Penggunaan behel bertujuan utama untuk merapikan gigi, maka dari itu pemasangan behel harus dilakukan di klinik gigi terpercaya atau di rumah sakit oleh dokter gigi spesialis ortodonsia. Namun sayangnya saat ini banyak oknum-oknum yang memberikan pelayanan behel tanpa memperhatikan faktor medisnya.
Padahal pemasangan behel secara asal-asalan dengan tujuan fashion tanpa memperhatikan dimana dan siapa yang memasangkan behel tersebut sangatlah berbahaya, behel yang digunakannya pun tidak sesuai dengan ketentuan medis, sehingga memicu permasalahan lain pada rongga mulut pasien.
Nah bagaimana sih cara menentukan bedanya behel asli dan palsu yang berbahaya?
Behel Asli dan Berkualitas
Behel asli merupakah behel yang dipasang langsung oleh dokter gigi spesialis ortodonsia di klinik gigi atau rumah sakit, dengan tujuan untuk merapikan gigi. Progres penggunaan behel pun diawasi seksama oleh dokter tersebut.
Prosedur pemasangan dilakukan dengan serangkaian pemeriksaan seperti:
Konsultasi dan pemeriksaan menyeluruh
Pemeriksaan dilakukan oleh dokter spesialis ortodonti secara subjektif & objektif, berdasarkan hasil pemeriksaan nantinya dokter dapat menentukan rencana perawatan untuk pasien.

Foto rontgen panoramik dan chepalometri lateral
Sebelum pemasangan behel, dilakukan pengambilan foto rontgen panoramik dan chepalometri lateral sebagai pemeriksaan penunjang bertujuan untuk menentukan rencana perawatan.

Pemasangan behel
Setelah seluruh rencana perawatan pasien selesai dokter akan membersihkan gigi pasien dan mengikat kawat atau memasang alat behel yang sesuai pada gigi dengan menggunakan bahan perekat khusus. Material yang digunakan juga sudah teruji medis dan aman bagi tubuh, seperti stainless steel berkualitas tinggi atau keramik khusus.

Setelah serangkaian prosedur pemasangan behel selesai, pasien juga diharuskan melakukan kunjungan rutin ke dokter gigi untuk melakukan kontrol untuk memastikan pergeseran gigi berjalan dengan benar.
Behel Palsu
Behel palsu pemasangannya dilakukan oleh oknum yang tidak memiliki izin praktek atau bukan dokter, bahkan ada yang melakukan pemasangannya sendiri. Proses pemasangannya dilakukan tidak sesuai dengan prosedur dan tidak memperhitungkan anatomi gigi sehingga bisa merusak jaringan gusi maupun tulang rahang. Bahan yang digunakan juga tidak steril dan tidak sesuai standar medis. Behel palsu seringkali digunakan hanya untuk tujuan behel fashion atau estetik saja. Bahaya menggunakan behel palsu dapat menyebabkan kerusakan gusi dan gigi, gigi menjadi berlubang, gigi goyang, gigi semakin berantakan dan gangguan sendi rahang.

Ciri-ciri behel palsu
Berikut ciri-ciri behel palsu yaitu :
- Harganya sangat murah, harganya sangat jauh berbeda bila dibandingkan dengan harga di klinik atau rumah sakit, sudah pasti kualitasnya juga jauh dibawah standard karena harganya yang murah. Bahan yang digunakan pun pasti tidak sesuai standar medis.
- Tidak dipasang oleh dokter gigi, behel tersebut dipasang oleh tenaga non profesional yang tidak memiliki kualifikasi medis atau orang awam. Hal tersebut bisa menyebabkan teknik pemasangan yang sembarangan dan dapat menyebabkan komplikasi serius pada gigi dan mulut.
- Tidak bisa merapikan gigi, penggunaan behel palsu tidak mampu menggerakkan gigi secara terkendali ke posisi yang tepat, hanya memiliki fungsi sebatas tampilan, bukan untuk memperbaiki struktur gigi. Pemakaian behel palsu bahkan bisa membuat gigi semakin berantakan.
Perbedaan antara behel asli dan palsu jelas dapat terlihat, pemasangan behel yang dilakukan selain oleh tenaga profesional yaitu dokter gigi jelas bukan behel asli, ditambah lagi behel palsu dijual dengan harga yang sangat murah dan ada yang dijual online.
Akibat memakai behel terlalu lama
Dampak lain dari pemakaian behel tidak di dokter spesialis adalah jadwal kontrol yang tidak terpantau, sehingga pemakaian behel jadi terlalu lama. Akibat memakai behel terlalu lama antara lain:
Resorpsi akar
Pemendekan akar atau resorpsi akar terjadi akibat tekanan terus menerus dari kawat gigi yang digunakan membuat tulang dan akar gigi berkurang.
Peradangan pada gusi
Pemakaian behel menyebabkan gusi jadi lebih mudah berdarah. Hal tersebut wajar saat awal pemasangan, namun jika menggunakan behel terlau lama dengan oral hygiene yang buruk dapat menyebabkan peradangan pada gusi.

Karang gigi dan gigi berlubang
Hal tersebut dapat terjadi jika kebersihan gigi dan mulut-nya buruk. Pada pemakaian behel yang terlalu lama menyebabkan akumulasi plak yang dapat menyebabkan karang gigi dan gigi berlubang.

Demikian informasi mengenai perbedaan behel asli dan behel palsu, serta akibat yang ditimbulkan dari behel palsu. Untuk mendapatkan informasi terkait perawatan behel, konsultasikan dahulu dengan dokter gigi spesialis ortodonsia di klinik MHDC dan Medikids terdekat ya!

ditulis oleh: drg. Risa Febriani
ditinjau oleh: drg. Rizky Aditiya Irwandi, MSc., Ph.D







