gigi geraham (Molar)

Gigi geraham merupakan gigi terbesar dalam susunan gigi susu. Terletak di belakang gigi taring, geraham susu terdiri dari dua jenis, yaitu geraham pertama dan kedua. Bentuk gigi tersebut segi empat dengan tonjolan-tonjolan yang berfungsi untuk melumat dan menghaluskan makanan. Gigi geraham susu mulai tumbuh sejak usia 14-30 bulan.

Gigi geraham susu bawah
Gigi geraham susu bawah

Pergantian gigi susu menjadi gigi tetap dimulai di usia 5-7 tahun. Secara umum, gigi tetap yang pertama tumbuh adalah gigi geraham tetap yang terletak di belakang gigi susu. Gigi susu kemudian akan berganti secara bertahap, umumnya gigi susu terakhir lepas di usia 12-14 tahun. Gigi tetap manusia berjumlah 32 buah yang terdiri dari 4 jenis, yaitu:

1. Gigi seri (Incisor)

Gigi seri tetap tumbuh menggantikan gigi susu pendahulunya mulai dari usia 6 tahun. Secara umum bentuknya sama dengan sebelumnya, namun berukuran lebih besar dan ada struktur tonjolan di tepinya, yang dikenal sebagai mamelon. Fungsi dari gigi seri tetap adalah untuk menggigit dan memotong makanan. Seiring gigi digunakan untuk mengunyah, mamelon akan terkikis dan tepi gigi menjadi rata.

Gigi seri tetap atas dan bawah
Gigi seri tetap atas dan bawah

 

2. Gigi taring (Canine)

Pada umumnya gigi taring tetap umumnya menggantikan gigi susu di usia 10-13 tahun. Gigi ini memiliki akar terbesar dan terpanjang dalam lengkung rahang. Fungsinya sama dengan gigi susu, yaitu untuk menyobek dan mengoyak makanan. Peran gigi taring sangat penting dalam menjaga susunan gigi. 

Gigi taring tetap atas
Gigi taring tetap atas

 

3. Gigi geraham kecil (Premolar)

Kedua gigi geraham susu anak akan digantikan oleh dua gigi geraham kecil. Proses ini umumnya berlangsung pada usia 9-12 tahun. Bentuknya sekilas seperti gigi taring, namun dengan permukaan kunyah yang lebih besar untuk melumatkan makanan. 

gigi geraham
Gigi geraham kecil/premolar 1 dan 2 atas

4. Gigi geraham (Molar)

Gigi geraham tetap tumbuh tanpa ada gigi susu pendahulunya. Fungsi gigi geraham adalah untuk mengunyah dan menghaluskan makanan. Terdapat 3 jenis gigi geraham pada manusia, yaitu geraham pertama, kedua, dan geraham ketiga. Geraham ketiga umumnya tumbuh mulai dari usia 18 tahun dan dikenal juga sebagai gigi bungsu. 

Gigi geraham anak
Gigi geraham pertama, kedua, dan ketiga bawah

Apabila gigi anak terlihat tumbuh bertumpuk sedangkan gigi susunya masih belum lepas, gigi susu tersebut harus segera dicabut untuk mencegah susunan gigi yang berantakan. Walaupun gigi susu akan digantikan oleh gigi tetap, kerusakan pada gigi susu yang tidak segera ditangani dapat menyebabkan kerusakan pada gigi tetap penggantinya. Oleh karena itu, selalu lakukan cek gigi secara rutin setiap 6 bulan sekali ke dokter gigi. Di klinik Medikids dan MHDC Si Kecil bisa cek gigi dengan nyaman dan menyenangkan oleh dokter-dokter ramah yang telah berpengalaman di bidangnya. Yuk, cek gigi di Medikids sekarang!

reservasiditulis oleh: drg. Khuzaima

Referensi:

  1. Nelson, S.J. and Ash, M.M. (2010) Wheeler’s Dental Anatomy, Physiology, and Occlusion. Saunders, Elsevier.
  2. Dean, J.A. et al. (2022) McDonald and Avery’s dentistry for The child and adolescent. St. Louis, MO: Elsevier. 
  3. Scheid, R.C. and Weiss, G. (2020) Woelfel’s dental anatomy. Burlington, MA: Jones & Bartlett Learning. 

Instagram MHDC GROUP