Kenali Berbagai Variasi Sariawan: Tanda Kesehatan Terganggu!

Bagikan :

lesi mulut adalah

Table of Contents

Sariawan atau lesi mulut sering kali dianggap sepele namun tidak jarang juga mengganggu aktivitas sehari-hari. Rasa nyeri yang ditimbulkan oleh sariawan di rongga mulut dapat mengganggu proses makan, menelan, bahkan berbicara. Penyebab sariawan beragam, salah satunya akibat  kondisi kesehatan secara umum terganggu, seperti adanya infeksi virus atau bakteri, defisiensi nutrisi, defisiensi imun, dan stres berkepanjangan.

Penyebab terjadinya Sariawan 

Sariawan bersifat multifaktorial karena dapat disebabkan oleh berbagai faktor seperti infeksi virus dan bakteri, trauma lokal, defisiensi nutrisi, stres, defisiensi sistem pertahanan tubuh dan alergi.

Infeksi virus dan bakteri 

Virus yang sering menyebabkan sariawan di rongga mulut antara lain virus herpes simplex (HSV). Pada kasus ini, gejala yang muncul antara lain demam, kehilangan nafsu makan, lemas, pegal-pegal, bahkan disertai sakit kepala dan mual. 

lesi mulut
Sariawan akibat Infeksi virus herpes simplex pada langit-langit mulut

Trauma

Terjadinya trauma fisik, mekanis, termal dan kimia secara langsung pada permukaan mukosa rongga mulut dapat memicu sariawan. Trauma fisik dan mekanis biasanya akibat dari tergigit, gigi tiruan yang tidak sesuai, susunan gigi yang berjejal, sikat gigi terlalu kencang. Trauma termal umumnya akibat konsumsi makanan atau minuman yang terlalu panas. Sedangkan trauma kimia dipicu oleh penggunaan obat kumur dengan kandungan alkohol.

apa itu lesi mulut
Sariawan pada langit-langit akibat konsumsi makanan dengan suhu panas

Defisiensi nutrisi dan sistem pertahanan tubuh

Defisiensi nutrisi, khususnya zat besi, asam folat, dan vitamin B12, membuat individu rentan mengalami sariawan berulang di rongga mulut. 

lesi mulut
Sariawan pada penderita anemia defisiensi zat besi

Perubahan hormon 

Menurut studi, wanita lebih rentan mengalami sariawan dibandingkan pria akibat situasi hormonal terutama saat menstruasi

lesi mulut
Sariawan berulang pada permukaan bibir bagian dalam

Stres

Kondisi stres dapat menurunkan sistem pertahanan tubuh yang menyebabkan tingginya kerentanan kerusakan jaringan di dalam rongga mulut sehingga menimbulkan sariawan. 

asuransi

Cara Mengatasi Sariawan

Sariawan pada umumnya dapat sembuh sendiri dalam 10-14 hari. Hal yang perlu dilakukan untuk membantu proses pemulihan sariawan antara lain: 

  1. Mengatasi faktor penyebab sariawan dengan berkonsultasi pada dokter jika tak kunjung mereda
  2. Menjaga kebersihan rongga mulut
  3. Gunakan salep atau obat kumur antiseptik (biasanya obat kumur yang mengandung chlorhexidine gluconate) khusus untuk sariawan di rongga mulut sesuai anjuran dokter
  4. Konsumsi makanan dan minum yang sehat dan bergizi
  5. Hindari makanan yang terlalu panas atau pedas 
  6. Istirahat yang cukup

Anda perlu waspada jika sariawan tidak sembuh dalam 10-14 hari, berukuran besar, disertai nyeri hebat yang menyebabkan kesulitan makan dan minum, hingga berbicara serta berulang, disertai demam tinggi dan perubahan warna atau tekstur pada sariawan. 

Kesimpulan

Sariawan merupakan salah satu kondisi peradangan pada rongga mulut yang sering ditemui disertai  rasa sakit yang dapat berdampak pada kualitas hidup. Kondisi tersebut umumnya tidak berbahaya dan bisa sembuh dalam jangka waktu tertentu. Penyebab sariawan sangat beragam, mulai dari infeksi virus atau bakteri, trauma lokal, defisiensi nutrisi, defisiensi sistem pertahanan tubuh, dan stres. Oleh karena itu, penanganan sariawan tidak hanya berfokus pada meredakan rasa sakit atau gejala yang ditimbulkan, tetapi juga mengidentifikasi dan mengatasi faktor penyebab sariawan tersebut. 

Jika kamu memiliki gejala sariawan yang tidak sembuh dalam jangka panjang, sering berulang, menimbulkan rasa nyeri yang mengganggu aktivitas sehari-hari dan perubahan warna atau tekstur pada sariawan sanngat dianjurkan untuk memeriksakan kondisi tersebut pada tenaga kesehatan. Kamu dapat mengunjungi klinik MHDC atau Medikids terdekat untuk berkonsultasi mengenai kondisi yang dialami. Kamu juga bisa langsung reservasi dengan mudah via website di sini.

klinik gigi terdekat

ditulis oleh: drg. Hardiati Nur Wahyuni – Medikids Bogor

Referensi

  1. Greenberg MS, Glick M, Ship JA. Burket’s Oral Medicine. 13th ed. Hoboken (NJ): Wiley-Blackwell; 2021
  2. Torabinia N, Asadi S, Tarrahi MJ. The relationship between iron and zinc deficiency and aphthous stomatitis: a systematic review and meta-analysis.(Advanced Biomedical Research). 2024 Apr;[13(1)]:
  3. Chiang CP, Chang JY-F, Wang YP, Wu Y-H, Wu Y-C, Sun A. Recurrent aphthous stomatitis – Etiology, serum autoantibodies, anemia, hematinic deficiencies, and management. J Formos Med Assoc. 2019 Sep;118(9):1279–1289. doi:10.1016/j.jfma.2018.10.023.

Instagram MHDC GROUP