Ini Dia 4 Cara Jaga Kesehatan Anak Saat Berpuasa!

Bagikan :

anak belajar puasa

Table of Contents

Bulan Ramadan merupakan bulan suci yang penuh berkah bagi umat Muslim di seluruh dunia. Di bulan ini, umat Islam menjalankan ibadah puasa sebagai bentuk ketaatan dan pengendalian diri. Meskipun anak-anak yang belum baligh tidak diwajibkan untuk berpuasa, banyak orang tua yang mulai mengenalkan dan melatih anak untuk ikut berpuasa secara bertahap.

Latihan berpuasa tidak hanya tentang menahan lapar dan haus, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran karakter bagi anak. Melalui proses ini, anak belajar bertanggung jawab dalam menjalankan amanah serta memahami makna toleransi dengan merasakan langsung bagaimana rasanya lapar dan haus  yang selama ini mungkin jarang dirasakan oleh anak yang tumbuh dalam kondisi berkecukupan. 

Namun demikian, orang tua tetap perlu memperhatikan kondisi kesehatan dan kesiapan anak. Tubuh anak masih dalam masa pertumbuhan sehingga kebutuhan nutrisi dan cairan harus tetap terpenuhi dengan baik. Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk memahami cara menjaga kesehatan anak selama menjalani puasa agar ibadah tetap lancar tanpa mengganggu tumbuh kembangnya. Yuk, simak artikel berikut untuk mengetahui tips  menjaga kesehatan anak saat berpuasa agar tetap aktif, ceria, dan sehat sepanjang bulan Ramadan!

Memenuhi kebutuhan gizi anak

Selama menjalani puasa, kebutuhan gizi anak tetap harus menjadi perhatian utama orang tua. Meski waktu makan menjadi terbatas, asupan nutrisi yang seimbang saat sahur dan berbuka sangat penting untuk menjaga energi, daya tahan tubuh, serta mendukung proses tumbuh kembangnya. Orang tua dianjurkan menyajikan menu dengan komposisi gizi seimbang yang mencakup sumber karbohidrat, protein hewani dan nabati, sayuran, buah-buahan, serta air putih.

gizi anak puasa
Pastikan asupan nutrisi Si Kecil tercukupi

Pastikan setiap jenis makanan diberikan dalam proporsi yang tepat, tidak berlebihan, dan dikonsumsi secara teratur. Dengan terpenuhinya kebutuhan gizi anak, maka daya tahan tubuhnya akan tetap optimal. Parents juga dapat rutin cek status gizi Si Kecil di dokter spesialis anak terdekat, seperti di klinik Medikids.

dokter spesialis anak

Membatasi konsumsi makanan cepat saji dan jajanan

Saat berpuasa, anak perlu dibatasi dalam mengkonsumsi makanan cepat saji karena jenis makanan ini umumnya tinggi gula, garam, dan lemak, namun rendah serat serta zat gizi penting yang dibutuhkan tubuh.

Baca juga: Jangan Sampai Terlambat, Kenali Gejala Gizi Buruk pada Anak!

Saat waktu makan menjadi lebih terbatas, asupan yang dikonsumsi saat sahur dan berbuka seharusnya benar-benar berkualitas dan bergizi seimbang. Jika terlalu sering mengonsumsi makanan cepat saji, anak bisa cepat kenyang, tetapi kebutuhan nutrisinya tidak terpenuhi secara optimal. Akibatnya berisiko mudah lemas dan kurang bertenaga saat berpuasa. Oleh karena itu, memilih makanan yang lebih sehat dan bergizi sangat penting agar anak tetap sehat saat menjalani puasa.

Memenuhi kebutuhan cairan anak

Pastikan anak mendapatkan asupan cairan yang cukup saat berbuka puasa dan sahur, serta di sela-sela waktu sebelum dan sesudah tidur. Selama berpuasa, anak rentan mengalami dehidrasi jika kebutuhan cairannya tidak terpenuhi dengan baik. Kondisi ini dapat menyebabkan anak merasa lemas, pusing, dan kurang berenergi.

jaga kesehatan anak ramadan
Biasakan anak minum air putih dalam jumlah cukup

Oleh karena itu, biasakan anak minum air putih dalam jumlah yang cukup, yaitu sekitar lima gelas per hari. Pembagian waktu minum juga teratur, misalnya satu gelas saat bangun tidur, satu gelas saat sahur, satu gelas saat berbuka puasa, dan sisanya malam sebelum tidur.

Aktif melakukan aktivitas fisik

Agar kesehatan anak tetap terjaga selama berpuasa, orang tua dapat mengajak anak melakukan aktivitas fisik ringan menjelang waktu berbuka. Aktivitas fisik saat berpuasa tetap penting untuk membantu menjaga kebugaran tubuh, melancarkan peredaran darah, serta mempertahankan daya tahan tubuh anak. Dengan aktivitas yang ringan dan pada waktu yang tepat, anak tetap bisa aktif dan sehat selama menjalani puasa.

dokter spesialis anak terdekat

ditinjau oleh: drg. Rizky Aditiya Irwandi, MSc., Ph.D

Instagram MHDC GROUP