Gigi berlubang adalah satu masalah kesehatan yang sering terjadi akibat interaksi dari berbagai faktor. Tidak hanya sering mengonsumsi makanan manis, ada hal lain yang ikut berperan. Apakah kamu pernah mendengar bahwa gigi berlubang dapat menular? Mungkin kedengaran aneh, namun ada kajian ilmiahnya. Sebenarnya yang dapat menular bukan lubang giginya , melainkan bakteri penyebab gigi berlubang yang hidup di dalam rongga mulut.
Mengenal bakteri penyebab gigi berlubang
Dalam mulut ada lebih dari 700 strain bakteri. Bakteri utama penyebab gigi berlubang adalah Streptococcus mutans (S. mutans). Selain itu bakteri lain seperti Lactobacillus berperan untuk mempercepat kerusakan pada gigi yang sudah berlubang. Bakteri ini akan berkumpul bersama sisa makanan dimulut yang nantinya akan memetabolisme karbohidrat dari makanan menjadi asam. Asam yang dihasilkan akan melarutkan mineral gigi yang membuat kerusakan pada gigi dan dapat berlanjut membentuk lubang pada gigi.Â
Baca Juga:Â Gigi Berlubang Lebih Baik Ditambal atau Dicabut?

Bagaimana penularan bakteri penyebab gigi berlubang?
Bakteri ini dapat berpindah melalui kontak air liur/saliva. Penularan bakteri gigi berlubang dapat terjadi secara vertikal dan horizontal. Penularan vertikal adalah perpindahan bakteri penyebab gigi berlubang antar anggota keluarga. Bakteri ini paling sering ditularkan oleh ibu karena ibu biasanya memiliki kontak paling dekat dengan anak sejak bayi. Semakin sering terjadi kontak yang melibatkan air liur, maka semakin besar peluang bakteri tersebut berpindah. Selain itu anak juga bisa memperoleh bakteri penyebab gigi berlubang dari orang lain selain keluarga.
Penularan horizontal merupakan perpindahan bakteri dari lingkungan sekitar kepada anak, contohnya dari pengasuh, teman sekolah, teman bermain, atau guru. Lingkungan tempat anak berkumpul seperti tempat penitipan anak / taman kanak kanak dapat menjadi lingkungan yang memudahkan bakteri berpindah. Kebiasaan yang dapat menyebabkan perpindahan saliva dan bakteri penyebab gigi berlubang :
- Penggunaan sendok, garpu, serta alat makan/minum lainnya bersama
- Menggigit makanan yang sama
- Mencium anak tepat di bibir
- Kontak erat lainnya: seperti meniupkan makanan anak untuk mendinginkan

Perbedaan gigi berlubang dan penyakit menular lainnya
Gigi berlubang bukan seperti penyakit menular layaknya Covid-19 atau flu yang jika tertular virus langsung sakit. Gigi berlubang melibatkan banyak jenis bakteri sekaligus. Dalam keadaan normal bakteri bakteri tersebut dalam keadaan seimbang dan tidak menimbulkan masalah. Namun, jika seseorang misalnya suka mengonsumsi makanan manis dan malas sikat gigi, lingkungan mulut dapat menjadi lebih asam. Kondisi ini akan mengakibatkan keseimbangan bakteri terganggu dan beberapa jenis bakteri dapat berkembang lebih banyak dari biasanya. Peristiwa ini akan menghasilkan asam dalam jumlah besar. Asam tersebut dapat perlahan mengikis mineral pada gigi dan menyebabkan gigi berlubang.Â
Apa yang harus dilakukan jika gigi berlubang
Jika kamu memiliki kondisi gigi berlubang, konsultasikan ke dokter gigi terdekat. Kamu bisa langsung buat janji dengan dokter gigi di klinik gigi Medikids atau MHDC Clinic untuk pemeriksaan lebih lanjut. Pada kasus gigi berlubang dapat dilakukan tindakan tambal gigi atau tambal gigi anak. Namun jika kerusakan gigi sudah mengenai pulpa maka perlu dilakukan perawatan saluran akar terlebih dahulu. Pada kondisi yang lebih parah dapat dilakukan pencabutan gigi.
Baca Juga:Â Bahaya Gigi Berlubang Berdarah: Kenali Penyebab dan Risikonya

Berapa biaya untuk tambal gigi?
Pertanyaaan harga tambal gigi ini cukup banyak dicari. Namun, harga treatment ini cukup bervariasi tergantung pada kondisi gigi, bahan tambalan, hingga fasilitas kesehatan. Kalau kamu melakukan tindakan di rumah sakit atau klinik gigi terdekat, estimasi biayanya adalah Rp400.000 hingga Rp800.000 per gigi. Jika lubangnya sudah besar dan mencapai saraf, biayanya tentu akan meningkat karena kamu perlu melakukan perawatan saluran akar (PSA) bersama dokter gigi spesialis konservasi gigi.
Namun, kamu bisa memanfaatkan diskon spesial yang biasanya disediakan oleh dental clinic. Medikids dan MHDC Clinic juga menyediakan promo tambal gigi yang bisa kamu manfaatkan agar biaya perawatan bisa lebih ekonomis. Kamu pun bisa menggunakan asuransi karena klinik drg terdekat ini sudah bekerja sama dengan banyak penyedia asuransi.
Ditulis oleh: drg. Nadia Dwi Fadila – Medikids Depok
Ditinjau oleh: drg. Rizky Aditiya Irwandi, M.Sc., Ph.D – MHDC Clinic BNI Wisma 46
Referensi
- Manchanda S, Sardana D, Liu P, Lee GHM, Lo ECM, Yiu CKY. 2021 Horizontal Transmission of Streptococcus mutans in Children and its Association with Dental Caries: A Systematic Review and Meta-Analysis. Pediatr Dent. 43(1):E1-E12Â
- Doméjean, S., Zhan, L., DenBesten, P. K., Stamper, J., Boyce, W. T., & Featherstone, J. D. (2010). Horizontal transmission of mutans streptococci in children. Journal of dental research, 89(1), 51–55. https://doi.org/10.1177/0022034509353400
- Widhianingsih,Dhyani. 2025. Peran bakteri kariogenik pada karies gigi. Malahayati Nursing Juornal. 7(9).4189-4196.Â
- Giacaman, R. A., Fernández, C. E., Muñoz-Sandoval, C., León, S., GarcÃa-ManrÃquez, N., EcheverrÃa, C., Valdés, S., Castro, R. J., & Gambetta-Tessini, K. 2022. Understanding dental caries as a non-communicable and behavioral disease: Management implications. Frontiers in oral health. 3: 764479. https://doi.org/10.3389/froh.2022.764479
- Montolalu, W. R. M., Leman, M. A., & Kaligis, S. H. M. 2015. Gambaran kebutuhan perawatan karies gigi di Sekolah Menengah Kejuruan Kristen 3 Tomohon. E-GiGi, 3(2). https://doi.org/10.35790/eg.3.2.2015.10017





