fbpx
Overview

Kram menstruasi (dysmenorrhea) adalah rasa nyeri atau kram di perut bagian bawah. Banyak wanita mengalami kram menstruasi sebelum dan selama periode menstruasi mereka.

Bagi sebagian wanita, ketidaknyamanan yang terjadi hanya mengganggu. Bagi yang lain, kram menstruasi bisa cukup parah hingga mengganggu aktivitas sehari-hari selama beberapa hari dalam sebulan.

Kondisi seperti endometriosis atau fibroid rahim dapat menyebabkan kram menstruasi. Mengobati penyebab yang mendasari kram tersebut adalah kunci untuk menghilangkan rasa sakit. Kram menstruasi yang tidak disebabkan oleh kondisi lain berkurang seiring bertambahnya usia dan sering kali membaik setelah melahirkan.

Penyebab dan Gejala

Penyebab

Selama periode menstruasi Anda, rahim Anda berkontraksi untuk mendorong keluar lapisan-lapisan darah yang melapisi rahim. Zat yang mirip dengan hormon (prostaglandin) yang terlibat dalam rasa sakit dan peradangan memicu kontraksi pada otot rahim. Tingkat prostaglandin yang lebih tinggi menyebabkan kram menstruasi yang lebih parah.

Kram menstruasi dapat disebabkan oleh:

  • Endometriosis. Jaringan yang bertindak mirip dengan lapisan rahim yang tumbuh di luar rahim, paling sering di saluran tuba, ovarium, atau jaringan yang melapisi panggul Anda.
  • Fibroid rahim. Pertumbuhan jinak pada dinding rahim ini dapat menyebabkan nyeri
  • Adenomiosis. Jaringan yang melapisi rahim Anda mulai tumbuh ke dalam dinding otot rahim.
  • Penyakit radang panggul. Infeksi pada sistem reproduksi wanita ini biasanya disebabkan oleh bakteri menular seksual.
  • Stenosis serviks. Pada beberapa wanita, lubang di leher rahim cukup kecil untuk menghalangi aliran menstruasi, menyebabkan peningkatan tekanan yang menyakitkan di dalam rahim.

Gejala

Gejala kram menstruasi meliputi:

  • Rasa sakit yang menusuk atau kram di perut bagian bawah yang mungkin terjadi secara intens
  • Rasa sakit yang dimulai 1-3 hari sebelum menstruasi, kemudian memuncak dalam 24 jam setelah menstruasi dimulai lalu hilang dalam 2-3 hari
  • Rasa ketidaknyamanan serta sakit terus menerus
  • Nyeri menjalar ke bawah punggung dan paha

Beberapa wanita juga mengalami:

  • mual
  • Sakit kepala
  • Pusing

 

Kapan harus ke dokter?

Temui penyedia layanan kesehatan Anda jika:

  • Memiliki kram menstruasi yang mengganggu Anda dalam berfungsi secara normal setiap bulan
  • Gejala Anda semakin memburuk
  • Anda baru saja mulai mengalami kram menstruasi yang parah setelah usia 25
Perawatan

Untuk meredakan kram menstruasi Anda, dokter Anda mungkin merekomendasikan hal berikut:

  • Pereda rasa sakit. Obat pereda nyeri yang dijual bebas seperti ibuprofen (Advil, Motrin IB, lainnya) atau naproxen sodium (Aleve) dalam dosis reguler dimulai dari sehari sebelum menstruasi dapat membantu mengontrol nyeri kram. Obat antiinflamasi nonsteroid yang di resepkan terlebih dahulu juga tersedia.

Mulai minum obat penghilang rasa sakit pada awal periode Anda atau segera setelah Anda mulai memiliki gejala dan terus minum obat selama dua sampai tiga hari atau sampai gejala hilang.

  • Kontrol kelahiran hormonal. Pil KB oral mengandung hormon yang dapat mencegah ovulasi dan mengurangi keparahan kram menstruasi. Hormon-hormon ini juga dapat diberikan dalam beberapa bentuk lain: suntikan, tambalan di kulit, implan yang ditempatkan di bawah kulit lengan, cincin fleksibel yang pas dengan vagina, atau alat kontrasepsi dalam rahim (Intrauterine Device / IUD).
  • Pembedahan. Jika kram menstruasi Anda disebabkan oleh kondisi seperti endometriosis atau fibroid rahim, operasi untuk memperbaiki masalah tersebut mungkin dapat membantu gejala Anda. Operasi pengangkatan rahim juga bisa menjadi pilihan jika pendekatan lain tidak meredakan gejala dan Anda tidak berencana untuk memiliki anak.
Komplikasi

Kram menstruasi tidak menyebabkan komplikasi medis lainnya, tetapi dapat mengganggu aktivitas sekolah, pekerjaan, dan  kehidupan sosial. Namun, beberapa kondisi yang terkait dengan kram menstruasi dapat menyebabkan komplikasi. Misalnya, endometriosis dapat menyebabkan masalah kesuburan. Penyakit radang panggul dapat melukai saluran tuba, meningkatkan risiko ovum ditanam di luar rahim (kehamilan ektopik).

Pencegahan
Hubungi Kami Disini!

Instagram MHDC GROUP