6 Penyebab Gigi Susu Belum Copot Meski Gigi Baru Sudah Muncul

Bagikan :

Table of Contents

Pertumbuhan dan perkembangan gigi itu penting untuk dipahami karena langsung berhubungan dengan tumbuh kembang anak. Pada usia ini biasanya gigi susu akan copot dan digantikan oleh gigi tetap.

Sayangnya, terkadang proses ini tidak berjalan mulus. Ada kondisi dimana gigi baru sudah mulai tumbuh namun gigi susu belum copot. Kondisi ini tentu sering membuat orang tua menjadi bingung dan khawatir.

Sebenarnya ini cukup sering terjadi ketika masa pergantian gigi anak. Dalam kedokteran gigi, peristiwa ini dikenal sebagai persistensi gigi. Lalu kenapa hal ini bisa terjadi? Apa yang harus dilakukan? Yuk, kita bahas lebih dalam! 

Apa itu persistensi gigi?

Persistensi gigi merupakan kondisi ketika gigi susu belum juga copot padahal sudah waktunya. Akibatnya waktu gigi tetap mulai tumbuh, gigi susu masih ada sehingga gigi jadi keliatan numpuk atau seperti berlapis.

Peristiwa ini paling sering terjadi pada gigi depan. Akar gigi susu sebenarnya tidak bertahan lama dalam kondisi sempurna.

Lama kelamaan akar gigi susu akan “terkikis” secara perlahan. Proses ini disebut resorpsi yaitu hilangnya akar sedikit demi sedikit karena didorong oleh gigi tetap yang akan tumbuh di bawahnya.

Nah, kalau proses ini terganggu akibatnya adalah gigi susu akan tetap bertahan di dalam mulut walau semestinya sudah waktunya tanggal. 

Penyebab gigi susu belum copot padahal gigi baru sudah muncul 

Gigi susu belum copot padahal gigi baru sudah muncul

Kondisi yang disebut persistensi gigi ini dapat dihubungkan dengan terhambatnya pengikisan akar gigi. Penyebabnya karena berbagai faktor seperti berikut:

Kelainan benih gigi tetap

Ketika benih gigi tetap tidak berada pada tempat yang seharusnya atau malposisi, nantinya gigi yang tumbuh bisa keluar jalurnya saat tumbuh atau tidak sejajar gigi lainnya.

Selain itu, jika benih gigi tetap tidak ada, gigi susu pun tidak memiliki pengganti sehingga dia tetap bertahan di dalam mulut. 

Kurangnya kesadaran atas kesehatan gigi 

Kalau orang tua punya pengetahuan yang cukup, mereka pasti akan lebih paham cara merawat kesehatan gigi anak dengan baik.

Mulai dari mencari tahu penyebab masalah gigi, mengatur makanan yang mendukung pertumbuhan gigi, sampai tahu kapan harus membawa si kecil ke klinik dokter gigi. Dengan begitu, risiko masalah seperti persistensi gigi bisa dicegah.

cara agar gigi anak cepat tanggal
Aktif mengunyah makanan dapat membantu gigi susu cepat lepas dan merangsang pertumbuhan gigi tetap

Gaya Hidup

Pola hidup sehari hari juga dapat memengaruhi kenapa gigi susu anak tidak kunjung copot.

Anak dengan  indeks massa tubuh (BMI) yang lebih tinggi  cenderung jarang  mengalami kondisi ini. Aktivitas makan  dan mengunyah dapat membantu gigi susu cepat lepas dan merangsang pertumbuhan gigi tetap.

Sebaliknya. anak yang lebih sering makanan lembut akan membuat rahang kurang terstimulasi sehingga gigi sulit jadi lebih sulit copot.

Penyakit gigi dan gusi

Masalah pada gigi juga bisa menjadi penyebab gigi susu tidak kunjung copot. Misalnya gigi berlubang,infeksi pada ujung akar, kista, gigi susu yang tidak bisa tumbuh keluar (impaksi) dan gigi yang menyatu dengan tulang (ankilosis)

Malnutrisi

Tidak seimbangnya asupan nutrisi ke dalam tubuh dapat menghambat pertumbuhan dan perkembangan gigi.

Gangguan Hormon (Hypotiroidism)

Masalah pada hormon seperti hipotiroid atau kurangnya hormon tiroid juga bisa jadi salah satu penyebab persistensi gigi.

Kalau hormon ini kurang, proses tumbuh kembang tubuh termasuk gigi dan tulang rahang dapat terganggu. Akibatnya akar gigi susu tidak terkikis dengan baik sehingga gigi susu sulit copot. 

Masalah yang ditimbulkan oleh persistensi gigi

gigi berantakan
Kondisi gigi yang tidak rapi 

Kalau gigi susu yang tidak copot ini jika dibiarkan tetap di mulut dapat mendatangkan berbagai masalah. Salah satunya adalah susunan gigi menjadi tidak rapi (maloklusi) seperti gigi berjejal.

Gigi berjejal akan membuat sisa makanan dan plak lebih mudah menumpuk sehingga risiko gigi berlubang menjadi lebih tinggi.

Selain itu, kondisi ini bisa mengganggu tumbuhnya gigi tetap. Akibatnya gigi tetap dapat  tumbuh di posisi yang salah, tertahan dalam gusi atau bahkan gigi tetap tidak keluar sama sekali

Apa yang harus dilakukan jika anak mengalami persistensi gigi?

Jika mlihat si kecil mengalami kondisi, jangan ragu untuk segera berkonsultasi dengan dokter gigi anak.

Parents bisa langsung buat janji ke klinik gigi terdekat Medikids atau MHDC Clinic untuk pemeriksaan lebih lanjut. Penanganan pada kasus ini disesuaikan dengan penyebab serta dampaknya terhadap gigi tetap.

Kalau gigi tetap belum tumbuh dan diperkirakan akan tumbuh di tempat yang benar, dokter gigi mungkin akan menyarankan untuk memantau kondisi gigi secara berkala. Namun, jika yang terjadi adalah kebalikannya, dokter mungkin akan merekomendasikan untuk pencabutan gigi susu.

Pada kasus yang menyebabkan susunan gigi tidak rapi, kadang behel juga dibutuhkan. Jika ditangani dari awal, biasanya masalah akan lebih gampang diatasi. Gigi tetap bisa tumbuh normal dan kemungkinan butuh perawatan tambahan jadi lebih kecil. 

cabut gigi anak

Ditulis oleh: drg. Nadia Dwi Fadilla

Ditinjau oleh: drg. Rizky Aditya Irwandi, M.Sc., Ph.D

Referensi

  1. Ruiyi Jiang, Ruijie Huang. 2025. Retained deciduous teeth: the epidemiology, etiology and treatment plans. Journal of Clinical Pediatric Dentistry. 49(2);51-58.
  2. Idaryati, N.P.,Yusi Soraya Brilianti. 2024. Prevalensi Kasus Persistensi pada Pasien Anak yang Berkunjung Selama Bulan Desember 2023- Maret 2024 di Unit Pelayanan GIgi Puskesmas Tabanan 1. Bali Dental Science and Exhibition.331-339
  3. Pramest, Ketut Ayu, I Wayan Agus Wirya Pratama. 2025. Prevalensi Kasus Persistensi Gigi Sulung di Poliklinik Gigi UPTD Puskesmas Baturiti I. Dental Health Juornal. 12(1).99-104. 
  4. Rosdiana, Djunaedi, Donny Aditia, Sapnita, Nurambiya. 2023.  Pengetahuan Orang Tua Pada Anak Sekolah Dasar Terhadap Kasus Kesehatan Persistensi. Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan.1(3). 338-34

.

Instagram MHDC GROUP