Erosi gigi adalah kehilangan mineral gigi akibat proses kimia yang tidak melibatkan pengaruh bakteri rongga mulut. Kondisi ini bisa terjadi akibat paparan asam, baik dari makanan, minuman, maupun faktor lain seperti refluks asam lambung. Banyak orang tidak menyadari bahwa erosi gigi bisa terjadi tanpa rasa sakit di awal, hingga akhirnya muncul keluhan gigi sensitif.
Jika dibiarkan erosi gigi dapat menjadi salah satu penyebab gigi rusak yang serius, termasuk memicu gigi geraham keropos dan lebih rentan berlubang. Karena itu, penting untuk mengenali tanda-tanda erosi gigi sejak dini agar kerusakan tidak semakin parah dan perawatan bisa dilakukan lebih cepat.
Penyebab Erosi Gigi
Erosi gigi dapat disebabkan baik oleh faktor internal maupun eksternal. Beberapa penyebab erosi gigi adalah sebagai berikut:
Faktor Intrinsik
Gastrofaringeal reflux (GERD)
Suatu kondisi dimana asam lambung kembali naik ke kerongkongan dan/atau mulut. Pada penderita GERD, masuknya asam lambung ke rongga mulut saat tidur sangat merusak gigi karena produksi air liur berkurang, dalam posisi telentang, gigi geraham bawah dapat terendam asam.

Bulimia
Bullmia nervosa merupakan gangguan makan yang ditandai dengan muntah setiap makan sebagai cara untuk mempertahankan berat badan yang diinginkan. Prevalensi erosi gigi ditemukan sebesar lebih dari 90% pada individu dengan bulimia. Keluarnya asam lambung secara paksa ke gigi depan saat muntah menyebabkan terjadinya perimolisis pada langit-langit gigi depan rahang atas.

Konsumsi alkohol kronis
Orang yang memiliki kebiasaan minum alkohol memiliki risiko erosi gigi lebih tinggi. Karena erosi dapat terjadi ketika sering terjadi muntah atau ketika mengonsumsi alcohol dengan dosis rendah namun jangka waktu yang lama.
Baca juga: Ikut-ikutan Tren, Hati-Hati Bahaya Minuman Manis Berlebihan!
Kehamilan
Erosi gigi pada kehamilan dapat ditemukan karena rasa mual dan muntah terjadi dalam periode waktu yang lama dan panjang.

Faktor Ekstrinsik
Konsumsi minuman
Soft drinks, sport drinks dan jus buah dengan pH rendah (2.0-3.5) dapat meningkatkan resiko erosi gigi terutama jika dikonsumsi secara sering.

Gaya Hidup
Konsumsi buah–buahan tertentu dan sport drinks secara sering disertai dengan rendahnya aliran air liur dan dehidrasi dari aktivitas olahraga dapat meningkatkan resiko erosi gigi. Olahraga intensif juga dapat meningkatkan kemungkinan gastrofaringeal reflux.

Resiko Lingkungan dan Pekerjaan
Asam industri yang terbawa udara berkaitan dengan erosi gigi pada pekerja pabrik khususnya pabrik amunisi, baterai dan pupuk. Perenang dilaporkan mengalami peningkatan erosi gigi yang disebabkan oleh pH air yang tinggi pada kolam renang yang mengandung klorin.
Pencegahan & Perawatan Erosi Gigi
Terdapat beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mencegah dan menangani erosi gigi, antara lain:
- Menghindari makanan yang mengandung asam, mengurangi konsumsi minuman asam.
- Minum air putih ketika makan atau berkumur dengan air setelah mengonsumsi minuman, permen atau makanan asam.
- Setelah muntah, segera bilas mulut dengan air putih, sodium bicarbonate atau susu.
- Air liur dapat membantu menghilangkan asam karna memiliki sifat penyangga, selain itu, konsumsi permen karet dapat membantu melindungi gigi dari erosi dengan memicu aliran air liur dalam rongga mulut.
- Segera berkumur dengan air, jangan langsung menyikat gigi setelah mengonsumsi minuman asam .
- Menyikat gigi menggunakan sikat gigi dengan bulu sikat yang halus dan pasta gigi berfluoride untuk atasi ngilu pada gigi dan menguatkan struktur gigi.
- Perawatan restoratif oleh dokter gigi dilakukan pada kasus erosi gigi. Namun, pencegahan perkembangan erosi gigi harus tetap menjadi dasar penanganan pasien dengan erosi. Hal ini akan meningkatkan keemungkinan keberhasilan perawatan restoratif jangka panjang.
Jika ditemukan salah satu tanda-tanda erosi gigi, konsultasikan ke dokter gigi di MHDC dan Medikids Clinic terdekat ya! Penanganan tepat yang diberikan cegah masalah yang lebih kompleks akibat erosi gigi.
ditulis oleh: drg. Isnaini Aisyah Naser – Medikids Cibubur
ditinjau oleh: drg. Rizky Aditiya Irwandi, MSc., Ph.D
https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC3312266/
https://www.thejcdp.com/doi/pdf/10.5005/jcdp-1-1-11
https://www.ada.org/resources/ada-library/oral-health-topics/dental-erosion






