Bukan Hanya Estetika, Gigi Berantakan Picu Risiko Infeksi!

Bagikan :

Table of Contents

Memiliki susunan gigi yang rapi bukan hanya soal penampilan, tetapi juga soal kesehatan. Gigi berantakan atau tidak tersusun dengan baik (maloklusi) dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan mulut, salah satunya adalah peningkatan risiko infeksi gigi dan gusi.

Sering kali, orang menganggap gigi berantakan hanyalah masalah estetika. Padahal, kondisi ini bisa menjadi pintu masuk bagi berbagai gangguan serius seperti gigi berlubang, radang gusi (gingivitis), bahkan periodontitis (infeksi gusi dan tulang penyangga di bawahnya), hingga kerusakan tulang penyangga gigi. Artikel ini akan membahas bagaimana gigi berantakan menyebabkan peningkatan risiko infeksi, serta pentingnya penanganan dini.

Mengapa Gigi Berantakan Bisa Menyebabkan Infeksi?

Titik Kontak Antar Gigi Tidak Baik

Dalam susunan gigi yang sehat, setiap gigi memiliki titik kontak yang pas dengan gigi di sebelahnya. Titik kontak ini penting agar makanan tidak mudah terselip di antara gigi.

Namun, pada gigi yang berantakan—misalnya gigi yang saling tumpang tindih atau miring—titik kontak menjadi tidak sempurna. Akibatnya, sisa makanan lebih mudah terjebak di sela-sela gigi dan lebih sulit untuk dibersihkan meskipun sudah menyikat gigi.

gigi berantakan
Titik kontak gigi tidak ideal

Sulit Dibersihkan dengan Sikat Gigi Biasa

Gigi yang tidak rapi menciptakan banyak celah sempit atau sudut tersembunyi yang tidak bisa dijangkau oleh bulu sikat gigi biasa. Hal ini menyebabkan plak dan sisa makanan terus menumpuk dari hari ke hari. Plak yang tidak dibersihkan akan mengeras menjadi karang gigi (kalkulus) yang hanya bisa dibersihkan oleh dokter gigi. Karang gigi ini merupakan tempat berkembangnya bakteri penyebab infeksi gusi dan gigi.

bersihkan karang gigi
Penumpukan plak akibat gigi berjejal

Penumpukan Karang Gigi Terjadi Lebih Cepat

Pada orang dengan susunan gigi yang rapi, proses pembentukan karang gigi lebih lambat karena permukaan gigi mudah dibersihkan. Sebaliknya, pada gigi yang berantakan, karang gigi terbentuk lebih cepat karena plak tidak hilang sepenuhnya saat menyikat gigi.

Karang gigi yang terus menumpuk akan menekan gusi dan menyebabkan peradangan gusi kronis. Jika tidak diatasi, peradangan ini bisa berkembang menjadi periodontitis, yakni infeksi gusi yang merusak jaringan dan tulang penyangga gigi.

gingivitis
Penumpukan plak menyebabkan radang gusi (source)

Dampak Jangka Panjang Gigi Berantakan

Gigi Mudah Berlubang

Sisa makanan dan plak yang tertinggal di antara gigi menjadi tempat ideal bagi bakteri untuk berkembang biak. Bakteri ini memproduksi asam yang mengikis lapisan email gigi, menyebabkan gigi berlubang (karies).

Jika lubang tidak segera ditambal, infeksi dapat menyebar ke bagian dalam gigi hingga akar dan menyebabkan nyeri hebat atau abses.

gigi berlubang
Gigi berlubang akibat penumpukan plak

Radang dan Infeksi Gusi

Gusi yang terus-menerus terpapar plak dan bakteri akan menjadi merah, bengkak, dan mudah berdarah. Ini adalah gejala gingivitis, tahap awal dari penyakit gusi.

Jika dibiarkan, gingivitis bisa berkembang menjadi periodontitis, di mana infeksi mencapai jaringan penyangga gigi dan menyebabkan gigi goyang bahkan tanggal.

Bau Mulut Kronis (Halitosis)

Penumpukan plak, sisa makanan, dan bakteri dalam mulut menyebabkan bau mulut tak sedap yang sulit hilang meski sudah menyikat gigi. Hal ini bisa mengganggu rasa percaya diri dalam berinteraksi sosial.

asuransi

Penanganan Gigi Berantakan

Mengatasi gigi berantakan tidak hanya untuk memperbaiki penampilan, tetapi juga demi kesehatan jangka panjang. Penanganan dini dapat mencegah komplikasi yang lebih berat.

Behel (Ortodontik)

Pemasangan kawat gigi adalah solusi utama untuk merapikan susunan gigi. Selain memperbaiki estetika, behel juga membantu menciptakan titik kontak yang ideal antargigi agar mudah dibersihkan. Sekarang kamu juga bisa mendapatkan behel dengan harga terjangkau dengan promo Brace Up by Medikids. Behel Ormco Metal yang biasanya Rp12.000.000 kini bisa kamu dapatkan hanya dengan Rp6.000.000.

promo pasang behel

Scaling dan Pembersihan Rutin
Melakukan pembersihan karang gigi secara rutin setiap 6 bulan dapat mencegah peradangan gusi dan memperlambat perkembangan infeksi.

proses scaling
Ilustrasi proses scaling

Penggunaan Benang Gigi dan Sikat Interdental

Untuk membersihkan sela-sela gigi yang sempit akibat gigi berantakan, penggunaan dental floss dan sikat khusus interdental sangat dianjurkan.

flossing gigi
Ilustrasi menggunakan benang gigi

 Pemeriksaan Rutin ke Dokter Gigi Terdekat

Dengan kontrol rutin, dokter gigi dapat mendeteksi dini adanya infeksi atau kerusakan, serta memberi saran perawatan terbaik. 

Penanganan yang tepat seperti pemasangan behel dan menjaga kebersihan mulut secara menyeluruh, kita bisa mencegah infeksi dan mempertahankan kesehatan mulut jangka panjang. Yuk konsultasikan ke  gigi di Klinik MHDC dan Medikids terdekat!

klinik gigi terdekat

ditinjau oleh: drg. Rizky Aditiya Irwandi, M.Sc

Referensi: 

A clinical study of the relationship between crowding of teeth, plaque and gingival condition https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/268334/
Influence of tooth crowding on the prevalence of dental caries. A literature review https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/21469285/  

Instagram MHDC GROUP