Gigi Susu Belum Tanggal Hingga Dewasa, Apa Penyebabnya?

Bagikan :

Table of Contents

Ditulis oleh drg. Risa FebrianiMedikids Cikarang  dan ditinjau oleh drg. Rizky Aditiya Irwandi, M.Sc., Ph.DMHDC Clinic BNI Wisma 46

Ringkasan:

Gigi susu belum tanggal hingga dewasa merupakan kondisi yang cukup sering ditemukan dalam praktik kedokteran gigi. Penyebab tersering adalah tidak adanya gigi permanen pengganti (hipodonsia), diikuti oleh impaksi gigi permanen, ankilosis, kelainan genetik, serta gangguan perkembangan gigi. Penegakan diagnosis memerlukan pemeriksaan klinis dan radiografis atau foto rontgen yang komprehensif. Tidak semua gigi susu yang bertahan harus dicabut, keputusan perawatan bergantung pada kondisi gigi, keberadaan gigi permanen pengganti, usia pasien, serta kebutuhan fungsional dan estetik.

Gigi susu akan tanggal dan digantikan oleh gigi permanen selama masa kanak-kanak hingga remaja. Proses ini terjadi karena akar gigi susu mengalami resorpsi fisiologis akibat tekanan dari benih gigi permanen yang sedang erupsi atau tumbuh. Namun, pada sebagian individu, satu atau beberapa gigi susu bertahan hingga usia dewasa. Kondisi ini dikenal sebagai persistensi gigi susu. Kondisi tersebut bukanlah fenomena yang jarang ditemukan dalam praktik kedokteran gigi, kondisi tersebut memerlukan evaluasi klinis serta radiografis yang menyeluruh.

Apa Saja Penyebab Gigi Susu Bertahan Hingga Usia Dewasa?

1. Tidak Adanya Gigi Permanen Pengganti (Hipodonsia)

Penyebab paling umum gigi susu bertahan hingga dewasa adalah tidak terbentuknya benih gigi permanen pengganti, suatu kondisi yang disebut hipodonsia atau agenesis gigi. Dalam keadaan ini, tidak ada tekanan erupsi yang merangsang resorpsi akar gigi susu sehingga gigi tetap berada pada lengkung rahang selama bertahun-tahun. Untuk mengetahui keadaan tersebut dibutuhkan pemeriksaan penunjang rontgen panoramik.

2. Impaksi Gigi Permanen

Pada beberapa kasus, gigi permanen sebenarnya ada, tetapi posisinya tidak normal sehingga gagal erupsi. Gigi dapat mengalami impaksi karena kekurangan ruang, hambatan jaringan keras atau lunak, maupun arah tumbuh yang abnormal. Akibatnya, gigi susu tidak memperoleh rangsangan resorpsi yang cukup dan tetap bertahan.

Baca Juga: Operasi Impaksi Gigi Bungsu Minim Sakit dengan drg. Nuraini, Sp.BM

impaksi gigi bungsu
impaksi gigi bungsu – gigi bungsu tumbuh miring

 3. Ankilosis Gigi Susu

Ankilosis adalah keadaan ketika akar gigi menyatu langsung dengan tulang alveolar tanpa adanya ligamen periodontal yang normal. Gigi yang mengalami ankilosis tidak dapat bergerak mengikuti pertumbuhan rahang sehingga sering tampak lebih rendah dibanding gigi di sekitarnya. Kondisi ini dapat menghambat tanggalnya gigi susu dan mengganggu erupsi gigi permanen.

4. Kelainan Genetik dan Sindrom Tertentu

Beberapa penyakit genetik dapat menyebabkan keterlambatan erupsi gigi dan retensi gigi susu. Kondisi yang sering dilaporkan antara lain:

  • Cleidocranial Dysplasia
  • Down Syndrome
  • Hypothyroidism
  • Ectodermal Dysplasia

Pada kondisi tersebut, proses pembentukan dan erupsi gigi permanen dapat mengalami gangguan sehingga gigi susu bertahan lebih lama dari normal.

gigi susu belum tanggal meski sudah dewasa bisa disebabkan kondisi tertentu seperti down syndrome
Individu down syndrome

5. Trauma dan Infeksi pada Gigi Sulung

Cedera atau infeksi yang terjadi pada gigi susu selama masa pertumbuhan dapat memengaruhi perkembangan gigi permanen di bawahnya. Gangguan ini dapat menyebabkan keterlambatan erupsi atau bahkan kegagalan pembentukan gigi permanen sehingga gigi susu tetap bertahan.

Baca Juga: Gigi Susu Belum Tanggal? Ini Dampaknya untuk Si Kecil!

Apa Dampaknya Jika Gigi Susu Bertahan Hingga Dewasa?

Tidak semua gigi susu yang bertahan hingga dewasa harus dicabut. Beberapa gigi dapat berfungsi dengan baik selama bertahun-tahun. Namun, kondisi ini tetap dapat menimbulkan berbagai masalah, antara lain:

  • Ketidakteraturan susunan gigi.
  • Gangguan oklusi atau gigitan.
  • Resorpsi akar yang progresif.
  • Karies dan penyakit periodontal.
  • Gangguan estetik.
  • Kehilangan ruang pada lengkung rahang apabila gigi tanggal tanpa perencanaan perawatan.
gigi berantakan
Ilustrasi susunan gigi yang tidak teratur

Pilihan Perawatan Gigi Susu Belum Tanggal Hingga Dewasa

1. Mempertahankan Gigi Susu

Apabila gigi masih sehat, tidak goyang, tidak mengalami resorpsi berat, dan berfungsi baik dalam pengunyahan, dokter gigi dapat memilih untuk mempertahankannya. Gigi susu yang dipertahankan dapat berfungsi selama bertahun-tahun pada pasien dewasa.

2. Restorasi dan Rehabilitasi

Gigi susu yang mengalami kerusakan dapat dirawat dengan restorasi atau penambalan, perawatan saluran akar, atau mahkota untuk mempertahankan fungsi dan estetiknya.

Baca Juga: Sudah Tambal Gigi, Tapi Kok Berlubang Lagi? Ini Penjelasannya

3. Ekstraksi

Pencabutan dipertimbangkan apabila:

  • Terdapat infeksi
  • Resorpsi akar berat.
  • Mobilitas atau kegoyangan gigi tinggi.
  • Mengganggu erupsi atau pertumbuhan gigi permanen.

Apabila dilakukan pencabutan, tetapi tidak ada gigi permanen penggantinya ruang yang tersedia hrus menggunakan gigi palsu, gigi palsu tersebut dapat berupa implan, gigi tiruan jembatan, atau perawatan ortodonti atau behel, hal tersebut dapat disesuai dengan kondisi pasien.

Kapan Harus ke Dokter Gigi? 

Untuk mengetahui rencana perawatan yang tepat terkait gigi susu yang belum tanggal hingga dewasa dapat melakukan konsultasi dengan dokter gigi di klinik Medikids atau MHDC Clinic terdekat. Tak perlu menunggu parah, dengan melakukan kunjungan ke klinik gigi terdekat sebanyak 6 bulan sekali bisa membantu kamu mendeteksi masalah gigi sedini mungkin.

MHDC Group adalah merupakan jaringan layanan kesehatan terpadu yang menyediakan fasilitas klinik gigi spesialis, kesehatan umum, dan vaksinasi. Tersebar di lebih dari 40 cabang di seluruh Indonesia, Medikids dan MHDC Clinic telah bekerja sama dengan berbagai rekanan asuransi kesehatan. Tersedia layanan dokter gigi spesialis lengkap, dukungan teknologi modern, dan suasana klinik yang ramah keluarga. klinik dokter gigi terdekat

Referensi

  • Jiang R, Huang R. Retained Deciduous Teeth: The Epidemiology, Etiology and Treatment Plans. Journal of Clinical Pediatric Dentistry, 2025.
  • Patel NJ, dkk. Restorative Dentistry Clinical Decision-Making for Hypodontia: Retained Primary Molars. British Dental Journal, 2023.
  • Robinson S, Chan MFWY. New Teeth from Old: Treatment Options for Retained Primary Teeth. British Dental Journal, 2009.
  • Laverty DP, dkk. The Current Evidence on Retaining or Prosthodontically Replacing Retained Deciduous Teeth in the Adult Hypodontia Patient: A Systematic Review. European Journal of Prosthodontics and Restorative Dentistry, 2018.
  • Leung CWM, Leung TF. Retained Primary Teeth: A Clinical Complaint Not to Be Dismissed. Paediatrics & Child Health, 2024.

Instagram MHDC GROUP