Ditulis oleh drg. Delphia Aisyah (Medikids Wakaf Cilegon) dan ditinjau oleh drg. Rizky Aditiya Irwandi, M.Sc, Ph.D (MHDC Clinic Kalibata City)
Kesimpulan:
Infeksi saluran akar gigi bisa terjadi akibat bakteri masuk ke lapisan pulpa akibat gigi berlubang, trauma/benturan, gigi retak/patah, atau tambalan yang rusak. Akibatnya, terjadi peradangan pada pulpa dan membuat kita merasakan sakit atau ngilu di gigi hingga gusi bengkak bahkan bernanah. Untuk menanganinya, perlu dilakukan perawatan edodontik atau perawatan saluran akar (PSA). Tujuannya agar kita bisa menghilangkan bakteri dari saluran akar, mencegah infeksi ulang, dan mempertahankan gigi.
Pernah mengalami sakit gigi berdenyut bahkan sampai bengkak pada gusi? Sudah minum obat pereda nyeri, tapi tidak kunjung sembuh. Sakitnya bahkan sampai mengganggu aktivitas sehari-hari. Kemungkinan sakit tersebut bukan hanya dari gigi berlubang, melainkan dari infeksi saluran akar gigi.
Sebelum membahas lebih lanjut mengenai infeksi pada saluran akar, perlu kita ketahui bagian-bagian gigi. Secara umum gigi terdiri dari 3 lapisan:
- Enamel: bagian paling luar dan berwarna putih
- Dentin: lapisan keras berwarna kekuningan
- Pulpa: jaringan lunak yang berisi saraf dan pembuluh darah. Pulpa meluas dari mahkota hingga ujung akar dan terhubung ke jaringan sekitar akar

Baca Juga:Â Apa Itu Abses Gigi? Penyebab, Gejala dan Penanganannya
Kenapa infeksi saluran akar bisa terjadi?
Infeksi saluran akar terjadi ketika bakteri masuk ke lapisan pulpa. Akibatnya, terjadi peradangan pada pulpa yang membuat kita merasakan sakit gigi berdenyut. Faktor penyebab kondisi ini bisa bermacam-macam, di antaranya:Â
- Gigi berlubang menjadi pintu utama bagi bakteri masuk ke pulpa dan saluran akar. Selanjutnya bakteri dan produknya keluar melalui ujung akar dan menimbulkan infeksi pada saluran akar bahkan abses.

- Trauma benturan pada gigi dapat menyebabkan peradangan pulpa, jika peradangan terus berlangsung tanpa adanya pengobatan secara perlahan pulpa akan mengalami kerusakan, hal ini sering kali tidak disadari karena gigi baik-baik saja dari luar.
- Retak atau patah, retakan pada gigi juga dapat menjadi jalur masuk bakteri ke lapisan pulpa dan saluran akar.Â
- Tambalan yang rusak. Gigi yang sudah ditambal, bukan berarti akan selalu aman. Adanya celah antara tambalan dan gigi dapat menjadi jalur masuk bakteri menuju pulpa dan saluran akar. Sehingga penting untuk selalu memeriksa tambalan secara berkala untuk mencegah hal tersebut terjadi.
Baca Juga:Â Jangan Panik! Panduan Praktis Saat Tambalan Gigi Lepas
Apa saja gejala infeksi saluran akar gigi?

Gejalanya sangat bervariasi dan tidak semua infeksi saluran akar ditandai dengan sakit gigi. Ketika pulpa sudah mati, gigi tidak terasa sakit, namun infeksi tetap berlanjut. Beberapa tanda yang sering kali ditemukan pada infeksi saluran akar gigi, yaitu sebagai berikut ada berikut:Â
- Nyeri berdenyut yang muncul secara tiba-tiba
- Asimetri wajah
- Gigi sakit saat menggigit atau mengunyah
- Ngilu setelah makan panas atau dingin
- Gusi di sekitar gigi bengkak, kemerahan, dan sakit
- Muncul bisul atau jerawat pada gusi, atau bahkan keluar nanah
- Gigi berubah warna
- Gigi patah, retak, atau lubang yang dalam
Kalau kamu mengalami tanda-tanda ini, jangan tunda untuk segera datang ke klinik gigi terdekat seperti MHDC Clinic untuk mendapatkan perawatan dari dokter gigi. Perawatan yang tepat bisa mencegah kamu dari risiko kehilangan gigi.
Baca Juga:Â Gigi Patah Sampai ke Akar, Apa yang Harus Dilakukan?
Bagaiamana cara perawatannya?
Gigi yang mengalami infeksi saluran akar perlu dilakukan perawatan endodontik/perawatan saluran akar gigi. Perawatan ini bertujuan untuk menghilangkan bakteri dari saluran akar, mencegah infeksi ulang, dan mempertahankan gigi.
Infeksi yang dibiarkan tanpa perawatan akan berprogres menjadi abses lalu menyebar ke jaringan sekitar dan dapat mengancam nyawa. Semakin lama menunda perawatan kondisi gigi akan semakin buruk, jika kerusakan sudah melibatkan percabangan akar gigi, keberhasilah perawatan saluran akar menjadi sangat kecil bahkan buruk.
Secara umum perawatan saluran akar dilakukan dalam beberapa kali kunjungan, berikut tahapannya secara sederhana
- Pemeriksaan klinis dan foto rontgen gigi untuk menentukan diagnosis, rencana perawatan, dan peluang keberhasilan perawatan saluran akar.
- Pembersihan gigi dari jaringan karies dan pengangkatan jaringan pulpa yang terinfeksi.
- Pembersihan dan disinfeksi saluran akar.
- Pembentukan saluran akar.
- Pengisian saluran akar.
- Restorasi gigi, baik menggunakan tambalan maupun mahkota gigi
Baca Juga:Â Bisakah Perawatan Saluran Akar Gigi Selesai dalam Satu Kali Kunjungan?
Lakukan Perawatan Saluran Akar di Dokter Spesialis Konservasi Gigi MHDC Clinic
Percayakan perawatan saluran akar di klinik gigi terbaik MHDC Clinic. Penanganannya dilakukan langsung oleh tim medis profesional, dokter gigi spesialis konservasi gigi (Sp. KG) yang berpengalaman untuk merawat, memperbaiki, mengembalikan fungsi, dan mempertahankan gigi dari kerusakan serta risiko dicabut.
Kamu bisa datang ke MHDC Clinic Kalibata City, MHDC Clinic Wisma BNI 46, MHDC Clinic Menara Sentraya, dan MHDC Clinic Bulog. Klinik gigi ini juga telah dilengkapi dengan fasilitas rontgen gigi yang memudahkan prosedur perawatan saluran akar. Yuk, booking jadwal kamu sekarang!
Referensi:
- American Association of Endodontists. (2013). Endodontic diagnosis. Endodontics: Colleagues for Excellence, Fall 2013.
- American Association of Endodontists. (n.d.). What is a root canal? https://www.aae.org/patients/root-canal-treatment/what-is-a-root-canal/Â
Tag:
harga perawatan saluran akar, berapa harga perawatan saluran akar gigi, psa gigi, harga psa gigi, dokter gigi pekanbaru, klinik gigi pekanbaru, biaya psa gigi, psa gigi pekanbaru






