Demam Setelah Imunisasi, Apakah Berbahaya?

Bagikan :

mengalami demam setelah imunisasi

Table of Contents

Ditulis oleh Awardee Yayasan Wakaf Produktif YPAII dan ditinjau oleh drg. Rizky Aditiya Irwandi, M.Sc. Ph.D (MHDC Clinic Wisma BNI 46)

Ringkasan: Demam setelah imunisasi adalah efek samping yang kerap muncul dan dirasakan pasien setelah tindakan. Ini bisa terjadi karena respons tubuh terhadap kandungan vaksin, respon kecemasan atau stres yang berlebihan saat proses imunisasi

Imunisasi adalah upaya pemberian vaksin kepada seseorang untuk merangsang pembentukan kekebalan tubuh secara aktif terhadap penyakit tertentu. Dengan terbentuknya kekebalan tersebut, apabila di kemudian hari seseorang terpapar oleh virus/bakteri penyebab penyakit, risiko mengalami infeksi dapat berkurang atau gejala yang muncul cenderung lebih ringan dibandingkan dengan individu yang tidak diimunisasi. 

Penyakit apa saja yang bisa dicegah dengan imunisasi? 

Terdapat berbagai penyakit yang dapat dicegah melalui imunisasi, baik yang disebabkan oleh virus maupun bakteri. Penyakit yang disebabkan oleh virus antara lain cacar air, campak, polio, hepatitis A, hepatitis B, dan influenza. Sementara itu, penyakit yang disebabkan oleh bakteri meliputi difteri, pertusis, tetanus, tuberkulosis, serta infeksi yang disebabkan oleh Haemophilus influenzae tipe b (Hib). 

Program imunisasi terdiri atas imunisasi rutin, imunisasi tambahan, dan imunisasi khusus. Imunisasi rutin meliputi imunisasi dasar dan imunisasi lanjutan yang diberikan sesuai dengan jenis vaksin, usia sasaran, serta jadwal. Waktu vaksinnya pun telah ditetapkan dalam Pedoman Penyelenggaraan Imunisasi.

imunisasi dasar pada anak

Imunisasi dasar pada bayi usia 0–11 bulan meliputi pemberian vaksin HB-0, BCG, Polio, DPT-HB-Hib, dan MR sesuai dengan jadwal yang dianjurkan. Selanjutnya, imunisasi lanjutan diberikan pada usia batita sebagai dosis booster untuk mempertahankan dan meningkatkan kekebalan, antara lain melalui pemberian antara lain melalui pemberian vaksin DPT-HB-Hib dan MR pada usia 18 bulan. 

Baca Juga: Kapan Harus Lakukan Imunisasi Kejar & Vaksin Gabungan untuk Anak?

Apa saja efek samping imunisasi? 

Meskipun imunisasi memberikan manfaat yang besar dalam mencegah berbagai penyakit infeksi, sebagian masyarakat masih merasa khawatir terhadap reaksi atau efek samping yang dapat muncul setelah imunisasi. Efek samping imunisasi dapat terjadi akibat respons tubuh terhadap kandungan vaksin, respon kecemasan atau stres yang berlebihan saat proses imunisasi sehingga menimbulkan keluhan seperti pusing, nafas berlebihan, nyeri, mual, muntah, hingga pingsan, serta kondisi tertentu yang berkaitan dengan kelainan atau penyakit bawaan pada individu. Setiap penyebab yang mendasari efek samping imunisasi dapat menimbulkan reaksi yang berbeda-beda.

demam setelah imunisasi

Sebagian besar efek samping setelah imunisasi bersifat ringan dan sementara. Reaksi yang paling sering muncul meliputi nyeri, kemerahan, atau bengkak pada lokasi penyuntikan, demam ringan, mengantuk, penurunan nafsu makan, mual, atau muntah. Kondisi tersebut merupakan respons normal sistem imun dalam membentuk kekebalan terhadap penyakit dan umumnya akan membaik dengan sendirinya dalam waktu 2–3 hari tanpa memerlukan penanganan khusus.

Baca Juga: Vaksin DPT Minim Demam, Benarkah Efektif untuk Si Kecil?

Apa yang bisa dilakukan untuk meredakan efek samping imunisasi? 

Beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk membantu meredakan efek samping ringan seperti demam setelah imunisasi: 

  • Beristirahat yang cukup agar tubuh dapat memulihkan kondisi dan membentuk respons imun secara optimal.
  • Memenuhi kebutuhan cairan dengan minum air putih yang cukup untuk mencegah dehidrasi, terutama apabila disertai demam.
  • Mengonsumsi obat penurun demam atau pereda nyeri sesuai anjuran dokter apabila diperlukan.
  • Tetap menggerakkan anggota tubuh yang menerima suntikan secara perlahan sesuai toleransi untuk membantu mengurangi rasa nyeri dan mencegah kekakuan.
  • Mengompres area suntikan yang terasa nyeri atau bengkak menggunakan kain bersih yang dibasahi air dingin selama beberapa menit apabila diperlukan.
Efek Samping Vaksin Influenza
Efek Samping Vaksin Influenza

Baca Juga: Vaksin Influenza: Manfaat dan Efek Samping untuk Kamu!

Kapan harus ke dokter?

Kamu perlu waspada apabila keluhan tidak membaik setelah 2–3 hari, justru semakin berat, atau disertai gejala yang mengarah pada efek samping imunisasi yang serius. Reaksi berbahaya yang harus diwaspadai adalah reaksi alergi berat (anafilaksis) gejalanya meliputi sesak napas, pembengkakan pada wajah atau bibir, hingga pingsan, syok, kejang, penurunan jumlah trombosit, kelemahan otot, atau gangguan kesadaran. Apabila kondisi tersebut terjadi, segera lakukan pemeriksaan ke fasilitas pelayanan kesehatan untuk mendapatkan penanganan yang tepat. 

Di mana bisa mendapatkan layanan imunisasi dan vaksinasi lengkap?

Kamu bisa datang ke klinik vaksinasi terdekat seperti Medikids atau MHDC Clinic. Selain dikenal sebagia klinik gigi spesialis keluarga, layanan kesehatan ini juga memiliki fasilitas kesehatan umum dan vaksinasi. Pilihan vaksinasinya lengkap untuk semua usia, resmi, dan aman. Harga vaksin di Medikids atau MHDC Clinic bervariasi mulai dari. Namun, kamu bisa mendapatkan biaya yang lebih hemat dengan memanfaatkan promo vaksin yang tersedia di klinik seperti promo vaksin influenza keluarga di bawah ini.

vaksin influenza

Referensi

Instagram MHDC GROUP