Pernah tidak sengaja menggigit bibirmu dan kemudian muncul benjolan di bibir atau benjolan di mulut tapi bukan sariawan? Dari mana asalnya benjolan di mulut ini dan bagaimana cara mengatasinya? Benjolan di mulut atau benjolan di bibir ini disebut dengan mukokel bibir. Simak artikel berikut ini hingga akhir untuk mengenal lebih baik tentang mukokel, gelembung yang mungkin pernah ada di mulut kamuyang suka kamu sepelekan.
Apa itu Mukokel Bibir atau Mukokel Rongga Mulut?
Mukokel adalah benjolan yang terbentuk akibat adanya penyumbatan atau pecahnya kelenjar saliva minor pada mukosa bibir bagian dalam. Beberapa literatur merujuk mukokel sebagai pseudo kista dikarenakan strukturnya yang menyerupai kista, yaitu kantong berisikan akumulasi mukus atau liur yang dilapisi dengan sel pelindung.

Studi menunjukkan mukokel paling sering ditemukan pada mukosa bibir, namun temuan ini dapat ditemukan di berbagai area lainnya yang juga memiliki saluran kelenjar saliva minor, seperti pipi dan permukaan lidah. Mukokel tampak seperti benjolan dengan warna transparan ataupun kebiruan dan terasa keras jika diraba. Benjolan ini biasanya tidak disertai dengan keluhan nyeri, namun ukurannya bisa bervariasi dari sangat kecil hingga tidak disadari, atau bahkan cukup besar, sehingga dapat mengganggu saat bicara atau makan.
Bagaimana Bisa Terbentuk Mukokel Rongga Mulut?
Mukokel disebabkan adanya trauma yang merusak kelenjar air liur kecil, misalnya bibir yang tergigit. Akibat adanya saluran yang pecah, maka air liur menjadi tersebar dan terjebak pada area di sekitar kelenjar tersebut, yang kemudian membentuk benjolan.
Penyebab lainnya yang bisa menyebabkan mukokel adalah adanya sumbatan pada saluran kelenjar saliva, sehingga air liur akan terkumpul dan terjebak di bawah permukaan mukosa, dan tidak bisa mengalir ke rongga mulut.
Baca juga: Khawatir Ada Benjolan di Gusi si Kecil? Cari Tahu di Sini!
Apakah Mukokel Bibir Harus ke Dokter Gigi?
Pada sebagian besar kasus, mukokel berukuran cukup kecil dan kadang tidak akan terdeteksi kecuali pasien datang dan melakukan pemeriksaan rutin ke dokter gigi terdekat. Mukokel sendiri tidak memiliki potensi keganasan atau resiko pada jaringan di sekitarnya.

Dokter gigi tidak menyarankan intervensi atau perawatan khusus pada mukokel minor karena lesi dapat pecah dan sembuh dengan sendirinya. Namun, pada kasus tertentu di mana mukokel mencapai ukuran yang cukup besar dan mengganggu aktivitas, ataupun mukokel persisten hingga waktu yang cukup lama, maka dokter gigi perlu melakukan pemeriksaan lebih lanjut guna merencanakan perawatan yang tepat.
Cara Menyembuhkan Mukokel
Tujuan utama dari perawatan mukokel adalah menghindari terjadinya rekurensi benjolan guna mengatasi keluhan pasien. Opsi perawatan yang tersedia antara lain :
Modifikasi kebiasaan buruk
Apabila pasien ternyata memiliki kebiasaan buruk menggigit bibir atau pipi. Kebiasaan ini yang menjadi target perawatan untuk menghindari munculnya kembali mukokel.
Baca juga: 3 Kebiasaan Kecil Ini Bisa Buat Gusimu Lebih Sehat, Yuk Simak!
Bedah eksisi
Pada kasus di mana mukokel berukuran cukup besar atau terus terjadi berulang, dokter dapat menyarankan tindakan bedah minor untuk mengangkat mukokel.

Selain kedua opsi tersebut, literatur juga menunjukkan penggunaan teknologi lain seperti laser dan cauter untuk mengatasi mukokel.
Pertimbangan dalam memilih opsi yang tepat hanya bisa dilakukan setelah melalui pemeriksaan yang lengkap. Oleh karena itu, jangan ragu untuk datang dan konsultasikan keluhan rongga mulut anda ke Klinik MHDC dan Medikids terdekat. Ingat, mukokel tidak jahat tapi jangan sampai terlewat.
ditulis oleh: drg. Margaretha Claresta – Medikids Cibinong
ditinjau oleh: drg. Rizky Aditiya Irwandi, MSc., Ph.D






