Campak adalah penyakit menular karena infeksi virus genus Morbillivirus dalam keluarga Paramyxoviridae. Virus penyebab campak terdapat di lendir hidung dan tenggorokan seseorang yang terinfeksi, sehingga ditularkan ke orang lain melalui percikan batuk dan bersin.
Virus ini juga mampu bertahan di udara atau pada permukaan benda hingga sekitar dua jam. Oleh karena itu, seseorang dapat terinfeksi jika menghirup udara yang telah terkontaminasi atau menyentuh permukaan yang terpapar virus, kemudian menyentuh mata, hidung, atau mulutnya.
Meskipun campak umumnya dikenal sebagai penyakit pada anak-anak, dalam beberapa tahun terakhir telah terjadi peningkatan kasus campak pada remaja dan dewasa. Adapun risiko terinfeksi virus penyebab campak lebih tinggi pada orang dewasa yang belum pernah mendapatkan vaksin campak atau belum memiliki kekebalan terhadap virus tersebut.
Tanda dan Gejala
Tanda dan gejala campak biasanya mulai muncul sekitar 7–14 hari setelah seseorang terpapar virus. Pada tahap awal, campak umumnya ditandai dengan demam tinggi, batuk, pilek, serta mata merah dan berair (konjungtivitis).
Sekitar 2–3 hari setelah gejala awal, dapat muncul bercak putih kecil di dalam mulut yang dikenal sebagai Koplik spots.

Selanjutnya, pada hari ke-3 hingga ke-5 sejak gejala pertama, timbul ruam campak. Ruam ini biasanya diawali sebagai bercak merah di wajah, terutama di sekitar garis rambut, kemudian menyebar ke leher, badan, lengan, hingga kaki. Bintil kecil dapat muncul di atas bercak merah tersebut, dan seiring penyebarannya, bercak-bercak tersebut bisa.
Komplikasi Campak Pada Orang Dewasa
Campak pada pasien dewasa dapat menimbulkan komplikasi berat, terutama pada individu yang tidak memiliki kekebalan atau belum mendapatkan vaksinasi lengkap.
Adapun komplikasi dari penyakit campak diantaranya pneumonia, radang otak (ensefalitis), gangguan fungsi hati dengan peningkatan enzim hati, diare berat dan gangguan pencernaan, trombositopenia, infeksi telinga, dan gagal ginjal dalam kasus tertentu.
Cara Mencegah Campak
Cara paling efektif untuk mencegah penyakit campak adalah melalui vaksinasi. Pemberian vaksin akan merangsang tubuh untuk membentuk antibodi spesifik yang berfungsi melawan patogen penyebab campak, sehingga tubuh memiliki perlindungan yang optimal terhadap infeksi.
Pada orang dewasa yang belum pernah menerima vaksin campak, imunisasi tetap dapat dilakukan. Pemberiannya dilakukan sebanyak dua dosis, dengan jeda 28 hari antara dosis pertama dan dosis berikutnya.
Sedangkan pada pada wanita yang merencanakan kehamilan, vaksin MR atau MMR sebaiknya diberikan setidaknya satu bulan sebelum kehamilan karena vaksin ini tidak dianjurkan selama masa kehamilan.
Kamu bisa datang ke klinik vaksinasi terdekat seperti Medikids dan MHDC Clinic. Tersedia beragam pilihan vaksinasi lengkap untuk semua usia. Semua vaksin yang digunakan sudah resmi dan terdaftar, sehingga aman untuk seluruh pasien.
Pengobatan Campak
Campak umumnya dapat sembuh dengan sendirinya dalam beberapa hari tanpa terapi khusus. Hal ini dikarenakan belum terdapat terapi antivirus spesifik untuk campak.
Namun, penatalaksanaan suportif tetap diperlukan untuk membantu meredakan gejala dan mencegah komplikasi. Penderita dianjurkan untuk memperbanyak asupan cairan untuk mencegah dehidrasi.

Penggunaan obat penurun demam seperti parasetamol dapat diberikan. Selain itu, istirahat yang cukup, konsumsi makanan bergizi dengan tekstur lunak agar mudah ditelan, serta penggunaan obat batuk dapat membantu meningkatkan kenyamanan seseorang yang terkena campak.
Kompres hangat juga dapat diberikan apabila mata tampak merah dan berair. Suplementasi vitamin A sesuai anjuran dokter turut dianjurkan karena dapat membantu mempercepat pemulihan. Bagki seseorang yang belum pernah mendapatkan imunisasi campak, pemberian vaksin campak dalam waktu 72 jam setelah munculnya gejala dapat dipertimbangkan untuk membantu mengurangi keparahan gejala dan mempercepat proses penyembuhan.
Referensi
- CDC. (2024). Measles (Rubeola). Retrieved from https://www.cdc.gov/measles/causes/index.html
- Ersoy, F. O., et al. (2013). Measles in adults: Clinical syndrome and treatment strategies. European Journal of Internal Medicine, 24(Suppl. 1), E195. https://doi.org/10.1016/S0953-6205(13)00708-5
- Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2024). Apa itu penyakit campak?. Retrieved from https://keslan.kemkes.go.id/view_artikel/3490/apa-itu-penyakit-campak
- Xerri, T., Darmanin, N., Zammit, M. A., & Fsadni, C. (2020). Complications of measles: a case series. BMJ case reports, 13(2), e232408. https://doi.org/10.1136/bcr-2019-232408





