Ditulis oleh drg. Chininta Oktora Amani (Medikids RS Budi Lestari) dan drg. Rizky Aditiya Irwandi, M.Sc, Ph.D (MHDC Clinic Kalibata City)
Kesimpulan:
Penanganan kesehatan gigi harus disesuaikan dengan kondisi masing-masing. Termasuk perawatan gigi dewasa berkebutuhan khusus Layanan Special Care Dentistry menjadi solusi karena berfokus untuk merawat pasien dengan gangguan dan disabilitas fisik, sensorik, intelektual, mental, emosional, sosial, atau kombinasi dari faktor-faktor tersebut. Pendekatan yang dilakukan berupa komunikasi, edukasi, modifikasi sensorik, hingga farmakologis seperti dental sedasi.Â
Setiap orang memiliki kebutuhan yang berbeda dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut. Termasuk pada pasien berkebutuhan khusus dewasa. Kondisi fisik, intelektual, medis, maupun psikologis tertentu yang mereka miliki bisa membuat perawatan gigi menjadi lebih menantang.Â
Karena itu, perawatan gigi dewasa berkebutuhan khusus tidak selalu bisa dilakukan dengan pendekatan yang sama seperti pasien pada umumnya.
Special care dentistry merupakan pendekatan dalam kedokteran gigi yang membantu menyesuaikan perawatan dengan kondisi dan kebutuhan setiap pasien, sehingga mereka tetap dapat memperoleh perawatan gigi dan mulut yang optimal.
Baca Juga:Â Merawat Gigi Anak Berkebutuhan Khusus, Ini Caranya
Apa Itu Layanan Special Care Dentistry?Â
Special care dentistry adalah cabang ilmu kedokteran gigi yang fokus terhadap merawat gigi pasien berkebutuhan khusus. Khususnya pasien yang memiliki gangguan dan disabilitas fisik, sensorik, intelektual, mental, emosional, sosial, atau kombinasi dari faktor-faktor tersebut.Â
Kelompok pasien ini memiliki tantangan untuk menjaga kebersihan mulut di rumah dan menerima perawatan oleh dokter gigi.Â
Tantangan tersebut bisa berupa akses ke fasilitas kesehatan, komunikasi, pemahaman edukasi, dan penyesuaian kondisi kesehatan sebelum menerima perawatan gigi.
Siapa Saja yang Bisa Dilayani oleh Special Care Dentistry?
Secara umum, berikut adalah beberapa kategori pasien yang tergolong sebagai pasien special care dentistry:Â
-
Learning disability (keterbatasan intelektual)
Pasien dengan keterbatasan intelektual (dapat disertai kondisi lainnya seperti down syndrome, dll) dapat mengalami kesulitan dalam mengikuti edukasi dan instruksi dari dokter gigi.Â
Oleh karena itu, ada tantangan tersendiri untuk merawat gigi. Contohnya saat menyikat gigi benar, membuka mulut saat perawatan gigi, dan kurangnya kemampuan mengikuti instruksi atau toleransi dalam menjaga kesehatan mulut.Â

Pada beberapa kasus, pasien yang tidak dapat menjaga kesehatan mulut dan tidak dapat menerima perawatan dokter gigi, perlu melakukan perawatan gigi dengan dental sedasi.Â
Sedasi merupakan gas yang diatur menggunakan mesin khusus dan membuat pasien lebih rileks dan menurunkan tingkat kecemasan, sehingga dapat membantu untuk beberapa kasus pasien kategori dalam tersebut. Fasilitas ini sudah tersedia di Medikids Karawang.Â
Baca Juga:Â Perawatan Gigi Down Syndrome, Perhatikan Hal Ini!
-
Complex medical and physical disability (kondisi kesehatan yang kompleks)
Kondisi kesehatan yang kompleks didefinisikan sebagai penyakit yang dapat menyebabkan tantangan dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut serta tantangan ke dokter gigi.Â
Contohnya termasuk pasien dengan kondisi medis kompleks atau tidak stabil, gangguan mobilitas, kondisi hematologis tertentu, penyakit autoimun, atau pasien yang sedang menjalani maupun akan menjalani terapi kanker.Â
Pasien harus menginfokan ke dokter gigi mengenai kondisi tersebut sehingga dokter gigi dapat melakukan penyesuaian perawatan agar pasien mendapatkan perawatan gigi terbaik dan dapat dirawat dengan mudah.
-
Mental health conditions (kondisi kesehatan mental)
Kesehatan mental yang menurun atau kurang stabil dapat membuat pasien kurang memprioritaskan kesehatan gigi dan mulut, sehingga kelompok pasien ini perlu perhatian lebih dari dokter gigi.
-
Dental phobia/ dental anxiety
Ketakutan terhadap dokter gigi atau menerima perawatan gigi pada pasien dewasa dapat muncul akibat berbagai alasan.
Ketakutan ini dapat diatasi dengan beberapa pendekatan, dengan komunikasi yang efektif antara dokter gigi dan pasien atau pendekatan farmakologis seperti penggunaan sedasi dapat membuat pasien dapat menerima perawatan gigi sebaik mungkin.
Baca Juga:Â Takut ke Dokter Gigi Tidak Kenal Usia, Ini Cara Atasinya
-
Pasien usia lanjut
Pasien usia lanjut dapat mengalami beberapa kondisi kesehatan yang memberikan tantangan perawatan kesehatan gigi dan mulut. Kelompok pasien ini mungkin perlu lebih sering ke dokter gigi dibandingkan pasien biasa.

Lakukan Perawatan di MHDC Clinic dan Medikids Terdekat
Menjaga kesehatan gigi dan mulut terbaik adalah dengan sikat gigi 2x sehari dibantu dengan pembersihan sela-sela gigi. Namun, penting juga untuk rutin melakukan perawatan gigi 6 bulan sekali ke klinik gigi terdekat.Â
Percayakan kebutuhan perawatan gigi untuk kamu dan keluarga di MHDC Clinic dan Medikids. Selain memiliki layanan dokter gigi spesialis yang lengkap, tim medis kami pun berpengalaman dalam menangani pasien berkebutuhan khusus, termasuk anak dan dewasa.

Sumber:Â
- NHS England (2022) Special care dentistry: Clinical standard. Version 2. 28 October 2022. Publication reference PR164. London: NHS England.
- Scully, C., Diz Dios, P. and Kumar, N. (2007) Special Care in Dentistry: Handbook of Oral Healthcare. 1st edn. Edinburgh: Churchill Livingstone.
Tag:
dokter gigi untuk ABK, dokter gigi anak berkebutuhan khusus, klinik gigi pekanbaru, dokter gigi pekanbaru





