Cara Mengatasi Gigi Goyang di Usia Dewasa, Haruskah Langsung Dicabut?

Bagikan :

Table of Contents

Ditulis oleh drg. Akbardin Mohammad Moslem (Medikids Rawamangun) dan ditinjau oleh drg. Rizky Aditiya Irwandi, M.Sc., Ph.D (MHDC Clinic Kalibata City)  

Ringkasan: Gigi goyang di usia dewasa bukanlah kondisi normal dan paling sering disebabkan oleh periodontitis. Faktor lain seperti trauma oklusi, bruxism, trauma dental, infeksi periapikal, dan penyakit sistemik juga dapat berperan. Solusinya tidak harus selalu dicabut. Dokter gigi akan mengecek beberapa hal seperti tingkat keparahannya sebelum melakukan perencanaan perawatan. 

Gigi goyang
Gigi goyang

Masalah pada kesehatan gigi menjadi salah satu kekhawatiran yang dirasakan oleh orang dewasa. Bukan hanya meninggalkan rasa sakit, efek lainnya adalah bisa mempengaruhi estetika wajah bahkan mengharuskan kita mengeluarkan banyak biaya.

Selain gigi berlubang, masalah gigi yang ditakutkan muncul adalah gigi goyang. Kegoyangan gigi pada anak-anak biasanya merupakan bagian dari proses pergantian gigi susu. Sementara, pada orang dewasa kondisi ini hampir selalu menjadi tanda adanya gangguan pada jaringan penyangga gigi (periodontal). Jika tidak ditangani, kondisi ini dapat berakhir dengan kehilangan gigi permanen.

Baca Juga: Splinting Gigi: Cara Cepat Selamatkan Gigi Goyangmu!

Apa saja penyebab gigi goyang pada usia dewasa?

Beberapa kondisi yang dapat menyebabkan kegoyangan pada gigi, yaitu :

Periodontitis

Periodontitis merupakan penyebab utama gigi goyang pada orang dewasa. Penyakit ini terjadi akibat infeksi bakteri plak yang menyebabkan peradangan kronis, kerusakan ligamen periodontal, dan resorpsi tulang alveolar. Seiring berjalannya waktu, dukungan terhadap gigi berkurang sehingga gigi menjadi goyang.

Gejala yang sering menyertai:

  • Gusi berdarah saat menyikat gigi
  • Bau mulut
  • Gusi bengkak
  • Gusi turun (resesi gingiva)
  • Celah antar gigi melebar
  • Gigi bergeser posisi
periodontitis adalah
Kondisi gigi dengan periodontitis parah (source)

Trauma Oklusi dan Bruxism

Kebiasaan menggemeretakkan gigi (bruxism) atau adanya kontak gigitan yang berlebihan dapat meningkatkan tekanan pada ligamen periodontal sehingga memicu kegoyangan gigi. Trauma oklusi sendiri tidak selalu menyebabkan kehilangan tulang, tetapi dapat memperberat periodontitis yang sudah ada.

Trauma Dental

Benturan langsung akibat kecelakaan, olahraga, atau jatuh dapat menyebabkan gigi menjadi goyang secara mendadak. Pada beberapa kasus kegoyangan akan membaik setelah penyembuhan, tetapi pada trauma berat dapat menjadi permanen.

Infeksi Periapikal

Infeksi pada ujung akar gigi akibat karies yang tidak dirawat dapat menyebabkan kerusakan tulang di sekitar akar sehingga gigi menjadi goyang. Setelah perawatan saluran akar (root canal treatment), kegoyangan dapat berkurang apabila dukungan tulang masih memadai.

karang gigi
Gigi goyang (source)

Penyakit Sistemik

Beberapa kondisi sistemik dapat meningkatkan risiko kegoyangan gigi, antara lain:

Diabetes mellitus yang tidak terkontrol

Terdapat hubungan antara status glikemik dan kegoyahan gigi secara umum. Hal ini kemungkinan disebabkan oleh penurunan pertumbuhan tulang dan mineralisasi akibat defisiensi insulin

Sindrom Down

Penyakit periodontal merupakan salah satu masalah kesehatan mulut yang paling signifikan pada pasien dengan sindrom Down. Beberapa faktor seperti defisiensi imunologis, kebersihan mulut yang buruk, jaringan periodontal yang rapuh, penuaan dini, dan gangguan fungsi pengunyahan paling mungkin terjadi pada penderita sindrom ini. Selain itu, ada kemungkinan juga bahwa akar gigi yang pendek menjadi penyebab kegoyahan gigi dan kerontokan selanjutnya pada pasien tersebut.

gigi susu belum tanggal meski sudah dewasa bisa disebabkan kondisi tertentu seperti down syndrome
Individu down syndrome

Hiperparatiroid

Kondisi ini berkaitan dengan hiperaktivitas kelenjar paratiroid. Kegoyahan gigi secara umum merupakan salah satu gejala paling umum yang terlihat pada hiperparatiroidisme primer maupun sekunder akibat pengeroposan tulang yang terjadi selama kondisi ini

Kelainan imunologis tertentu

Pada kasus penderita HIV, infeksi HIV menekan sistem kekebalan tubuh yang dapat memicu perubahan periodontal dan pada akhirnya dapat menyebabkan periodontitis.

Baca Juga: Mengenal Periodontitis: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya

Bagaimana cara mengetahui tingkat kegoyangan gigi? 

Terdapat beberapa indeks yang digunakan oleh dokter gigi untuk mengukur derajat kegoyangan gigi. Namun, yang sering dipakai saat ini yaitu Indeks Miller dengan pembagian tingkatan sebagai berikut: 

Grade 0 Tidak ada pergerakan saat diberi tekanan
Grade 1 Pergerakan gigi horizontal 0,2 mm
Grade 2 Pergerakan horizontal sampai ±1 mm
Grade 3 Pergerakan >1 mm disertai mobilitas vertikal/depresibilitas

Baca Juga: Gigi Keropos Parah? Cegah Pencabutan dengan Crown Gigi!

Apakah gigi goyang di usia dewasa harus selalu dicabut?

Gigi goyang tidak selalu harus dicabut. Prognosis atau prediksi dokter gigi mengenai perjalanan, tingkat keparahan, dan peluang keberhasilan perawatan suatu masalah gigi sangat bergantung pada:

  • Penyebab utama
  • Derajat kehilangan tulang
  • Kepatuhan pasien terhadap perawatan
  • Pengendalian plak dan faktor risiko

Mobilitas yang disebabkan oleh inflamasi periodontal atau trauma oklusi sering kali dapat membaik setelah terapi yang tepat. Sebaliknya, kehilangan tulang yang sangat luas biasanya memberikan prognosis yang lebih buruk.

ke dokter gigi saat puasa
Konsultasi ke dokter gigi

Kapan harus ke dokter gigi?

Segera lakukan pemeriksaan ke klinik dokter gigi terdekat apabila kamu merasakan gejala gigi goyang. Semakin cepat ditangani, semakin kecil risiko kegoyangan semakin parah. Pada kasus gigi goyang ini, biasanya akan ditangani oleh dokter spesialis periodonsia yang berpengalaman dalam perawatan penyakit yang menyerang gusi dan jaringan penyangga gigi. 

Namun,  sebaiknya tak perlu menunggu sakit untuk datang ke klinik gigi terdekat. Melakukan kunjungan rutin 6 bulan sekali untuk melakukan pengecekan kondisi gigi atau perawatan seperti scaling gigi juga bisa mencegah terjadinya masalah pada gusi. Kamu bisa ke klinik gigi Medikids atau MHDC Dental Clinic. Tersedia layanan dokter gigi umum dan spesialis yang bisa memberikan perawatan tepat untukmu sekeluarga. 

Berapa harga scaling gigi di MHDC Clinic dan Medikids

Biaya perawatan gigi akan tergantung pada tingkat keparahan masalah gigi, lokasi, jenis treatment yang digunakan. Kisaran harga scaling gigi di Medikids dan MHDC Clinic mulai dari Rp400.000. Namun, kamu bisa memanfaatkan promo klinik yang sedang berjalan agar lebih hemat. Selain itu, klinik ini juga sudah bekerja sama dengan layanan asuransi kesehatan supaya memudahkan pasien dalam perawatan. Kamu bisa memanfaatkan benefit cashless untuk kemudahan saat bertransaksi.

klinik dokter gigi terdekat

Referensi

  1.     Ghods K et al. Common Etiologies of Generalized Tooth Mobility. 2022.
  2.     Kim GY et al. Advancements in Methods of Classification and Measurement of Tooth Mobility. 2023.
  3.     Lindhe J, Lang NP, Karring T. Clinical Periodontology and Implant Dentistry. 7th ed. Wiley-Blackwell.
  4.     Newman MG, Takei HH, Klokkevold PR, Carranza FA. Newman and Carranza’s Clinical Periodontology. 14th ed. Elsevier; 2023.

 

 

 

 

Instagram MHDC GROUP