Ditulis oleh drg. Syifaa Sagakirana (Medikids Rempoa) dan ditinjau drg. Rizky Aditiya Irwandi, M.Sc, Ph.D (MHDC Clinic Kalibata City)
Ringkasan: Meski tidak ada spesifik pantangan setelah perawatan saluran akar gigi, tetap ada hal-hal yang perlu kamu perhatikan. Sebab gigi yang telah menjalani perawatan saluran akar, terutama yang kehilangan cukup banyak struktur gigi, dapat lebih rentan mengalami kerusakan atau patah. Tetap jaga kebersihan gigi & mulut, perhatikan suhu dan tekstur makanan, jangan tunda kunjungan berikutnya, hindari merokok, dan segera ke dokter bila tambalan sementara lepas, retak, atau tidak nyaman.Â
Gigi berlubang yang tidak segera ditangani dapat semakin meluas dan menimbulkan berbagai keluhan, mulai dari nyeri hingga pembengkakan pada gusi di sekitar gigi. Jika lubang sudah mencapai bagian dalam gigi dan menyebabkan infeksi pada jaringan pulpa atau saraf gigi, diperlukan perawatan lebih lanjut untuk mengatasi infeksi sekaligus mempertahankan gigi agar tetap dapat digunakan. Salah satu pilihan perawatannya adalah perawatan saluran akar gigi.
Setelah menjalani perawatan saluran akar gigi, terdapat beberapa hal yang perlu dilakukan dan dihindari untuk mendukung keberhasilan perawatan serta menjaga kondisi gigi. Lalu, apakah gigi yang sudah menjalani perawatan saluran akar masih bisa berlubang kembali? Artikel ini akan membahas panduan setelah perawatan saluran akar, termasuk hal-hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan, serta kemungkinan penyebab gigi mengalami kerusakan atau kembali berlubang setelah perawatan.
Apa itu Perawatan Saluran Akar Gigi?
Perawatan saluran akar gigi merupakan salah satu perawatan yang dilakukan pada gigi dengan lubang yang sudah mencapai jaringan pulpa atau saraf gigi dan menyebabkan infeksi. Tujuan perawatan saluran akar adalah menghilangkan bakteri dan jaringan yang terinfeksi dari dalam saluran akar sehingga gigi dapat dipertahankan tanpa perlu dilakukan pencabutan. Perawatan ini dilakukan dengan membersihkan dan mendisinfeksi saluran akar, kemudian mengisinya dengan bahan pengisi saluran akar. Setelah itu, gigi perlu direstorasi atau ditambal untuk membantu mencegah masuknya bakteri dan terjadinya infeksi kembali.
Jumlah kunjungan yang diperlukan dalam perawatan saluran akar dapat berbeda-beda, tergantung pada kondisi dan kompleksitas gigi serta pertimbangan dokter gigi. Pada beberapa kasus, perawatan dapat diselesaikan dalam satu kali kunjungan, sedangkan kasus lainnya mungkin memerlukan beberapa kali kunjungan hingga perawatan selesai.
Â

Baca Juga:Â Bisakah Perawatan Saluran Akar Gigi Selesai dalam Satu Kali Kunjungan?
Panduan Setelah Perawatan Saluran Akar Gigi
Pada beberapa kasus, perawatan saluran akar membutuhkan lebih dari satu kali kunjungan. Jika perawatan belum selesai, dokter gigi akan menutup gigi dengan tambalan sementara untuk melindungi gigi dan mencegah masuknya makanan maupun bakteri ke dalam gigi. Perawatan kemudian akan dilanjutkan pada kunjungan berikutnya sesuai dengan kondisi gigi.
Selama gigi masih menggunakan tambalan sementara dan belum mendapatkan tambalan atau restorasi permanen, gigi perlu mendapatkan perhatian khusus. Hal ini karena gigi yang telah menjalani perawatan saluran akar, terutama yang kehilangan cukup banyak struktur gigi, dapat lebih rentan mengalami kerusakan atau patah.

Berapa Biaya PSA Gigi?
Harga perawatan saraf gigi bisa bervariasi tergantung pada beberapa aspek. Mulai dari pilihan layanan kesehatan, fasilitas yang tersedia, hingga kondisi gigi pasien. Kisaran biaya perawatan saluran akar gigi di klinik gigi spesialis adalah Rp700.000-Rp1.000.000.
Namun, harga ini bisa saja menjadi lebih mahal sekitar 20-30% karena tindakan perawatan akan sangat tergantung pada keparahan dan kompleksitas infeksi. Akan tetapi, klinik gigi swasta biasanya sudah bekerja sama dengan penyedia asuransi kesehatan. Dengan begitu, pasien bisa mendapat benefit untuk root canal treatment.Â
Pantangan Setelah Perawatan Saluran Akar GigiÂ
1. Tidak menjaga kebersihan gigi dan mulutÂ
Sikat gigi seperti biasa, termasuk pada area gigi yang sedang dirawat. Namun, lakukan dengan perlahan dan hati-hati di sekitar tambalan sementara agar tidak mudah rusak atau terlepas.
2. Mengonsumsi makanan keras dan lengketÂ
Perhatikan tekstur makanan yang kamu konsumsi. Hindari menggigit atau mengunyah menggunakan gigi yang sedang dalam perawatan. Untuk sementara, gunakan sisi gigi yang berlawanan saat mengunyah.
3. Makan atau minum terlalu panasÂ
Jika gigi masih terasa sensitif hindari mengonsumsi makanan atau minuman yang bersuhu terlalu panas atau terlalu dingin. Lalu, perhatikan juga efek anestesi ketika akan makan atau minum. Tunggu hingga efeknya hilang untuk mencegah bibir, pipi, atau lidah tergigit tanpa disadari.

4. Menunda kunjungan berikutnyaÂ
Perawatan saluran akar perlu diselesaikan sesuai jadwal yang telah ditentukan oleh dokter gigi, termasuk pemasangan restorasi permanen setelah perawatan selesai. Jika tambalan sementara lepas, retak, atau terasa tidak nyaman, segera hubungi dokter gigi agar dapat diperiksa dan diperbaiki. Tak perlu menunggu hingga jadwal kontrol berikutnya.
5. Merokok
Merokok karena dapat berdampak kurang baik terhadap kesehatan jaringan di sekitar gigi dan proses penyembuhan.
Perlu diingat bahwa tambalan sementara hanya digunakan selama proses perawatan berlangsung. Setelah perawatan saluran akar selesai, gigi perlu dilindungi dengan tambalan atau restorasi permanen yang disesuaikan dengan kondisi gigi dan struktur gigi yang masih tersisa. Restorasi permanen membantu melindungi gigi dari kerusakan serta mengembalikan fungsi gigi agar dapat digunakan dengan baik dalam jangka panjang.
Apakah Gigi Bisa Berlubang Kembali Setelah Perawatan Saluran Akar Gigi?
Gigi yang telah menjalani perawatan saluran akar tetap dapat mengalami lubang atau kerusakan baru pada bagian gigi yang tersisa. Selain itu, infeksi dapat terjadi kembali apabila bakteri masuk ke dalam saluran akar. Perawatan saluran akar bertujuan membersihkan bakteri dan jaringan yang terinfeksi, kemudian mengisi dan menutup saluran akar untuk membantu mencegah bakteri masuk kembali. Meskipun tingkat keberhasilannya cukup tinggi, perawatan ini tetap memiliki kemungkinan mengalami kegagalan.
Kegagalan dapat terjadi apabila masih terdapat bakteri, saluran akar yang tidak ditemukan atau tidak dirawat, pengisian saluran akar yang kurang baik, atau kebocoran pada restorasi sehingga bakteri dapat masuk kembali. Oleh karena itu, perawatan saluran akar tidak berhenti setelah saluran akar dibersihkan dan diisi. Gigi juga perlu mendapatkan restorasi yang baik untuk melindungi struktur gigi yang tersisa dan membantu mencegah masuknya bakteri, dengan jenis restorasi yang disesuaikan dengan kondisi gigi.
Selain restorasi yang baik, menjaga kebersihan mulut juga penting untuk mencegah kerusakan baru pada gigi yang tersisa. Sikat gigi dengan pasta gigi berfluoride, bersihkan sela-sela gigi, batasi makanan dan minuman manis, serta lakukan kontrol secara berkala agar masalah dapat dideteksi dan ditangani sejak dini.

Kapan Harus Kembali ke Dokter Gigi?
Setelah perawatan saluran akar, gigi mungkin terasa sedikit berbeda atau tidak nyaman untuk sementara waktu. Namun, segera hubungi dokter gigi apabila Anda mengalami keluhan seperti:
- Nyeri hebat yang berlangsung lebih dari beberapa hari setelah perawatan
- Bengkak di sekitar gigi atau pada area wajah
- Gigitan terasa tidak pas atau gigi terasa lebih tinggi saat menggigit
- Tambalan sementara atau restorasi permanen lepas
- Gejala atau keluhan yang sebelumnya dirasakan sebelum perawatan saluran akar kembali muncul
Pemeriksaan oleh dokter gigi diperlukan untuk mengetahui penyebab keluhan dan menentukan penanganan yang sesuai.
MHDC Clinic dan Medikids berkomitmen untuk memberikan pelayanan kesehatan gigi dan gusi terbaik untuk keluarga. Tim dokter gigi spesialis konservasi gigi (Sp. KG) yang profesional dan berpengalaman akan selalu siap membantu kamu dalam menjalani prosedur PSA gigi. Tak cuma itu, dental clinic ini juga sudah dilengkapi dengan teknologi modern seperti rontgen CBCT dan mikroskop edodontik agar perawatan semakin efektif dan presisi.
Jadi, jangan ragu untuk segera kunjungi MHDC Clinic dan Medikids jika kamu mengalami keluhan di atas. Klik di bawah ini untuk reservasi janji temu sekarang!

Referensi
- American Association of Endodontists. What is a Root Canal?. Retrieved from https://www.aae.org/patients/root-canal-treatment/what-is-a-root-canal/Â
- Cleveland Clinic. (2025). Root Canal. Retrieved from https://my.clevelandclinic.org/health/treatments/21759-root-canalÂ
- Tabassum, S., & Khan, F. R. (2016). Failure of endodontic treatment: The usual suspects. European journal of dentistry, 10(1), 144–147. https://doi.org/10.4103/1305-7456.175682Â
- American Association of Endodontists. Post Treatment Care. Retrieved from https://www.aae.org/patients/your-office-visit/post-treatment-care/Â
- Lakeshore Endodontics. (2011). Instructions Following Root Canal Treatment or Re-treatment. Retrieved from https://lakeshoreendodontics.com/home-care-instructions/instructions-following-root-canal-treatment-or-re-treatment/Â
Tag:
harga psa gigi, biaya psa gigi, biaya psa gigi surabaya, psa gigi pekanbaru, klinik gigi terdekat pekanbaru, berapa biaya perawatan saluran akar di pekanbaru





