Momen buka puasa di bulan Ramadan adalah saat yang ditunggu-tunggu setelah seharian menahan lapar dan dahaga. Bayangkan di depan kita sudah tersaji segelas es teh manis yang segar atau semangkuk kolak hangat yang menggoda. Namun, baru satu tegukan di mulut, tiba-tiba ada sensasi ngilu yang menusuk tajam terasa di gigi. Tentunya hal tersebut sangat mengganggu momen berbuka puasa yang nikmat. Mengapa sering terjadi gigi ngilu saat buka puasa dan bagaimana cara mengatasinya?
Kenapa Gigi Suka Ngilu Saat Buka Puasa?
Pada saat berpuasa, kondisi mulut kita juga mengalami perubahan. Produksi air liur (saliva) berkurang, yang menyebabkan mulut menjadi lebih kering. Padahal, air liur berfungsi sebagai penetral asam dan pelindung alami bagi struktur terluar pada gigi (enamel).

Ketika buka puasa, biasanya kita langsung memasukkan makanan ke mulut yang kering dengan suhu ekstrem, seperti air es atau makanan yang sangat panas, syaraf gigi yang sensitif akan bereaksi secara mengejutkan. Fenomena ini menimbulkan gejala berupa timbulnya rasa ngilu pada gigi, atau sering disebut gigi sensitif atau hipersensitivitas dentin.
Baca juga: Gigi Sensitif: Penyebab, Gejala, Pencegahan, dan Perawatannya
Hipersensitivitas dentin umumnya terjadi ketika enamel menipis atau mengalami erosi, sehingga bagian sensitif di bawahnya (dentin) terpapar. Dentin mengandung tubulus mikroskopis (tabung atau saluran berongga kecil) mirip seperti pori-pori yang terhubung dengan saluran akar gigi yang mengandung saraf.
Ketika dentin kehilangan lapisan pelindungnya, rangsangan berupa panas, dingin, makanan manis, asam atau lengket akan terkirim ke sel saraf di dalam gigi dan menimbulkan sensasi berupa rasa ngilu. Selain itu, gigi ngilu juga dapat disebabkan oleh penyakit gusi dan jaringan periodontal yang menyebabkan resesi gusi sehingga mengakibatkan akar gigi terekspos.
Cara Mengatasi Gigi Ngilu Saat Puasa
Agar momen berbuka puasa tetap nikmat, ada beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan untuk mengatasi gigi ngilu saat puasa jika terjadi:
Awali dengan hidangan di suhu normal
Hindari berbuka dengan langsung mengonsumsi hidangan yang bersuhu dingin atau panas. Mulailah dengan minum air putih bersuhu ruang untuk “memulihkan” rongga mulut yang kering secara perlahan dan membantu menetralkan pH mulut yang asam karena seharian berpuasa. Kondisi rongga mulut usai mengonsumsi air pun akan berangsur normal sehingga kamu bisa mengonsumsi makanan lain tanpa menyebabkan rangsangan pada saraf gigi.

Batasi makanan asam dan manis
Kolak atau es sirup memang nikmat, tapi kadar gula tinggi dan asam dapat memicu rasa ngilu pada gigi yang lapisan pelindungnya sudah tipis. Pilihlah hidangan yang tidak mengandung gula dan asam berlebih. Selain baik untuk mencegah gigi ngilu, hidangan tersebut juga baik untuk kesehatan.

Gunakan pasta gigi khusus
Jika ngilu sering berulang, beralihlah ke pasta gigi untuk gigi sensitif karena mengandung bahan-bahan khusus yang membantu menutup pori-pori mikroskopis pada dentin sehingga dapat mengurangi rasa ngilu.

Sikat gigi dengan cara yang tepat
Menyikat gigi dengan tepat merupakan langkah penting dalam mencegah kerusakan gigi, penyakit periodontal, dan nyeri akibat gigi sensitif. Cara menyikat gigi yang salah atau terlalu keras dapat melukai gusi dan mengekspos akar gigi. Dan jangan langsung menyikat gigi langsung setelah makan makanan manis atau asam saat berbuka. Tunggu sekitar 30 menit sebelum menyikat gigi agar enamel tidak terkikis dalam kondisi lunak.
Baca juga: Cara Sikat Gigi yang Benar untuk Kesehatan Mulut Optimal
Adanya masalah gigi ngilu saat buka puasa bukan hanya soal pentingnya memperhatikan jenis atau suhu hidangan berbuka puasa, tapi juga bisa merupakan sinyal bahwa gigimu membutuhkan perhatian ekstra. Apalagi jika keluhan tersebut sudah dirasakan cukup lama, khawatir ada gigi berlubang (karies) tersembunyi atau masalah gigi lainnya yang belum disadari.
Oleh karena itu, selain menerapkan beberapa tips di atas, jangan lupakan perawatan gigimu selama bulan Ramadan. Tenang saja, perawatan gigi dan mulut tidak membatalkan puasamu kok. Idealnya, pemeriksaan gigi dan mulut wajib dilakukan minimal enam bulan sekali. Dokter gigi akan membantu mengidentifikasi masalah kesehatan pada gigimu sehingga dapat diberikan perawatan yang tepat.
Untuk informasi lebih lanjut atau perawatan khusus, kunjungi klinik gigi terdekat seperti MHDC Clinic atau Medikids Clinic.
ditulis oleh: drg Nurdiani Rakhmayanthie – Medikids Cilegon
ditinjau oleh: drg. Rizky Aditiya Irwandi, MSc., Ph.D








