Sudah Banyak Minum Air Putih, Kok Masih Anyang-Anyangan? Ini Penyebabnya

Bagikan :

penyebab anyang-anyangan apa saja?

Table of Contents

Ditulis oleh Awardee Yayasan Wakaf Produktif PAII dan ditinjau oleh drg. Rizky Aditiya Irwandi, M.Sc. Ph.D (MHDC Clinic Kalibata City)

Ringkasan: Anyang-anyangan adalah kondisi ketika seseorang mengalami gangguan di saluran kemih bagian bawah (lower urinary tract symptoms/LUTS). Penyebab anyang-anyangan bisa dipicu oleh berbagai faktor seperti batu saluran kemih, pembesaran prostat, diabetes, penyakit menular seksual, atau iritasi pada saluran kemih. Segera kunjungi dokter gigi bila keluhan yang kamu rasakan menetap, berulang, atau disertai demam.  Semakin cepat penyebabnya diketahui, semakin cepat pula pengobatan yang tepat dapat diberikan dan risiko komplikasi, seperti infeksi ginjal, dapat dicegah. 

penyebab anyang-anyangan

Sudah banyak minum, tapi kok masih sering ingin buang air kecil dan terasa nyeri? Keluhan yang dikenal sebagai anyang-anyangan ini mungkin pernah kamu alami.

Banyak orang mengira hal ini hanya disebabkan karena kurang minum. Padahal, jika sudah cukup minum tetapi keluhan tetap muncul, bisa jadi ada masalah kesehatan yang memerlukan pemeriksaan dokter. Yuk, kenali penyebab anyang-anyangan agar tidak terlambat mendapatkan penanganan kesehatan yang tepat. 

Apa Itu Anyang-anyangan?

Anyang-anyangan adalah istilah yang digunakan masyarakat untuk menggambarkan kondisi ketika seseorang mengalami kondisi sering ingin buang air kecil, buang air kecil sedikit-sedikit,  nyeri atau perih saat buang air kecil, hingga terasa ingin buang air kecil terus meskipun kandung kemih sudah kosong.

Dalam dunia medis, keluhan ini dikenal sebagai gejala saluran kemih bagian bawah (lower urinary tract symptoms/LUTS) dan paling sering disebabkan oleh infeksi saluran kemih (ISK). Namun, bukan hanya infeksi yang dapat menimbulkan Anyang-anyangan.

Baca Juga: Infeksi Saluran Kemih pada Anak, Yuk Kenali Penyebabnya!

Apa Saja Penyebab Anyang-anyangan? 

Banyak yang mengira penyebab kondisi ini adalah karena asupan air putih yang kurang. Padahahl masih ada sebab lainnya loh. Beberapa di antaranya adalah sebagai berikut:

1. Infeksi Saluran Kemih (Penyebab Tersering)

Bakteri dari sekitar anus dapat masuk ke saluran kemih dan berkembang biak di kandung kemih. Akibat yang ditimbulkan adalah nyeri saat buang air kecil, anyang-anyangan, hingga urin yang keruh, berbau menyengat, bahkan disertai darah. 

Wanita lebih sering mengalami ISK karena saluran kencingnya lebih pendek sehingga bakteri lebih mudah mencapai kandung kemih.

ciri ciri infeksi saluran kemih pada anak
Ilustrasi infeksi saluran kemih

2. Kurang Mengosongkan Kandung Kemih

Sebagian orang terbiasa menahan buang air kecil atau tidak mengosongkan kandung kemih hingga tuntas. Sisa urine dapat menjadi tempat berkembangnya bakteri sehingga keluhan terus berulang.

3. Batu Saluran Kemih

Batu kecil dapat mengiritasi saluran kemih sehingga muncul nyeri saat buang air kecil, anyang-anyangan, urin berdarah, hingga nyeri pinggang hebat jika batu menyumbat saluran kemih. 

4. Iritasi Akibat Produk Tertentu

Sabun kewanitaan, cairan pembersih, parfum, atau bahan kimia tertentu dapat menyebabkan iritasi pada saluran kemih maupun area sekitar kemaluan sehingga timbul rasa perih saat berkemih.

Sabun kewanitaan mengandung pewangi bisa menjadi penyebab anyang-anyangan
Ilustrasi sabun kewanitaan

5. Penyakit Menular Seksual

Pada orang yang aktif secara seksual, infeksi seperti gonore atau klamidia juga dapat menyebabkan nyeri saat buang air kecil, keluar cairan dari kemaluan, dan anyang-anyangan. Pengobatan pada kondisi ini akan berbeda-beda tergantung dari penyebabnya. 

6. Diabetes Mellitus

Kadar gula darah yang tinggi membuat bakteri lebih mudah berkembang biak. Selain itu, penderita diabetes sering buang air kecil sehingga terkadang keluhan dianggap hanya akibat banyak minum, padahal terdapat infeksi saluran kemih.

gula darah tinggi berisiko menjadi penyebab anyang-anyangan pada penderita diabetes

7. Pembesaran Prostat pada Pria

Pada pria usia lanjut, pembesaran prostat dapat menghambat aliran urine sehingga timbul sulit memulai buang air kecil, pancaran urine lemah, sering buang air kecil terutama malam hari, dan anyang-anyangan. 

Baca Juga: Diabetes dan Kesehatan Mulut, Ternyata Saling Berhubungan!

Apakah Minum Air Putih Masih Penting?

Jawabannya tentu sangat penting. Sebab, air putih bisa membantu mengencerkan urin, mengeluarkan bakteri di saluran kemih, mengurangi risiko dehidrasi, hingga mengurangi  risiko terentuknya batu saluran kemih.

Namun perlu diingat, jika sudah terjadi infeksi atau gangguan lain, minum air putih saja bukanlah pengganti pengobatan

jaga kesehatan anak ramadan
Biasakan anak minum air putih dalam jumlah cukup

Siapa yang Lebih Berisiko Mengalami Anyang-anyangan?

Kondisi anyang-anyangan ternyata berisiko lebih tinggi pada perempuan, ibu hamil, dan lansia. Apalagi mereka yang sering menahan buang air kecil dan kurang menjaga kebersihan area genital.

Selain itu, situasi ini juga perlu diwaspadai jika seseorang menderita diabetes.

ibu hamil berisiko alami anyang-anyangan
ibu hamil berisiko alami anyang-anyangan
ibu hamil berisiko alami anyang-anyangan
ibu hamil berisiko alami anyang-anyangan

Cara Mencegah Anyang-anyangan 

Beberapa hal yang bisa kamu lakukan untuk mencegah gejala gangguan saluran kemih bawah adalah minum air putih yang cukup dan tidak menahan buang air kecil. 

Pastikan juga untuk membersihkan area genital setelah buang air kecil, hindari penggunaan sabun kewanitaan yang mengandung pewangi, buang air kecil setelah berhubungan seksual, dan gunakan pakaian dalam berbahan katun. Untuk penderita diabetes, kendalikan juga kadar gula darah jangan sampai melonjak tinggi.

Dan yang terpenting adalah, segera kunjungi klinik dokter atau rumah sakit terdekat jika mengalami gejala anyang-anyangan. Jangan hanya mengandalkan minum air putih atau obat yang dibeli sendiri tanpa pemeriksaan dari tim medis profesional. 

Kapan Harus Segera ke Dokter?

Daftar kondisi yang menandakan kamu harus segera melakukan pemeriksaan:

  • Nyeri saat buang air kecil yang tidak membaik dalam 1–2 hari meskipun sudah banyak minum.
  • Demam atau menggigil.
  • Nyeri pinggang atau nyeri di sisi tubuh.
  • Kencing bercampur darah.
  • Nanah atau cairan dari kemaluan.
  • Mual dan muntah.
  • Sulit buang air kecil sama sekali.
  • Keluhan terjadi berulang (lebih dari 2 kali dalam 6 bulan atau lebih dari 3 kali dalam setahun).
  • Sedang hamil, memiliki diabetes, atau daya tahan tubuh rendah.

Gejala-gejala tersebut dapat menandakan infeksi yang sudah menyebar ke ginjal atau adanya penyakit lain yang memerlukan penanganan segera.

dokter anak

Bagaimana Dokter Menentukan Penyebabnya?

Dokter akan melakukan wawancara mengenai keluhan dan riwayat kesehatan, kemudian pemeriksaan fisik. Bila diperlukan, dokter dapat menyarankan pemeriksaan seperti:

  • Urinalisis untuk melihat adanya sel darah putih, sel darah merah, bakteri, atau kristal pada urine.
  • Kultur urine bila dicurigai infeksi bakteri, terutama pada kasus berulang atau infeksi yang lebih berat.
  • Pemeriksaan gula darah jika terdapat faktor risiko diabetes.
  • Pemeriksaan ultrasonografi (USG) bila dicurigai batu saluran kemih, sumbatan, atau kelainan lain.

Hasil pemeriksaan akan membantu menentukan apakah diperlukan antibiotik atau terapi lain sesuai penyebabnya.

Apakah Semua Anyang-anyangan Perlu Antibiotik?

Jawabannya, tidak. Antibiotik hanya diberikan bila terbukti atau sangat dicurigai adanya infeksi bakteri. Penggunaan antibiotik tanpa anjuran dokter dapat menyebabkan bakteri menjadi kebal (resisten), sehingga infeksi di kemudian hari lebih sulit diobati.

Jika penyebabnya bukan infeksi, misalnya batu saluran kemih, iritasi, atau gangguan lain, maka pengobatannya akan disesuaikan dengan penyebab tersebut.

Konsultasikan kebutuhan kesehatanmu dan keluarga di Medikids dan MHDC Clinic. Selain memiliki layanan klinik gigi spesialis, layanan ini juga menyediakan layanan kesehatan umum dan vaksinasi untuk semua usia. Tersedia di beberapa cabang seperti Medikids Green Terrace, Medikids Bintaro, Medikids Kemang, dan masih banyak lagi.

Referensi ilmiah:

  1. European Association of Urology (EAU). Guidelines on Urological Infections.
  2. Infectious Diseases Society of America (IDSA). Clinical Practice Guideline for the Management of Acute Uncomplicated Cystitis and Pyelonephritis in Women.
  3. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran Infeksi Saluran Kemih.
  4. Hooton TM. Uncomplicated Urinary Tract Infection. New England Journal of Medicine.
  5. American Urological Association (AUA). Guidelines on Recurrent Urinary Tract Infections.

Instagram MHDC GROUP