Bolehkah Cabut Gigi Saat Tekanan Darah Tinggi?

Bagikan :

cabut gigi saat tekanan darah tinggi

Table of Contents

Ditulis oleh drg. Nadia Dwi Fadilla (Medikids Depok) dan ditinjau oleh drg. Rizky Aditiya Irwandi, M.Sc, Ph.D (MHDC Clinic BNI Wisma 46)

Ringkasan: Cabut gigi saat tekanan darah tinggi berisiko menyebabkan pendarahan yang sulit dikendalikan, stress dan kecemasan, hingga kemungkinan komplikasi. Oleh karena itu, dokter gigi perlu melakukan pengecekan tensi terlebih dulu sebelum melakukan tindakan ke pasien. Apabila tekanan darah di atas 160/120, tindakan perlu ditunda hingga di angka stabil. 

Cabut gigi atau ekstraksi gigi adalah tindakan medis untuk mengatasi gigi yang rusak dan tidak dapat dipertahankan atau dirawat lagi.

Alasan pasien perlu melakukan pencabutan gigi disebabkan oleh berbagai faktor seperti gigi berlubang parah, penyakit gusi dan jaringan pendukung gigi (periodontal), impaksi gigi, gigi patah, kebutuhan untuk perawatan behel (ortodonti), maupun gigi susu anak yang tak kunjung tanggal. 

Sebelum tindakan biasanya dokter perlu melakukan pengecekan tekanan darah agar prosedur bisa berjalan dengan lancar dan minim risiko.

Mengapa harus periksa tekanan darah sebelum cabut gigi?

Pemeriksaan tekanan darah sebelum prosedur pencabutan gigi perlu dilakukan. Dokter gigi perlu mengevaluasi tekanan darah, risiko kesehatan pasien  serta mengetahui kapan perlu berkonsultasi atau dirujuk ke dokter lain.

Selain itu riwayat hipertensi juga perlu ditanyakan karena beberapa obat untuk mengendalikan tekanan darah dapat berinteraksi dengan obat-obatan yang sering digunakan dalam kedokteran gigi. Sehingga diperlukan komunikasi yang baik agar perawatan dapat berjalan dengan aman dan efektif.

cabut gigi saat hipertensi
Ilustrasi pengecekan tekanan darah pasien

Apa itu tekanan darah tinggi/hipertensi?

Tekanan darah orang dewasa normal yaitu 120 mmHg ketika jantung berdetak (sistolik) dan 80 mmHg pada saat jantung berelaksasi (diastolik). Hipertensi adalah kondisi ketika tekanan darah sistolik mencapai ≥ 140 mmHg dan atau tekanan darah diastolik mencapai  ≥ 90 mmHg.

Dalam berbagai pedoman medis, hipertensi dibagi dalam berbagai kategori. Hipertensi disebabkan oleh berbagai faktor seperti pertambahan usia, obesitas, riwayat keluarga, diabetes, kebiasaan merokok, menopause, pola makan tinggi garam, kurangnya aktivitas fisik, kekurangan vitamin D, depresi dan stres.

Baca Juga: Mengatasi Hipertensi, Si Silent Killer yang Perlu Diwaspadai

Apa risiko cabut gigi saat tekanan darah tinggi? 

1. Perdarahan yang lebih sulit dikendalikan 

Tekanan darah tinggi dapat meningkatkan risiko perdarahan selama dan setelah pencabutan gigi.

2. Stres dan kecemasan

Tindakan pencabutan gigi dapat membuat tubuh stres. Stres ini bisa muncul karena rasa takut, cemas sebelum tindakan, rasa nyeri, penggunaan anestesi lokal , ataupun respon alami tubuh terhadap situasi yang menegangkan. Pada pasien hipertensi, kondisi ini dapat menyebabkan tekanan darah dan denyut jantung melonjak lebih tinggi dibandingkan orang normal.

3. Meningkatkan risiko komplikasi

Tekanan darah tinggi dapat meningkatkan resiko komplikasi  serius seperti stroke.

Baca Juga: Kenapa Bisa Meninggal Setelah Cabut Gigi? Yuk, Kupas Faktanya!

cabut gigi saat tensi tinggi berisiko

Kapan sebaiknya pencabutan gigi ditunda?

Jika pasien datang ke klinik dokter gigi terdekat dengan tekanan darah di atas normal atau mengalami kenaikan tekanan darah mendadak, dokter gigi perlu melakukan penilaian dulu sebelum perawatan. Pada pasien dengan tekanan darah diatas 160/120 sebaiknya ditunda untuk tindakan pencabutan giginya hingga kondisi stabil.

Untuk kasus emergency atau yang memerlukan perawatan segera, tindakan masih dapat dilakukan dengan pertimbangan. Jika tekanan darah di atas 180/110 sebaiknya segera berkonsultasi ke dokter untuk mengendalikan tekanan darahnya sebelum menjalani perawatan gigi. Apalagi jika disertai dengan keluhan  seperti sakit kepala, nyeri dada, sesak napas, gangguan penglihatan perlu segera mendapat penanganan medis.

Namun, rekomendasi ini dapat berbeda karena setiap orang memiliki kondisi kesehatan yang berbeda. 

cabut gigi saat tensi naik
Ilustrasi gejala hipertensi

Bagaimana cara mengatasi hipertensi?

Selain dengan pemberian obat obatan, penerapan pola hidup sehat juga memiliki peran penting dalam membantu menurunkan dan menjaga tekanan darah tetap terkendali. Beberapa upaya yang dapat dilakukan antara lain sebagai berikut:

  • Meningkatkan aktivitas fisik
  • Menurunkan berat badan
  • Mengonsumsi makanan dengan kadar garam rendah (<2.3 gr Natrium), perbanyak asupan kalium (sayur, buah), dan hindari alkohol.
  • Mengurangi konsumsi kafein
  • Berhenti merokok
mengatasi hipertensi
Berhenti merokok bisa menjadi langkah untuk mengatasi hipertensi

Rutin lakukan pengecekan gigi

Selain menjaga tekanan darah agar selalu stabil, penting juga merawat kesehatan gigi agar terhindar dari risiko kerusakan. Lakukan pemeriksaan gigi rutin 6 bulan sekali di klinik gigi terdekat seperti Medikids dan MHDC Clinic. Klinik gigi ini memiliki layanan dokter gigi spesialis lengkap dan berpengalaman untuk perawatan semua usia.

Medikids dan MHDC telah tersebar di 40 cabang di seluruh Indonesia seperti Medikids Solo, Medikids Batam, Medikids Surabaya, Medikids Makassar, Medikids Palembang, Medikids Padang, dan masih banyak lagi. Tak hanya itu, klinik gigi ini juga sudah didukung dengan rekanan asuransi untuk memudahkan transaksi perawatanmu. Perawatannya pun didukung oleh teknologi terkini termasuk rontgen gigi, intraoral 3d scanner, airflow scaling, dan masih banyak lagi. Temukan Medikids dan MHDC klinik drg terdekat di kotamu dan reservasi sekarang!

klinik dokter gigi terdekat

Referensi

  1. Unger T, Borghi C, Charchar F, et al. 2020 International Society of Hypertension Global Hypertension Practice Guidelines. Hypertension. 2020;75(6):1334-1357.
  2. Preet, Amrit. 2025. Postponement or cancellation of dental extractions in patients with elevated blood pressure beyond procedural guidelines: A systematic review and meta-analysis.International Journal of Oral Health Dentistry;11(4):258–265 
  3. Southerland JH, Gill DG, Gangula PR, et al. Dental management in patients with hypertension: challenges and solutions. Clinical, Cosmetic and Investigational Dentistry. 2016;8:111-120. https://doi.org/10.2147/CCIDE.S99446
  4. American Dental Association. Hypertension (high blood pressure). Chicago (IL): American Dental Association; 2022. Available from: https://www.ada.org/resources/ada-library/oral-health-topics/ hypertension 
  5. Valtellini R, Ouanounou A.  2023.  Management of the hypertensive dental patient. J Can Dent Assoc; 89:n2
  6. Gazal G, Nassani M. Management of hypertension in emergency tooth extraction. British Dental Journal. 2025;238:840. https://doi.org/10.1038/s41415-025-8830-0
  7. Utamia, Mellati Dian, Dian Yosi Arinawat. 2025. Penangan pasien hipertensi dalam praktik kedokteran gigi.Ibnu Sina: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan-Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara. 24(2) :385-394
  8. Lestari N, Lauddin T, Amir AMIM. Indikasi dan Kontraindikasi Pencabutan Gigi. DENThalib Jour. 2023;1(3):73-79.gi 

Instagram MHDC GROUP