Pernah nggak sih kamu merasakan sakit gigi yang sangat mengganggu? Sakit yang bukan sekadar ngilu seperti terkena air dingin, namun sakit yang berdenyut, menjalar ke kepala, bahkan membuat susah tidur dan beraktivitas. Biasanya, ini jadi tanda kalau ada lubang pada gigi yang sudah dalam dan mengenai bagian paling sensitif di gigi, yaitu saraf gigi.
Di momen seperti ini, dokter gigi sering menyarankan tindakan yang terdengar cukup menyeramkan, yaitu prosedur mematikan saraf gigi. Tapi tenang, prosedur ini bukan sesuatu yang perlu kamu takuti, malah ini adalah cara untuk menyelamatkan gigi kamu dari rasa sakit dan juga kerusakan yang lebih parah.
Ketika Lubang Gigi Sudah Sampai ke Saraf
Gigi berlubang yang dibiarkan terlalu lama bisa menjadi jalan masuk bagi bakteri menuju pulpa, yaitu area terdalam pada gigi yang berisi saraf dan pembuluh darah. Ketika bakteri udah mencapai area ini, mereka akan menginfeksi area pulpa dan terjadilah peradangan yang disebut dengan pulpitis. Saat ini terjadi, akan muncul rasa sakit yang tidak tertahankan sehingga diperlukan perawatan saluran akar untuk menghilangkan infeksi dan mempertahankan struktur gigi agar tetap bisa digunakan seperti biasa.

Pernah melihat titik kecil atau garis kehitaman di gigi, tapi karena tidak terasa sakit, akhirnya dibiarkan begitu saja? Rasanya seperti tidak mendesak, tidak mengganggu aktivitas, jadi dianggap aman. Padahal, justru di kondisi seperti ini, masalah gigi sering mulai berkembang tanpa disadari.
Gigi berlubang kecil sebenarnya adalah tahap awal dari kerusakan gigi atau karies. Pada fase ini, kerusakan masih terjadi di lapisan terluar gigi, yaitu email. Karena belum mencapai bagian dalam, rasa sakit biasanya belum muncul. Inilah yang sering membuat banyak orang merasa tidak perlu segera memeriksakannya.
Kenapa Gigi Berlubang Kecil Tidak Boleh Diabaikan?
Ada hal penting yang harus kamu tahu, gigi berlubang tidak bisa sembuh sendiri. Lubang pada gigi berbeda dengan luka di kulit. Kerusakan pada gigi akan terus berkembang jika tidak ditangani. Bakteri di dalam mulut akan terus menghasilkan asam yang perlahan merusak struktur gigi lebih dalam.

Awalnya, lubang hanya mengenai enamel gigi, tapi lama kelamaan bisa masuk lebih dalam ke lapisan dentin, hingga akhirnya mencapai saraf gigi. Proses ini bisa berlangsung tanpa gejala, sampai tiba-tiba kamu merasakan ngilu saat terkena makanan atau minuman dingin, dan jika dibiarkan lagi kamu bisa merasakan sakit yang tidak tertahankan.
Dari Lubang Kecil, Jadi Perawatan Besar
Saat gigi masih berlubang kecil, biasanya cukup ditangani dengan tambalan gigi sederhana. Prosesnya cepat, nyaman, dan biayanya relatif lebih murah. Namun, jika dibiarkan, lubang akan semakin besar dan muncul rasa ngilu atau nyeri, bahkan hingga terjadi infeksi atau abses pada gigi. Dalam kondisi tersebut, penambahan gigi sederhana tidaklah cukup. Kamu perlu perawatan gigi yang lebih kompleks dan membutuhkan beberapa kali kunjungan seperti perawatan saluran akar atau bahkan hingga pencabutan gigi.
Beberapa tanda gigi berlubang awal yang perlu kamu perhatikan:
- Muncul bercak putih, coklat, atau kehitaman pada gigi
- Sedikit ngilu saat makan manis atau dingin
- Makanan sering terselip di satu titik gigi
- Permukaan gigi terasa tajam atau kasar
Jika kamu memiliki tanda-tanda tersebut, itu adalah fase terbaik untuk ditangani, karena kerusakan masih minimal dan gigi masih sangat bisa dirawat dengan perawatan gigi sederhana. Dengan menangani gigi berlubang sejak lubangnya masih kecil, maka akan mencegah masalah lanjutan seperti gangguan kunyah, infeksi, bahkan mempengaruhi kualitas hidup sehari-hari. Menurut berbagai studi kedokteran gigi, deteksi dan perawatan dini karies sangat menentukan keberhasilan perawatan jangka panjang.
Apakah Prosedur Perawatan Saluran Akar Sakit?
Ini pertanyaan yang sering muncul ketika pasien akan dilakukan perawatan mematikan saraf gigi. Jawabannya: tidak
PSA atau perawatan saluran akar biasanya dimulai dengan prosedur mematikan saraf gigi. Meskipun terdengar menyeramkan, prosesnya sangat aman dan terkontrol. Saat kamu duduk di kursi gigi, dokter gigi akan memulai dengan memberikan bius lokal pada area gigi yang akan dirawat, sehingga rasa sakit saat perawatan akan sangat minimal.
Setelah itu, bagian gigi yang terinfeksi akan dibuka dan jaringan saraf yang sudah rusak atau terpapar bakteri akan dibersihkan dengan alat khusus. Kemudian, dokter gigi akan memberikan obat untuk mematikan saraf dan mensterilkan area pulpa dari bakteri. Lubang gigi ditutup dengan tambalan sementara untuk menjaga agar obat tetap berada dalam lubang gigi hingga kunjungan berikutnya.
Pada kunjungan berikutnya, dokter gigi akan membuka tambalan sementara dan memastikan tidak ada tanda-tanda bakteri yang tersisa. Setelah benar-benar bersih, bagian saluran akar gigi akan diisi dengan bahan khusus dan dilakukan penambalan gigi permanen. Dalam beberapa kasus, dokter gigi akan menyarankan penggunaan crown agar gigi yang sudah dilakukan perawatan saluran akar akan tetap kuat saat digunakan untuk mengunyah.
Efek samping setelah mematikan saraf gigi adalah adanya perubahan warna yang menjadi lebih gelap seiring waktu serta strukturnya yang menjadi lebih rapuh. Meski begitu, risiko ini jauh lebih kecil dibandingkan dengan jika infeksi dibiarkan menyebar. Tanpa PSA, infeksi bisa menyebabkan abses dan meluas ke jaringan sekitar. Dengan perawatan yang tepat, kamu bisa kembali makan nyaman, tidur nyenyak, beraktivitas normal, dan tersenyum tanpa rasa sakit.
Kenapa Gigi yang Sakit Nggak Langsung Dicabut Saja?
Sebenarnya, ada dua opsi dalam kasus sakit gigi: cabut gigi atau perawatan saluran akar. Namun, mempertahankan gigi asli selalu jadi pilihan terbaik. Gigi yang dicabut, jika tidak disertai dengan pemasangan gigi tiruan atau implan gigi, bisa menyebabkan pergeseran gigi lain, gangguan fungsi kunyah, bahkan perubahan struktur wajah dalam jangka panjang. Dengan mematikan saraf gigi dan perawatan saluran akar, kamu tetap bisa menggunakan gigi tersebut seperti biasa, tanpa rasa sakit.
Tubuh sering memberi tanda sebelum masalah menjadi lebih besar. Jadi, jangan abaikan jika kamu mengalami gejala berikut ini:
- Sakit gigi berdenyut yang tidak hilang
- Sensitif berlebihan terhadap panas atau dingin
- Nyeri saat menggigit
- Gusi bengkak atau muncul nanah
Semakin cepat ditangani, semakin sederhana perawatannya dan biayanya pun tidak membengkak.
Rutin Ke Dokter Gigi, Jangan Tunggu Sakit
Salah satu kesalahan paling umum adalah menunggu sampai sakit gigi baru periksa ke dokter gigi. Padahal, dengan kontrol rutin ke dokter gigi setiap 6 bulan sekali, lubang kecil bisa terdeteksi lebih awal, perawatan gigi bisa lebih sederhana, dan risiko komplikasi bisa dicegah. Kunjungan ke dokter gigi bukan hanya untuk mengobati, tapi juga membantu kamu mencegah masalah gigi yang lebih kompleks.
Jadi, kapan terakhir kali kamu ke dokter gigi? Kalau sudah lebih dari 6 bulan, ini waktunya menjadwalkan kunjungan rutin kamu ke MHDC dan Medikids Dental Clinic terdekat. Tim dokter gigi yang ramah dan professional akan melakukan pemeriksaan dan memberikan rekomendasi perawatan yang paling dibutuhkan supaya gigi kamu tetap sehat. Yuk, atur jadwal konsultasi kamu sekarang! Kami tunggu, ya.
Ditulis oleh: drg. Alfika Dinar Fitri
Ditinjau oleh: drg. Rizky Aditiya Irwandi, MSc., Ph.D
Referensi:
- American Association of Endodontists (AAE). What is a Root Canal? https://www.aae.org/patients/root-canal-treatment/what-is-a-root-canal/
- American Association of Endodontists (AAE). Root Canal Explained, https://www.aae.org/patients/root-canal-treatment/what-is-a-root-canal/root-canal-explained/
- Cleveland Clinic. Pulpitis: Types, Symptoms & Treatment, https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/23536-pulpitis






