Waspada El Nino 2026, Ini Risiko Penyakit Akibat Cuaca Ekstrem

Bagikan :

Penyakit akibat cuaca ekstrem ada apa saja

Table of Contents

Fenomena El Nino atau memanasnya suhu muka laut di Samudra Pasifik bagian tengah hingga timur tengah menjadi isu dunia. Sebab, kondisi ini bisa memberikan dampak beragam dalam lingkup skala global.

Jika di beberapa negara seperti kawasan Amerika Latin, El Nino akan memberikan efek peningkatan curah hujan. Indonesia justru terjadi kebalikannya. Secara umum, dampaknya justru bisa membuat kondisi kering, berkurangnya curah hujan, dan peningkatan suhu udara yang signifikan.

Kondisi ini bukan hanya membawa masalah pada kenyamanan.  Aktivitas di luar ruangan pun bisa terganggu, bahkan dapat menjadi ancaman serius bagi kesehatan. Paparan panas yang berkepanjangan dapat menyebabkan stres pada tubuh dan meningkatkan risiko timbulnya penyakit. 

Waspadai Penyakit Akibat Cuaca Ekstrem

Berikut adalah beberapa penyakit dan gangguan kesehatan yang patut diwaspadai akibat cuaca panas ekstrem:

1. Dehidrasi

Cuaca panas yang ekstrem dapat menyebabkan dehidrasi karena tubuh mengeluarkan lebih banyak keringat untuk menurunkan suhu tubuh. Keringat yang menguap dari kulit membantu mendinginkan tubuh, tetapi juga menyebabkan hilangnya cairan dan elektrolit. Jika cairan yang hilang ini tidak segera diganti dengan minum yang cukup, maka tubuh akan mengalami kekurangan cairan atau dehidrasi. 

Ibu dehidrasi
Risiko dehidrasi sering terjadi ketika suhu meningkat drastis

2. Sakit kepala sebelah (migrain)

penyakit akibat cuaca ekstrem
Ilustrasi sakit kepala sebelah

Migrain dapat terjadi akibat dari cuaca panas, hal ini dikarenakan saat suhu lingkungan meningkat, tubuh akan mengeluarkan lebih banyak keringat sebagai upaya untuk menurunkan suhu tubuh. Kondisi kehilangan cairan berlebihan ini dapat memicu ketegangan pada pembuluh darah di otak, yang kemudian memperberat rasa nyeri kepala sebelah atau migrain. Selain itu, paparan panas yang berkepanjangan juga dapat memengaruhi keseimbangan zat kimia di otak serta meningkatkan sensitivitas terhadap rangsangan nyeri, sehingga memicu timbulnya nyeri berdenyut hebat yang khas pada migrain.

Baca Juga: Sakit Gigi disertai Sakit Kepala? Ini Cara Mengatasinya!

3. Penyakit kulit

penyakit kulut jadi salah satu penyakit akibat cuaca ekstrem
suhu tinggi dapat memicu reaksi pada kulit

Penyakit kulit yang sering terjadi saat cuaca panas ekstrem antara lain adalah miliaria atau yang dikenal sebagai biang keringat. Kondisi ini terjadi ketika saluran keringat tersumbat, sehingga keringat terperangkap di bawah permukaan kulit dan menimbulkan peradangan. Gejalanya dapat berupa bintik-bintik kecil kemerahan, rasa gatal, hingga sensasi perih atau menyengat, terutama pada area tubuh yang mudah berkeringat seperti leher, punggung, dada, dan lipatan kulit.

Selain itu, paparan sinar matahari yang berlebihan juga dapat menyebabkan sunburn (kulit terbakar matahari). Kondisi ini ditandai dengan kulit yang memerah, terasa panas saat disentuh, nyeri, dan dapat disertai pembengkakan. Pada kasus yang lebih berat, sunburn dapat menimbulkan lepuhan pada kulit.

Baca Juga: Memilih Obat Alergi Gatal yang tepat: Panduan Lengkap

4. Heatstroke

Heatstroke adalah kondisi ketika suhu tubuh meningkat hingga mencapai 40 derajat Celsius atau lebih. Kondisi ini dapat terjadi akibat paparan cuaca panas ekstrem yang membuat tubuh tidak lagi mampu mengatur dan menurunkan suhu internalnya secara efektif. Dalam keadaan normal, tubuh mendinginkan diri melalui produksi keringat. Namun, ketika suhu lingkungan sangat tinggi, mekanisme ini menjadi tidak optimal sehingga panas terus terakumulasi di dalam tubuh. Akibatnya, suhu inti tubuh meningkat drastis dan dapat membahayakan jiwa. Tanda dan gejala heatstroke meliputi suhu tubuh yang sangat tinggi, kulit terasa panas dan kering, sakit kepala hebat, kesulitan bernapas, serta dapat berkembang hingga penurunan kesadaran atau pingsan. 

Upaya Pencegahan yang Bisa Dilakukan

Adapun upaya pencegahan penyakit akibat cuaca panas ekstrem dapat dilakukan dengan menjaga tubuh tetap terhidrasi, seperti minum air secara teratur sekitar 2–3 liter per hari, menggunakan sunscreen untuk melindungi kulit, meminimalkan aktivitas di luar ruangan terutama saat suhu sedang tinggi, hindari aktivitas berat pada kondisi panas ekstrem, usahakan berada di tempat yang teduh, dan gunakan pakaian yang ringan, longgar, serta pelindung tambahan seperti topi untuk mengurangi paparan langsung sinar matahari.

Dengan menerapkan langkah-langkah tersebut, risiko berbagai penyakit akibat cuaca panas ekstrem seperti dehidrasi, migrain, gangguan kulit, hingga heatstroke dapat diminimalkan, sehingga kesehatan tubuh tetap terjaga meskipun berada dalam kondisi lingkungan yang panas.

Jaga Selalu Imunitas Tubuh

Selain menerapkan kebiasaan di atas, kamu juga bisa melakukan tindakan preventif lain seperti pemberian immune booster atau vaksinasi. Dengan melakukan ini, kamu bisa mendapatkan perlindungan ekstra untuk menjaga daya tahan tubuh dari risiko penyakit, baik karena cuaca yang tak menentu, aktivitas padat, dan lain sebagainya.

Tak perlu bingung untuk mencari klinik vaksinasi terdekat karena kamu bisa mendapatkannya di MHDC Dental Clinic atau Medikids. Meski dikenal sebagai klinik gigi, fasilitas kesehatan ini juga melayani layanan dokter umum dan vaksinasi untuk semua usia loh.

harga vaksin hpv

Ditinjau oleh: drg. Rizky Aditiya Irwandi, M.Sc., P.hD

 

Referensi

Instagram MHDC GROUP