Pemakai behel tiba-tiba mengalami gigi goyang, nyeri, gusi bengkak yang terus menerus, setelah ditelusuri, ternyata sudah lama memakai “behel murah” di oknum tukang gigi atau layanan ilegal. Sedihnya, ada beberapa kasus yang kerusakannya sudah menjadi permanen dan sulit untuk dikembalikan seperti semula. Sampai sekarang, masih banyak orang yang belum mengerti bedanya behel asli dan palsu. Padahal dampaknya bisa sangat serius dan permanen. Yuk, kita belajar bersama-sama cara membedakannya.
Behel Asli vs Behel Palsu
Behel asli (orthodonti) adalah alat yang dipasangkan oleh dokter gigi umum (untuk alat lepasan) atau dokter gigi spesialis orthodonti / Sp.Ort (untuk alat cekat) dengan prosedur medis berencana. Sebelum pemasangan, pasien harus menjalani pemeriksaan lengkap, seperti pemeriksaan langsung atau klinis, pencetakan gigi rahang atas dan bawah, dan rontgen.
Behel memiliki tujuan untuk memperbaiki susunan gigi, gigitan, dan fungsi pengunyahan, sehingga memakai behel bukan sekedar gaya. Dokter akan akan memberikan tekanan pada gigi yang dihitung secara ilmiah dan dikontrol secara berkala. Coba bayangkan kalau behel dipasang oleh pihak yang bukan tenaga medis: apakah mereka menghitung tekanan yang diberikan ke gigi? Padahal tekanan berlebihan bisa merusak gigi dan jaringan di sekitarnya.
Baca juga: Ini Prosedur Pasang Behel Gigi yang Perlu Kamu Tahu!
Berbeda dengan behel oleh dokter gigi, behel palsu yang dipasang oleh tukang gigi atau layanan ilegal hanya menempelkan bracket dan kawat tanpa perencanaan, rontgen, maupun kontrol medis yang aman. Biasanya oknum akan memberikan harga sangat murah dan dijanjikan bisa dipasang dengan cepat. Mari kita lihat contoh kasus pada korban oknum tersebut:

Akibat Menggunakan Behel Palsu
Behel palsu dapat menimbulkan dampak serius berupa:
- Gigi bergeser ke posisi yang salah
- Nyeri pada gigi dan rahang
- Peradangan dan infeksi gusi serta tulang (penyangga gigi) yang dapat menyebabkan pembengkakan atau abses
- Gigi geligi menjadi goyang dan bisa copot/tanggal lebih cepat
- Luka pada pipi, bibir, dan lidah yang menyebabkan sariawan berulang,
- Risiko infeksi karena alat tidak steril
Kerusakan permanen yang tidak dapat dipulihkan seperti semula, dan jika bisa dipulihkan, maka biaya perawatan lanjutan akan semakin mahal.
Hal yang Perlu Diperhatikan dalam Memasang Behel
Berikut merupakan bahan pertimbangan sebelum melakukan pemasangan behel:
- Pastikan untuk memasang behel di klinik atau rumah sakit, bukan di rumah, salon, atau tempat non-medis lainnya. Dokter gigi pasti memiliki Surat Tanda Registrasi (STR) atau Surat Izin Praktik (SIP) yang dapat ditunjukkan.
- Dokter akan menjelaskan rencana perawatan, range lama pemakaian, dan risiko (bukan hanya masalah “biar estetik”, tanpa penjelasan medis).
- Dokter akan melakukan cetak gigi dan rontgen sebelum memasang behel. Selanjutnya, dokter akan menginstruksikan adanya kontrol rutin secara berkala.
Jadi, behel adalah alat medis untuk bantu merapikan gigi, bukan aksesoris atau sekedar fashion, Jika kamu ingin pasang behel, pastikan untuk konsultasi kebutuhan perawatan kamu dengan dokter gigi spesialis orthodonti. Pilih klinik gigi dengan dokter gigi spesialis yang kompeten seperti di MHDC dan Medikids Clinic. Temukan MHDC dan Medikids Clinic terdekat dari lokasi kamu. Dan saat ini, untuk kamu yang ingin pasang behel atau kawat gigi, kamu bisa dapatkan dengn harga terjangkau dengan promo Brace Up by Medikids.
ditulis oleh: drg. Karina Widya Aisya – MHDC Menara Sentraya
ditinjau oleh: drg. Rizky Aditiya Irwandi, MSc., Ph.D
Referensi:
- Kortugi (2018) Edukasi mengenai bahaya pemasangan behel oleh non-tenaga medis. Instagram. Available at: https://www.instagram.com/korbantukanggigi/?hl=en (Accessed: 27 January 2026)
- Alam, M. K. et al. (2023) Complications Arising Due to Orthodontic Treatment—A Systematic Review and Meta-Analysis. Applied Sciences, 13(6), 4035. DOI:10.3390/app13064035.







