fbpx
Overview

Epilepsi adalah gangguan pada sistem saraf pusat (neurologis) di mana aktivitas otak menjadi tidak normal, menyebabkan kejang atau periode perilaku yang tidak biasa, sensasi dan terkadang kehilangan kesadaran.

Siapapun bisa terkena epilepsi. Kondisi ini dapat mempengaruhi pria dan wanita dari semua ras, latar belakang etnis dan usia.

Gejala kejang dapat sangat bervariasi. Beberapa orang hanya menatap kosong selama beberapa detik selama kejang, sementara yang lain berulang kali menggerakkan lengan atau kaki mereka. Mengalami kejang tunggal tidak berarti Anda menderita epilepsi. Setidaknya dua kejang tanpa pemicu yang diketahui (kejang tak beralasan) yang terjadi setidaknya 24 jam diperlukan sebagai gejala yang merujuk.

Pengobatan dengan obat-obatan atau kadang-kadang pembedahan dapat mengontrol kejang bagi sebagian besar penderita epilepsi. Beberapa orang memerlukan perawatan seumur hidup untuk mengendalikan kejang, tetapi bagi orang lain, kejang dapat hilang dengan sendirinya. Beberapa anak dapat mengatasi kondisi ini seiring bertambahnya usia.

Penyebab dan Gejala

Penyebab

Epilepsi tidak memiliki penyebab yang dapat diidentifikasi pada sekitar 50% orang dengan kondisi tersebut. Di separuh lainnya, kondisi tersebut dapat ditelusuri ke berbagai faktor, termasuk:

  • Pengaruh genetik. Beberapa jenis epilepsi, yang dikategorikan berdasarkan jenis kejang yang Anda alami atau bagian otak yang terpengaruh, diturunkan dalam keluarga. Dalam kasus ini, kemungkinan ada pengaruh genetik.

Para peneliti telah menghubungkan beberapa jenis epilepsi dengan gen tertentu, tetapi bagi kebanyakan orang, gen hanyalah bagian dari penyebab epilepsi. Gen tertentu dapat membuat seseorang lebih sensitif terhadap kondisi lingkungan yang dapat memicu kejang.

  • Trauma kepala. Trauma kepala akibat kecelakaan mobil atau cedera traumatis lainnya dapat menyebabkan epilepsi.
  • Kelainan otak. Kelainan di otak, termasuk tumor otak atau malformasi vaskular seperti malformasi arteriovenosa (AVM) dan malformasi kavernosa, dapat menyebabkan epilepsi. Stroke adalah penyebab utama epilepsi pada orang dewasa yang lebih tua dari usia 35 tahun.
  • Infeksi. Meningitis, HIV, ensefalitis virus dan beberapa infeksi parasit dapat menyebabkan epilepsi.
  • Cedera sebelum lahir. Sebelum lahir, bayi sensitif terhadap kerusakan otak yang bisa disebabkan oleh beberapa faktor, seperti infeksi pada ibu, gizi buruk atau kekurangan oksigen. Kerusakan otak ini dapat mengakibatkan epilepsi atau palsi serebral.
  • Gangguan perkembangan. Epilepsi terkadang dapat dikaitkan dengan gangguan perkembangan, seperti autisme.

Gejala

Karena epilepsi disebabkan oleh aktivitas abnormal di otak, kejang dapat memengaruhi setiap proses koordinasi di otak Anda. Tanda dan gejala kejang mungkin termasuk:

  • Kebingungan sementara
  • Pandangan mata yang menatap lurus
  • Otot kaku
  • Gerakan menyentak yang tak terkendali dari lengan dan kaki
  • Kehilangan kesadaran
  • Gejala psikologis seperti ketakutan, kecemasan atau deja vu

Gejala bervariasi tergantung pada jenis kejang. Dalam kebanyakan kasus, seseorang dengan epilepsi akan cenderung memiliki jenis kejang yang sama setiap kali, sehingga gejalanya akan serupa dari episode ke episode.

Dokter pada umumnya mengklasifikasikan kejang sebagai fokal atau umum, berdasarkan bagaimana dan di mana aktivitas otak abnormal dimulai.

 

Kapan harus ke dokter?

Cari bantuan medis segera jika gejala berikut terjadi:

  • Kejang berlangsung lebih dari lima menit.
  • Pernapasan atau kesadaran tidak kembali setelah kejang berhenti.
  • Kejang kedua segera menyusul.
  • Anda demam tinggi.
  • Anda hamil.
  • Anda menderita diabetes.
  • Anda telah melukai diri sendiri selama kejang.
  • Anda terus mengalami kejang meskipun Anda telah minum obat anti-kejang.
  • Jika Anda mengalami kejang untuk pertama kalinya, dapatkan bantuan medis.
Perawatan

Dokter pada umumnya memulai dengan mengobati epilepsi dengan obat-obatan. Jika penggunaan obat tidak berhasil mengobati kondisi tersebut, dokter dapat mengusulkan operasi atau jenis perawatan lain.

Komplikasi

Mengalami kejang pada waktu-waktu tertentu dapat menyebabkan keadaan yang berbahaya bagi diri sendiri atau orang lain.

  • Jatuh. Jika Anda jatuh saat kejang, Anda dapat tidak sengaja melukai kepala atau mematahkan tulang Anda.
  • Tenggelam. Jika Anda menderita epilepsi, Anda 13-19 kali lebih mungkin tenggelam saat berenang atau mandi daripada orang lain karena kemungkinan kejang saat berada di dalam air.
  • Kecelakaan mobil. Kejang yang menyebabkan hilangnya kesadaran atau kontrol bisa berbahaya jika Anda mengendarai mobil atau mengoperasikan peralatan lain.

Banyak negara bagian memiliki pembatasan SIM terkait dengan kemampuan pengemudi untuk mengendalikan kejang dan memberlakukan jumlah waktu minimum agar pengemudi bebas dari kejang, mulai dari bulan hingga tahun, sebelum pda akhirnya diizinkan mengemudi.

  • Komplikasi kehamilan. Kejang selama kehamilan menimbulkan bahaya bagi ibu dan bayi, dan obat anti-epilepsi tertentu meningkatkan risiko cacat lahir. Jika Anda menderita epilepsi dan sedang mempertimbangkan untuk hamil, bicarakan dengan dokter Anda saat merencanakan kehamilan.

Kebanyakan wanita dengan epilepsi dapat hamil dan memiliki bayi yang sehat. Anda harus dipantau dengan cermat selama kehamilan, dan obat-obatan mungkin perlu disesuaikan. Sangat penting bagi Anda untuk bekerja sama dengan dokter Anda untuk merencanakan kehamilan Anda.

  • Masalah kesehatan emosional. Orang dengan epilepsi lebih cenderung memiliki masalah psikologis, terutama depresi, kecemasan, dan pikiran serta perilaku yang merujuk pada bunuh diri. Masalah yang terjadi mungkin merupakan akibat dari kesulitan menangani kondisi itu sendiri serta efek samping pengobatan, tetapi bahkan orang dengan epilepsi yang terkontrol dengan baik berisiko lebih tinggi.

Komplikasi epilepsi yang mengancam jiwa lainnya jarang terjadi, tetapi dapat terjadi, seperti:

  • Status epileptikus. Kondisi ini terjadi jika Anda berada dalam keadaan kejang terus menerus yang berlangsung lebih dari lima menit atau jika Anda sering mengalami kejang berulang tanpa mendapatkan kembali kesadaran penuh di antaranya. Orang dengan status epileptikus memiliki peningkatan risiko kerusakan otak permanen dan kematian.
  • Kematian mendadak tak terduga pada epilepsi / sudden unexpected death in epilepsy (SUDEP). Orang dengan epilepsi juga memiliki risiko kecil kematian mendadak yang tidak terduga. Penyebabnya tidak diketahui, tetapi beberapa penelitian menunjukkan hal itu mungkin terjadi karena diakibatkan oleh kondisi jantung atau pernapasan.

Orang dengan kejang tonik-klonik yang sering atau orang yang kejangnya tidak dikendalikan oleh obat-obatan mungkin berisiko lebih tinggi terkena SUDEP. Secara keseluruhan, sekitar 1% orang dengan epilepsi meninggal karena SUDEP. Ini paling umum pada mereka dengan epilepsi parah yang tidak menanggapi pengobatan.

Pencegahan
Hubungi Kami Disini!

Instagram MHDC GROUP