Meningitis adalah peradangan pada selaput pelindung otak dan sumsum tulang belakang yang disebabkan oleh infeksi bakteri Neisseria meningitidis. Pada bayi, penyakit tersebut adalah penyakit yang sangat berbahaya karena dapat berkembang cepat dan menyebabkan komplikasi serius atau bahkan kematian. Yuk, Parents! Simak artikel berikut untuk mengetahui informasi penting cara mewaspadai penyakit meningitis pada bayi.
Apa itu Meningitis pada Bayi?
Meningitis pada bayi terjadi ketika lapisan pelindung otak dan sumsum tulang belakang mengalami infeksi atau peradangan. Beberapa kondisi bayi yang memiliki risiko tinggi untuk terkena infeksi meningitis antara lain:
- Bayi baru lahir usia 0–28 hari
- Bayi prematur atau bayi dengan berat badan lahir rendah
- Adanya riwayat infeksi pada ibu selama kehamilan atau persalinan
- Proses persalinan tidak optimal, seperti ketuban pecah dini atau proses persalinan yang lama
- Kebersihan lingkungan yang kurang baik
- Status imunisasi yang tidak lengkap

Penyebab Meningitis pada Bayi
Penyakit meningitis pada bayi bisa berbeda-beda penyebabnya tergantung jenis organismenya. Penyebab utamanya antara lain yaitu:
- Streptococcus Grup B, sering menyerang bayi yang baru lahir, terutama dalam 48 jam pertama setelah kelahiran.
- Escherichia coli (E. coli), umumnya berasal dari infeksi saluran lahir ibu.
- Listeria monocytogenes, bakteri yang dapat ditemukan pada makanan yang terkontaminasi dan menyebabkan sepsis serta meningitis.
- Enterovirus, penyebab paling umum meningitis yang berasal dari virus.
Baca juga: Bersiap Umroh? Ini Alasan Vaksin Meningitis untuk Umroh Penting!
Gejala Meningitis pada Bayi
Meningitis virus biasanya memiliki gejala yang lebih ringan daripada meningitis bakteri, tetapi tetap memerlukan perhatian medis. Gejala pada bayi sering kali tidak sama dengan gejala pada anak yang lebih besar atau orang dewasa. Beberapa tanda yang perlu Parents waspadai adalah:
- Bayi menangis terus-menerus
- Demam tinggi
- Lesu, tampak sangat lemah, terkadang sulit dibangunkan
- Tidak mau menyusu atau menolak makan
- Muntah berulang
- Ubun-ubun (fontanel) tampak menonjol
- Kejang

Pencegahan Meningitis pada Bayi
Untuk mencegah meningitis, Parents dapat menerapkan beberapa langkah berikut:
- Perawatan prenatal yang baik pada ibu hamil, seperti pemeriksaan kehamilan secara rutin, imunisasi ibu hamil, pemenuhan nutrisi yang baik, dan menerapkan pola hidup yang sehat.
- Melakukan imunisasi secara lengkap dan sesuai jadwal, khususnya imunisasi seperti Hib, pneumokokus, dan meningokokus. Vaksin-vaksin tersebut dapat Parents dapatkan di klinik terpercaya dan ramah anak seperti MHDC Clinic.
- Selalu menjaga kebersihan tangan dan lingkungan untuk mencegah penularan infeksi bakteri maupun virus penyebab meningitis.
- Memberikan ASI eksklusif yang dapat membantu meningkatkan imunitas bayi terhadap berbagai infeksi umum.

Kesimpulan
Meningitis pada bayi merupakan kondisi serius yang memerlukan penanganan segera. Penyakit ini tidak hanya berisiko menimbulkan komplikasi berat jangka panjang, tetapi juga sering menunjukkan gejala yang tidak khas pada bayi, sehingga membutuhkan kewaspadaan dan perhatian khusus agar dapat ditangani secara cepat dan tepat. Salah satu upaya pencegahan meningitis yang efektif adalah melalui pemberian vaksinasi sesuai jadwal. Sekarang kamu bisa jadwalkan vaksin meningitis di MHDC Bulog! Dapatkan vaksin berkualitas tanpa antri hanya di MHDC.
artikel ditinjau oleh: drg. Rizky Aditiya Irwandi, MSc., Ph.D
Referensi
- Bundy LM, Rajnik M, Noor A. (2025). Neonatal meningitis. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK532264/
- WHO. (2025). Meningitis. Retrieved from: https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/meningitis?utm_source=chatgpt.com
- WHO. (n.d). Meningococcal Disease. Retrieved from: https://www.emro.who.int/health-topics/meningococcal-disease/vaccine-vaccination.html






