Normalnya, gigi susu tanggal ketika gigi permanen yang berada di bawahnya sudah mulai tumbuh. Gigi permanen akan memberikan tekanan pada akar gigi susu, sehingga akar tersebut mengalami resorpsi, lalu gigi susu akan tanggal. Gigi susu yang belum tanggal tetapi gigi permanen sudah tumbuh, keadaan tersebut disebut dengan persistensi gigi. Kenapa gigi susu tidak tanggal sering menjadi concern orang tua, padahal persistensi gigi susu merupakan masalah umum terjadi pada perkembangan gigi anak. Akar gigi susu yang tidak diresorpsi secara normal, menyebabkan gigi susu tetap di tempatnya tidak tanggal, kondisi tersebut dikenal sebagai persistensi gigi susu. Proses tanggal/eksfoliasi gigi yang terhambat merupakan masalah yang umumnya dialami oleh sebagian orang.
Penyebab Gigi Susu Belum Tanggal
Agenesis
Tidak adanya benih gigi permanen pengganti. Ketika gigi permanen tidak terbentuk secara embrionik, tidak ada tekanan yang menyebabkan resorpsi akar gigi susu. Akibatnya, gigi susu tidak tanggal bahkan hingga dewasa.

Posisi gigi permanen yang salah
Pada kondisi ini, gigi permanen gagal menemukan jalur erupsi yang benar dan tidak dapat mendorong gigi susu keluar, sehingga gigi susu tetap tertahan.
Baca juga: Anak Dalam Masa Pertumbuhan? Cek Kesehatan Gigi Susunya!
Ankylosis
Kondisi menyatunya akar gigi dengan tulang. Hal tersebut menyebabkan gigi susu tidak dapat bergeser dari tulang di rahang, sehingga gigi susu tidak dapat tanggal.

Gangguan resorpsi akar
Proses alami resorpsi pada akar melibatkan aktivitas osteoklas/odontoklas, apabila aktivitasnya terganggu maka gigi susu tidak diresorpsi dengan baik, sehingga gigi susu tidak dapat tanggal. Hal tersebut dapat disebabkan oleh gangguan genetik atau kondisi sindrom tertentu.
Akibat Gigi Susu tidak Dicabut
Gigi susu seharusnya tanggal secara alami untuk memberi ruang bagi gigi permanen. Jika gigi susu tidak tanggal dan tidak dicabut saat memang diperlukan, dapat timbul beberapa dampak seperti :
Gigi permanen tumbuh tidak normal
Kondisi gigi dapat tumbuh miring di bagian depan atau belakang gigi susu yang nantinya dapat menyebabkan gigi berjejal sehingga susunan gigi menjadi tidak rapih, berpotensi membutuhkan perawatan orthodonti/behel di kemudian hari.

Resiko impaksi gigi permanen
Jika gigi susu tetap bertahan, gigi permanen bisa terjebak di dalam tulang rahang (impaksi) dan tidak dapat tumbuh ke permukaan dengan normal.
Baca juga: Impaksi Gigi: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengobatinya
Gangguan fungsi pengunyahan dan bicara
susunan gigi yang tidak sejajar dapt menyebabkan pengunyahan tidak efisien dan mengalami nyeri di rahang, serta mempengaruhi pengucapan huruf tertentu yang mempengaruhi kejelasan bicara.

Meningkatkan resiko karies
Akibat posisi gigi yang tidak rapi menyebabkan kesulitan untuk membersihkan gigi sehingga sisa-sisa makanan menjadi menumpuk dan meningkatkan resiko karies.

Gangguan estetika
susunan gigi yang tidak rapi dapat mempengaruhi senyum yanh dapat menyebabkan rasa percaya diri berkurang.

Cara Agar Gigi Anak Cepat Tanggal
Pergantian gigi susu ke gigi permanen merupakan proses alami dalam pertumbuhan anak, biasanya terjadi pada usia 6–12 tahun. Namun, pada beberapa anak, gigi susu dapat tanggal lebih lambat dari waktu normal. Kondisi ini sering membuat orang tua khawatir. Berikut beberapa cara membantu proses tanggalnya gigi anak:
Biarkan Proses Tanggal Terjadi Secara Alami
Umumnya gigi susu akan tanggal ketika akar gigi tersebut mengalami resorpsi akibat dorongan gigi permanen di bawahnya. Orang tua sebaiknya tidak perlu memaksa mencabut gigi yang belum goyang karena dapat menyebabkan nyeri, perdarahan, dan infeksi.

Biasakan anak untuk mengunyah makanan sehat dan bertekstur
Membiasakan anak mengunyah makanan seperti buah apel dan pir, dapat membuat pergerakan gigi susu sehingga menjadi lebih cepat goyang dan dapat tanggal secara alami.

Menggoyangkan gigi susu yang goyang
Ajarkan anak menggoyangkan gigi susu yang sudah goyang, menggoyakan perlahan dengan lidah atau jari yang bersih dapat membantu mempercepat proses tanggalnya gigi.
Baca juga: Apa Itu Gigi Susu Anak? Pengertian dan Cara Merawatnya!
Penuhi asupan nutrisi
Asupan nutrisi yang cukup seperti kalsium, vitamin D, protein dan mineral lainnya dapat mendukung perkembangan tulang dan gigi. Asupan nutrisi yang baik membantu pertumbuhan gigi permanen sehingga mendorong gigi susu untuk tanggal.

Rutin periksa ke dokter gigi
Periksa rutin ke dokter gigi 6 bulan sekali untuk memantau proses pergantian gigi. Dokter gigi dapat menilai apakah gigi susu masih normal dipertahankan atau sudah perlu dicabut untuk memberi ruang bagi gigi permanen. Untuk mendapatkan info lebih lanjut serta memantau proses pergantian gigi, konsultasikan dengan dokter gigi untuk mendapatkan perawatan yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan anak. Parents dapat percayakan kebutuhan perawatan gigi anak di klinik MHDC dan Medikids terdekat!
ditulis oleh: drg. Risa Febriani – Medikids Bekasi
ditinjau oleh: drg. Rizky Aditiya Irwandi, MSc., Ph.D







