Saraf Gigi Mati: Kenali Gejala dan Cara Penanganannya

Bagikan :

Table of Contents

Ditinjau oleh: drg. Rizky Aditiya Irwandi, MSc., Ph.D (MHDC Clinic Kalibata City)

Ringkasan:

Saraf gigi mati (nekrosis pulpa) biasanya disebabkan oleh karies gigi, trauma, atau iritasi kimia. Ciri-ciri saraf gigi mengalami nekrosis adalah warna yang menjadi gelap, tidak peka terhadap rangsangan, hingga munculnya abses. Pada beberapa kasus, tanda tersebut tidak terlihat atau dirasakan dan hanya bisa dideteksi melalui rontgen gigi. Gigi yang mengalami kematian saraf masih bisa dipertahankan dengan syarat mahkota gigi tidak mengalami fraktur vertikal, karies tidak mencapai dasar mahkota, dan jaringan penopang gigi masih memadai. Sebaliknya, pencabutan perlu dilakukan jika kondisi gigi sudah rusak parah. Dokter gigi akan menentukan perawatan yang tepat sesuai dengan kondisi gigimu.

Pernah merasa sakit gigi yang tiba-tiba hilang, padahal sebelumnya terasa berdenyut? Jangan buru-buru menganggap gigi sudah sembuh, ya. Kondisi ini bisa menjadi salah satu tanda saraf gigi mati. Lantas, apa penyebabnya dan bagaimana cara mengatasinya? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini!

Apa penyebab saraf gigi mati?

gigi busuk
Tahap kematian saraf gigi oleh gigi berlubang (sumber)

Saraf gigi mati atau nekrosis pulpa dapat disebabkan oleh berbagai faktor seperti perluasan bakteri dari gigi berlubang (karies), trauma (terbentur atau terantuk benda cukup keras) , dan iritasi kimia (chemical irritation).

Umumnya, dokter gigi dapat menyatakan kalau terjadi kematian saraf jika saat pemeriksaan,  gigi sudah tidak peka terhadap rangsangan atau bersifat asimptomatik. 

Namun, pada beberapa kondisi gigi masing peka terhadap rangsangan, hal ini sering ditemukan pada gigi dengan multi rooted/akar ganda. Kondisi ini sering dikenal dengan kematian saraf secara parsial. 

Secara sederhana gigi yang sudah mengalami kematian saraf akan mengalami kehilangan aliran darah dan saraf pada gigi tidak berfungsi atau peka terhadap rangsangan. 

Baca Juga: Mematikan Saraf Gigi: Saat Sakit Gigi Sudah Tidak Tertahankan

Ciri-ciri saraf gigi mati 

Gigi yang mengalami nekrosis pulpa (kematian saraf gigi) biasanya memiliki beberapa karakteristik. Setelah gigi mengalami kematian saraf, pertumbuhan bakteri dapat terus berlangsung di dalam saluran akar. 

Ketika infeksi (atau produk bakteri yang dihasilkannya) meluas ke ruang ligamen periodontal, gigi dapat m enjadi peka terhadap tes perkusi atau menunjukkan nyeri spontan.

Melalui pemeriksaan radiografi gigi dapat mengalami perubahan yakni mulai dari penebalan ruang ligamen periodontal hingga munculnya lesi pada bagian ujung akar gigi (periapikal).

ciri-ciri saraf gigi mati
Perbedaan saraf gigi sehat dan gigi mati

Berikut beberapa tanda kematian saraf gigi

  • Tampilan klinis: Perubahan warna gigi, menjadi lebih gelap
  • Pemeriksaan radiografis: dapat terlihat area kehitaman (radiolusen) di sekitar ujung akar gigi apabila peradangan sudah meluas ke ruang ligamen periodontal
  • Tidak peka terhadap stimulus dingin/panas.
  • Nyeri saat menggigit atau diketuk dapat munculapabila peradangan sudah meluas ke ruang ligamen periodontal
  • Bisa muncul abses, ditandai dengan gusi bengkak, adanya benjolan seperti “jerawat” pada gusi, keluar nanah, atau rasa asin di mulut
  • Kadang tidak ada keluhan sama sekali dan baru diketahui melalui pemeriksaan dokter gigi atau foto rontgen.

Baca Juga: Mikroskop untuk Perawatan Saraf Gigi: Prosedur Canggih & Presisi

Apakah Saraf Gigi Mati Harus Dicabut? 

Gigi yang mengalami kematian saraf masih bisa dipertahankan dengan syarat-syarat sebagai berikut:

  • Mahkota gigi masih adekuat untuk menopang bahan tambalan.
  • Tidak terjadi perluasan karies (gigi berlubang) mencapai dasar mahkota atau area bifurkasi.
  • Mahkota gigi tidak mengalami fraktur dalam arah vertikal.
  • Gigi tidak goyang, jaringan penopang gigi masih memadai terutama kondisi gusi dan tulang yang menopang gigi. 

Apabila kondisi gigi sudah sangat rusak sehingga tidak memungkinkan untuk dipertahankan, pencabutan gigi dapat menjadi pilihan. Setelah gigi dicabut, gigi yang hilang dapat digantikan dengan gigi tiruan untuk mengembalikan fungsi dan penampilan.

cabut gigi saat tensi tinggi berisiko

Kapan Harus Segera ke Dokter Gigi?

Jika kamu mengalami ciri-ciri dari saraf mati tersebut, segera konsultasikan ke klinik gigi MHDC Clinic atau Medikids. Dokter gigi profesional dan berpengalaman akan memeriksa kondisi gigi kamu untuk tindakan lebih lanjut.

MHDC Clinic dan Medikids menyediakan perawatan gigi spesialis yang lengkap untuk semua usia. Kondisi saraf gigi mati biasanya akan ditangani oleh dokter spesialis konservasi gigi yang profesional dan berpengalaman dalam mempertahankan gigi asli, baik secara fungsi atau estetikanya.

Untuk memudahkan perawatanmu, MHDC Clinic dan Medikids juga bekerja sama dengan rekanan asuransi seperti AdMedika, BNI Life, AIA, AXA, Sequis, Great Eastern, Zurich, dan lainnya. Temukan cabang klinik gigi MHDC Clinic dan Medikids terdekat di kotamu. Kami telah tersebar di lebih dari 40 cabang di seluruh Indonesia. Cabang terbaru kami juga telah hadir di Medikids Wakaf Pekanbaru. Medikids Solo, Medikids Malang, dan Medikids Batam.

Yuk, jadwalkan perawatan gigi bersama keluarga sekarang!

banner CTA jadwalkan kunjungan

Referensi:

  1. Wigsten E, Kvist T, Husberg M; EndoReCo; Davidson T. Cost-effectiveness of root canal treatment compared with tooth extraction in a Swedish Public Dental Service: A prospective controlled cohort study. Clin Exp Dent Res. 2023 Aug;9(4):661-669. doi: 10.1002/cre2.759. Epub 2023 Jun 29. PMID: 37386766; PMCID: PMC10441609. 
  2. Gopikrishna, V. (Ed.). (2021). Grossman’s endodontic practice (14th ed.). Wolters Kluwer.
  3. Berman LH, Hargreaves KM, editors. Cohen’s Pathways of the Pulp. 12th ed. St. Louis: Elsevier; 2021. 
  4. American Association of Endodontists. Guide to Clinical Endodontics. Chicago: American Association of Endodontists; 2019.

Tag:

 

Instagram MHDC GROUP